MAJAPAHIT ODALAN SABDOPALON TURUN


Menjelang Odalan Pura Ibu Majapahit, 2-9-’09 ketika nancep Tetaring, hujan turun dan ada Gempa. Ramalan Sabdopalon: Lindu pengpitu sedino/Gempa tujuhkali sehari. Apakah ini pertanda dari Sabdopalon? Angin Agung Anggergisi/Angin besar menerjang, di TV jakarta diterjang angin gambar SBY roboh, disusul Gempa. Apakah kebetulan? bagi yang tidak percaya Leluhur Nusantara ya Tahayul. Tapi bagi Para Keturunan Majapahit yang masih cinta tanah air, ini satu pratanda/sasmita bahwa Leluhur yang berjanji 5oo tahun akan kembali menyatukan Nusantara sudah datang, untuk menyingkirkan orang yang tidak percaya. Karena sulitnya menyadarkan biarpun sudah diberi ramalan tertulis, maka Alam yang akan bergerak, memang lebih baik alam supaya tidak membuat karma baru bagi manusia. karena manusia sudah tercuci otaknya dan memuja yang bukan Leluhurnya. Ambil contoh, kita bangsa Indocina/Asia punya Leluhur Pithekan Tropos Erectus Homonander Thalensis Trinil/solo sama dengan Peking/Beijing China. Kita sama2 makan beras, Fosil Leluhur ini berusia jutaan tahun dan tidak ada ditempat lain. Bahkan dalam seminar th.2002 orang Jepang mengaku ber Leluhur Fosil Wajak Boyolangu Tulung Agung sesuai DNA, Jepang mengaku turunan Matahari/Amaterasu, Jepang yang modern dan canggih yang banyak datang ke Pura Ibu Majapahit yang simbulnya Surya/Matahari, mereka masih percaya budayanya yaitu turunan Matahari, anehnya mereka yang tidak terjajah budaya import, sangat maju, pintar, sukses dll. sedang bangsa Indonesia yang konon punya Pancasila merukunkan, yang nutup Leluhur Majapahit Trowulan nasibnya ironis, jadi bangsa Budak, di TV banyak orang Indonesia tinggal dibawah jembatan di Arab. tanah kita subur makmur gemah ripah loh jinawi, kayu ditancep tumbuh, air mengalir di mana2 malah banyak orang susah, makan nasi jemur, Apakah Dewi Sri/padi murka? tidak pernah diupacarai, Orang Kuno nanam padi selamatan Dewi Sri, sekarang tidak lagi. bahkan orang sudah tidak menghargai tanah air yang menghidupi bahkan menyucikan Padangpasir, Lagu Indonesia Raya Lama disebutkan Tanah yang Suci tapi tidak dinyanyikan karena menyaingi tanah sucinya Padangpasir, yang penduduknya tidak makan beras karena tak bisa tumbuh. Banyak orang disini mengaku turunan Adam dari timur tengah, yang secara hitungan ilmiah baru 6000 tahun dan masih mumi, sedangkan kita turunan Fosil jutaan tahun[jawa dan cina]. Aneh tapi nyata, Jaman Majapahit menyatukan Nusantara di Timur Tengah lagi hebatnya Perang Salib [perang kristen dan islam]. Kita sangat maju, sekarang ribut Gender [persamaan wanita dan priya] padahal dulu sudah sama, Tribuwana Tungga Dewi, Suhita, Sima [wanita] bisa jadi Raja Nusantara. setelah 500 tahun berganti Budaya Timur Tengah wanita terpasung, lha ada sedikit yang menonjol pada jadi Pahlawan ironis kan? berarti kita mimpi mundur kejaman Majapahit. tapi impian ini tidak diakui karena kita buta sejarah bangsa sendiri. Jadi kita yang berbudaya Adiluhung selalu difitnah, contoh Bali melestarikan adat Majapahit, orangnya jujur, percaya karma, tapi dianggap bodoh, sedang dijawa yang sebagian besar pakai budaya Timur Tengah mengaku pandai lha banyak Orang jujur Bali ditipu, mobil disewakan dibawa lari ke jawa dan Edi Mangku/biokong Pura Ibu Majapahit Jimbaran Nebus mobilnya ke Situbondo 40 juta kepada seorang Kyai Haji. Aneh tapi nyata, ya memang orang jujur dianggap bodoh di jawa mobil di garasi dicuri, di Bali disewakan dengan diberi kunci kontak malah dianggap orang bodoh. contoh dikoran ditulis bahwa ada agama yang tidak percaya Karma. inilah kita sudah tidak memakai budaya sendiri. Budaya Timur Tengah malah diakui dan diberi titel AGAMA padahal dilur negri semua sederajat yaitu titel ISME contoh Sukarnoisme, Anymisme, Budisme, Konfusianisme[Konghucu] di Indonesia baru diakui itupun butuh perjuangan tak kenal lelah. Jadi Indonesia Aneh, di Dunia yang ada Mentri Agama hanya Indonesia dan Israel, ini nyata Agama yang hak asasi pribadi diatur Mentri, dan yang diakui justru Agama Import semua. ambil Contoh Kepercayaan Siwa Buda Majapahit, oleh Edi dan Mangku Noko Prawiro didaptarkan ke Kantor Kebudayaan yang kebetulan di Bali Pos Kepercayaan dibawah Kebudayaan, tapi sampai ganti Kepala Kebudayaan nya tak kunjung ada kabar berita, ini hanya ngetes Pemerintah, bukan minta ijin, apa bedanya Kepercayan/Isme dengan Agama? kan jaman Majapahit istilahnya Ageman yang sekarang jadi Agama yang di Indonesia yang konon Pancasila malah membuat peraturan aneh. Agama harus ada kitab, dan nabi. islam nabinya Muhamad kitabnya qur’an dari Arab diakui, Kristen nabinya Jesus kitabnya Injil dari Israel diakui dll. Akhirnya Konghucu diakui punya nabi dan kitab, Dan Orang Indonesia yang ingin melestarikan Budaya Majapahit bisa saja mengajukan Pancasila jadi Agama, kitabnya ada Sutasoma, Nabi ada Mpu Tantular, penggali karena 500 tahun hilang juga Nabi yaitu Bung Karno yang ajarannya diakui Dunia Sukarnoisme. ini hanya contoh, Kepercayaan dibawah Kebudayaan oke lah tapi ya cepat akui yang daptar agar Legal tidak dituduh sesat dan Ilegal. apa sih susahnya mengeluarkan selembar kertas pengakuan? inilah Indonesia Aneh Tapi Nyata, Bayangkan Leluhur disuru minta pengakuan, aneh dan lucu . Contoh Hukum tidak boleh surut, Ahmadiah sudah ada 1925 malah didemo disuru membubarkan, Majapahit sudah ada 700 tahun yang lalu kena SKB 1969. ini kan lucu? Untung Ramalan Jayabaya[titisan Wisnu], Sabdopalon Majapahit selalu terwujut dan tidak bisa dihalangi SKB, marilah kita saksikan bersama Sabda Leluhur tentang nasib Nusantara ini, contoh Rak’yat dulu jaman Belanda ya mimpi Ramalan Jayabaya Bung Karno dengan gigih berjuang mewujutkan dan terbukti ramalan jalan. sekarang Sabdopalon, wah ini lebih menakutkan ketimbang Jayabaya, tidak percaya memang hak asasi,” Sampai Leng Semut kowe tak uber” Sampai lubang semutpun engkau kukejar, Ilmiahnya ini Pagebluk Kuman sangan kecil bisa masuk lubang semut, contih Virus H1 N1 ndak bisa dilihat tau2 dut. inilah kita harus sadar bahwa Leluhur kita sendiri itu Hebat, Kita turunan Dewa Brahma biarpun bangsa lain tidak mengakui, itu ya hak asasi, contoh Hyang Suryo yang bangga turunan Brahmaraja, tetap melestarikan adat budaya Leluhurnya dengan mencari ahlinya, contoh ahli Banten Odalan yang lestari di Bali dan kebetulan Bali banyak yang mengaku Majapahit, waktu Trowulan belum ditutup juga selalu Orang Bali yang kirim Banten Odalan, Sekarang di Bali agar mudah karena banyak ahli nya, dimana Odalan jatuh 9-9-’09 tanpa rekayasa. Semoga dengan adanya Odalan ini bisa menyelamatkan orang yang percaya dari kutuk kan Sabdopalon [ ditulis Gde Susila Mahasiswa Universitas Marhaen/Mahendradata]

Perjuangan: Odalan ini untuk menghibur Leluhur Sabdopalon agar tidak murka’ dan seharusnya diadakan di Trowulan, tapi kelompok mengatasnamakan islam dibawah pimpinan Imam {sekarang Takmir} Karyono menyerbu Pura dan Pemerintah R.I atas nama Mentri Agama dan Mendagi Menutup segala kegiatan Ritual dan Kegiatan dalam bentuk apapun. Sebab kalau kegiatan Odalan, caru dan budaya Majapahit diterapkan maka Kita akan Adil Makmur Gemah Ripah Loh Jinawi, lha Arab kan kalah? Bila bangsa kita kembali ke Budayanya dan tidak ada orang naik Haji, lagi2 Arab rugi, bila orang lalu membuang uang untuk Odalan seperti di Bali dan dinikmati bangsa sendiri, beli buah, bunga, busung, dll dipasar lalu dinikmati bangsa sendiri, bukan untuk naik haji ke arab ya Arab rugi lagi. Inilah kepandaian Arab ngibuli bangsa kita agar melarang acara budaya Majapahit lha akhirnya Odalan di Bali untuk kepentingan Bali saja, agar jawa bisa milik Arab, akhirnya Leluhur marah Bencana datang: Lumpur {hari raya Nyepi berhenti 1 jam} Gempa, Banjir Bandang, Pageblug[Penyakit] Panen gagal, wereng, bikul,kakul dll. ini trik Arab yang biayai Teroris. Jadi Majapahit Sudah kembali melalui Alam, karena orang hanya bisa tanya, mengeritik dll tanpa ada yang berjuang, nanti ada yang berjuang tidak dimengerti. Tapi ya maklum Bung Karno Pendiriu R.I penggali Pancasila Majapahit ditumpas sampai akarnya. Pura Majapahit berjuang akhirnya ditutup, tidak ada yang bela. Karena orang membela Arab. Jadi bila ada orng tanya Berjuang terimakasih, perjuangan Pura Majapahit anggap angin demi kepentingan Arab. Menunggu dutumpas alam saja. {GRP. Noko Prawiro Mangku Majapahit}10-9-09. ini jawaban para penanya agar lainnya tidak tanya  perjuangan dilihat arab malu ah.
Tambahan: di Internet ada “Selamat datang Republik Arab Indonesia” dari Blog Ambon lha ini berita hebat Nyata. 500 tahu sejak keruntuhan Majapahit, tanah jawa hanya disiram tai, tidak pernah odalan dan caru, akhirnya banyak orang dicaru {kecelakaan, longsor, gempa, kebakaran dll}Pura Majapahit Trowulan yang Odalan dan caru ditutup. Harusnya kita berterima kasih pada yang nuntup, hingga Leluhur bisa di Odali di Bali ngirit biaya transport ke Trowulan. kita tonton kehancuran orang yang tidak mau makai Budaya sendiri{ 10-9-09 Budi Busungbiyu Mangku Pura Majapahit GWK}. Gde Susila: saya juga berjuang membiayai Odalan agar Bali terbebas dari bencana.{juga rekan yang lain}.