PURA MAJAPAHIT BRAHMARAJA ODALAN


Panitia odalan 9-9-’09 di Pura Ibu Majapahit Jimbaran [Puri Gading] kami Panitia Bebanten Gede Susila dan Lakon [Keluarga Bendesa Adat Jimbaran] sangat bersyukur dapat mengadakan Odalan untuk Leluhur kami Majapahit. sebagai orang Bali dan merasa Ber Leluhur Majapahit sangat terharu melihat persatuan umat semua Agama yang ngayah nancep tetaring, dimana semua bisa rukun tanpa membedakan suku, ras, agama dll sara. semua bersatupadu dibawah guyuran hujan. Wewe, Tedi, Mingkiong, Acue, Alung, Budi dll etnis China ikut ngayah, bahkan ada yang ninggalkan pekerjaan, juga ratusan Mahasiswa/siswi bersatupadu nancep Tetaring, pesan kami “JANGANLAH MELUPAKAN ASAL USUL [LELUHUR]”…..”HIDUP MAJAPAHIT, NUSANTARA JAYA”. disinilah terbukti perjuangan Brahmaraja menyatukan sesuai Pancasila dasar Negara R.I. dimana dulu kami sering ke Trowulan yang kini ditutup. Kami lebih bisa irit dana tranport bila Odalan di Jimbaran, dana bisa di pul kan ke Banten Odalan. Untuk pengaturan Gedong Pratima / Klenteng sudah ditangani ahli dari China (pemilik uang Kepeng yang tidak bisa lepas dari Odalan] sedang kami menangani cara Bali warisan Majapahit. untuk itu kami mengucapkan terimakasih dimana semua lancar untu 9-9-’09 baik Banten, Tarian, Gamelan dll. sudah lengkap yang maturan. Semoga dengan Odalan ini bisa menyelamatkan para keturunan, simpatisan, pendukung dll Majapahit, memeng untuk menghindari Kemurkaan alam agak sulit, karena sebagian besar penduduk Nusantara sudah banyak yang melupakan Leluhurnya dikarenakan ajaran import yang tidak memuja Leluhur, biarpun hanya segelintir orang yang cinta Leluhur khususnya di Bali semoga ini bisa menghibur Ibu pertiwi agar tidak terlalu Murka.

 Kami lah yang bisa ber Odalan karena memang lestari turun temurun di Bali, yang dari luar Bali/Mancanegara biarlah ikut ngayah apa adanya, memang diluar Bali adat Odalan sudah hilang, adat China dibrangus [klenteng ditutup] dan baru belakangan dibebaskan dan kami maklum mereka haus upacara Leluhur, karena memang mereka pemuja Leluhur, kini bisa bersatupadu beracara Siwa-Budha secara menyatu, dimana Odalan tidak bisa lepas dengan uang Kepeng China, yangmana etnis China di Pura Ibu Majapahit bisa bersatu saling isi dengan kami. Semoga persatuan ini bisa abadi dan hanya bisa di Bali karena Etnis China dan Bali sama acara di Klenteng dan Pure ngguling yang diharamkan Mayoritas. Semoga Majapahit Jaya “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangruwa”. Jimbaran 2-9-’09.