ABISEKA RAJA MAJAPAHIT MIRIP DENGAN ABISEKA RAJA CHINA


Abiseka Raja dilakukan biasanya pada usia 4 – 6 tahun, Putra Mahkota biasanya Mendapat Nama Abiseka sejak kecil, kemudian disimbolik kan Raja di daerah, seolah menjadi Raja padahal hanya Simbolis saja. Contoh semua Putra Putri Raja Majapahit di simbulkan BHATARI DAHA, BHATARA KADIRI, BHATARA KAHURIPAN dll. Mereka dipersiapkan bila sewaktu-waktu keadaan Gawat Simbul Raja Harus ada, seperti main Catur Raja harus hidup terus, bila tidak ada Raja semua tidak berfungsi, Contoh Aisin Yeklo Puyi Raja terakhir Cina The Last Emperor 1909 – 1990 di Abiseka usia 4 tahun, jadi sudah dianggap Raja padahal yang memegang Pemerintahan Perdanamentri dan pejabat Ahli sesuai bidangnya. Tribuwana Tungga Dewi Bhatari Daha lebih dahulu, Gajahmada juga Patih Daha, Begitu Raja Jayanegara Wafat sudah secara cepat ada yang menggantikan agar tidak fakum, Bali tiap Kota ada Rajanya Cokorda untuk simbul, Jogja, Solo tapi sekarang hanya simbul Keluarga Besar saja. Kerajaan Majapahit 1400 Saka diserang Demak dan Runtuh Sirna Ilang Kertaning Bumi, dengan cepat Raja Kadiri Sri Aji Wijaya Kusuma / WisnuwardhanaVIII yang sejak kecil usia 6 tahun sudah di Abiseka Sri Wilatikta Brahmaraja V segera naik menjadi Raja Majapahit mengisi kekosongan Agar Dunia tetap mengakui Majapahit masih ada, terbukti Biarpun Kerajaan Islam Demak Memproklamirkan diri, Dunia masih mengakui Raja Majapahit masih ada yatu di Kadiri. Nama Abiseka untuk simbul saja yang lebih dikenal nama se-hari hari, contoh : Airlangga, Wijaya, Jayanegara dll. Raja adalah simbul, semut , rayap, Tawon, celeng, Ular dll punya Raja, Dunia Juga Negara maju punya Raja: Ingris, Jepang, Thailand dll dan Pemerintahan dipegang Perdanamentri, Arab saja tidak pakai Perdanamentri karena karena malu niru jajahan nya Majapahit, justru Dunia niru Majapahit dengan Gajahmada Pemersatu, Arab timur tengah tidak perlu karena terpecah-pecah dikuasai satu kelompok saja, Arab kelompok Wahabi, Iran Kelompok Suny, Irak Kelompok Siah dll jadi tidak perlu persatuan atau Perdanamentri. Amerika sistem Negaranya mirip Majapahit, Tiap negara Bagian ada Presiden nya Argentina, Mexiko, Chili dll, tapi Ada Presiden Pusat Amerika Seikat Obama, Majapahit yang ditiru Dunia juga Banyak punya Raja seperti Bali, Lombok, Sumbawa, Sumatra/Swarnabumi dll tapi ada Raja di Raja Prabu Hayam wuruk. Cina juga banyak Raja tiap daerah Tapi ada Raja Pusat nya. Raja itu biasanya Turun temurun/Dinasty, paling hebat Jepang TENOHEIKA turunan Matahari sampai detik ini dipuja Rak’yat nya, padahal Moderen dan bisa bikin alat Canggih, Honda, Yamaha, Sony, Mitsubshi dll mereka memegang teguh budaya percaya Matahari negaranya sangat maju,  Iran dulu Raja Shah Iran moderen A.L nya terkuat di Tmur Tengah, ditumbangkan Ayatullah Komaeni akhirnya penduduknya pakai jilbab semua, Cina biarpun Presiden tapi tetap sistem Perdanamentri, Singapura, India, Prancis dll jarang Orang tahu siapa Presidennya, yang tampil Perdanamentri, jadi sistem Catur, Raja hanya simbul pemersatu bisa diterima semua pihak. Shsh Iran biarpun tidak punya Negara tetap melantik Putra Mahkota di Hotel agar simbol Iran tetap ada. Majapahit biarpun dianggap tidak ada masih eksis Keluarga Besarnya punya Simbul Ketua/Raja. contoh masih ada Sri Wilatikta Brahmaraja XI satu-satu nya di Dunia masih memakai Ageman Siwa-Buda, lain Orang sudah memegang Agama Resmi yang diakui Pemerintah yang Syah. akhirnya dianggap Budaya untung ada mentrinya sekarang biarpun demikian masih di GEBUK Agama paling resmi yang punya Mentri Agama satu-satunya di Dunia. Kembali ke Raja, mempersiapkan Putra Mahkota saat ini sulit karena Kerajaan sudah tidak ada, hanya lokal yang jarang mendapat perhatian, sebab Orang Ke Aku an nya sangat besar, adat Unggah Ungguh hilang kena adat Arab, Penghormatan kepada Para Leluhur / Dewa yang Mengayomi para Keturunan untuk Berjaya selama bulan dan Surya bersinar dianggap Musrik, yang disembah hanya Allah, padahal simbul Bulan Bintang ciptaan Allah dipakai, nanti ada Orang Muja Matahari Musrik, Untung Jepang sulit dijajah Arab harus melalui Cina dulu baru bisa ke Jepang, hingga Jepang satu-satu nya negara mengakui Turunan Surya/Matahari dan bila bertemu Hyang Surya sangat cocok dan menghormati sebagai saudara satu-satunya di Dunia yang berkeyakinan sama. Kini Raja Jepang Akihito dulu masih Pangeran Akihito dan Pacar nya Putri Michiko 1962 pernah ke Bali. Semua Tamu Negara oleh Bung Karno selalu ditemui di Bali dan kebetulan Dunia mengenal Bali yang unik yatu melestarikan adat Majapahit, Bali dikenal Dunia dengan upacaranya yang tiada duanya. dimana sisa-sisa Majapahit masih berdiri Tegak duplikat Pelinggih Leluhur Majapahit tetap dilestarikan bahkan selalu di rehap karena kelebihan uang, penduduk nya tidak ada yang naik Haji, jadi uang muter utuh untuk Upacara, uang lari ke pasar dinikmati bangsa sndiri, Dolar masuk muter di Bali ujung-ujung nya untu merehab Pura tempat leluhur dan Upacara nya yang mengagumkan, Menurut Orang islam bahkan dibilang uang dibuang untuk nyuguh setan, hingga Pura Majapahit Trowulan ditutup tidak boleh Upacara, tapi yang mengagumkan Bali tetap  Tentram bahkan tidak ada Orang Bali mati /tinggal dibawah jembatan di Arab, bahkan Bali malah di Bom 2X tapi tetap Dunia mencintainya, Tanah yang tiap hari diberi Sesaji yang semua untuk Leluhur terbukti bisa memberikan Kerahayuan selama Bulan dan Surya bersinar. Kembali ke Putra Mahkota, sekarang Adat Majapahit masih juga dipakai Partai Politik juga menyiapkan Putra Mahkota, PDIP punya Putri Mahkota Puan Maharani, sayang Pemilu yang lalu belum dilepas Ibunya,  PKB Gus Dur Yeni sudah dilepas ngatur Partai sayang kurang didukung,  Golkar  sudah didatangi Putra Mahkota Cendana Tomy’. Mempersiapkan Putra Mahkota sejak dini memang perlu, agar tidak kelabakan dan terjadi fakum. Untuk Putra Mahkota Kerajaan Majapahit sangatlah sulit, bayangkan Abiseka persiapan usia 6 tahun, Kalau gagal? harus mengerti Adat Siwa-Buda praktek, lalu kemana Praktek nya sekarang? dari usia enam tahun mengikuti adat dan dididik Guru Majapahit asli, sekarang ada tapi berat harus lulus IHDI dulu terus ke Cina/Tibet belajar Budha belum praktek nya, berapa Biaya harus di keluarkan? sebuah Puri/Keraton salah satu anaknya usia 6 tahun di program malah jadi Resi/Pinisepuh ngajar Orang Meditasi dan muridnya Banyak, ada lagi malah Kepalanya Gundul jadi Sangha Agung Budha dan ngurus Agama Budha di Jawa, Odalan jarang ikut, Lingkungan sekarang sangat lain dengan dulu, semua uang, padahal tidak boleh membeli Ilmu karena smua harus keiklasan harus dekat Alam Niskala hingga Seimbang Sekala nya, Juga banyak Orang berpenampilan Orang Sakti tapi ternyata Niskalanya minus, Ada Orang Lulusan Luar Negeri Pinter sundullangit juga Niskalanya mines, Lagi ada Mangku pertapa bisa dialog dengan Macan Kebon Tingguh, tapai dianggap gila, tidak pernah sekolah, jadi memang benar ini jaman Edan ora ngedan ora Keduman, lha Pura2-ngedan ternyata Edan beneran. AA Ng. Darmaputra SH ngawal Hyang Suryo ke Besakih,” Kalau Anda Orang Majapahit mesti punya simbul ini”, sambil menunjukkan Uang Cina/Kepeng  kalung sang Mangku, tiba-tiba ” KLONTHANG” ada uang cina/kepeng sebesar Piring jatuh, ini cerita benar apa tidak tapi Darmaputra SH masih ada orangnya  masih sehat kerja di Perusahaan Belanda dan cukup ilmiah. kejadian th 80 an, mungkin sekarang sulit terjadi situasi kondisi berubah, belakangan Mangku di besakih tewas ditusuk Mangku gara-gara Ayam jago di Pura Arya Kecng, sekarang KLINTING taji yang jatuh dari tangan Mangku.        inilah sebuah cerita Masalalu dimiripkan masa kani ya ada kemiripan juga.