Brahmaraja Odalan di Bali Pura Ibu Jimbaran


Odalan Pura Ibu Majapahit Puri Gading Jimbaran yaitu Buda Kliwon Gumbreg Enyitan kebetulan jatuh 9-9-’09, ini tidak direkayasa tapi kebetulan. pada 9-9-1999 jam 9 pagi di Trowulan selatan Segaran Candi Tunggul Manik dihancurkan sekelompok orng. Karna pinggir Segaran milik Purbakala. Melihat ini Puri Surya Majapahit [rumah Hyang Suryo] menyediakan tempat/pelinggih di utara Segaran didalam Puri lurus dengan Pelinggih yang dihancurkan, Pelinggih ini berupa Padmasana dan sudah diplaspas, ngenteglinggih, caru dll. dipuput Ida Pedanda Made Gunung [Ketua PHDI Bali, Ida Pedanda Basuki [Ketua PHDI Badung] dan Prof.DR. Narendra [Telabah]. mengingat Hyang Tunggulmanik adalah Leluhur Majapahit jadi tidaklah salah dilinggihkan dalam rumah/griyo/puro/puri nya Hyang Suryo yang berabiseka Brahmaraja XI. pada 16 nov 2001 Puri Surya Majapahit malah ditutup Muspika dengan tuduhan menyebarkan Agama Hindu yang haru punya ijin. bahkan sempat diserbu Imam Karyono 5X tapi gagal berkat pembelaan masyarakat Kejawen. bahkan kata Ibu Enik [mertua lurah] yang tinggal disebelah Puri disuru mengungsi karena rumah Hyang Suryo mau di Bom. juga ketua RT bapak Sumono diancam Karyono suru ngungsi. semua penduduk Trowulan tahu semua bisa ditanyakan. Bahkan Karyono sempat menyeret keluar Puri seorang Sulinggih dari Bali disaksikan Kapolsek waktu itu dan banya orang. demikianlah nasib Leluhur Majapahit dan keturunannya dilarang diupacarai.

Camat memasang Papan ” MENUTUP BANGUNAN MELARANG RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN” skb mentri no. 01/bern/1969 dan hal ini sudah diberitakan masmedia sampai membosankan. Camat kemudian Struk masuk rumah sakit 3 tahun dan tewas. Informasi masyarakat ada orang pegawai Purbakala Ngukur2 rumah Hyang Suryo katanya bangunan nyalahi aturan Zon[padahal rumah hyang dibangun jaman belanda] 3 hari kemudian orng ini tewas menurut masyarakat orang ini namanya Hrt. Jadi marilah kita menghormati Leluhur, seperti orang Bali biarpun beragama Hindu tapi dirumahnya masih punya Mrajan Kawitan/Leluhur. di Jawa adat muja Leluhur sudah tidak dikenal, tapi orang masih senang nyekar ke Makam. sedang Leluhur jaman Majapahit tidak ada Makamnya. Dulu dibakar/ngaben, Roh nya di Candikan. Demikian Leluhur Hyang Suryo juga di Candikan dalam rumah/griyo/puro/puri dll istilah. contoh di Pura/Puro Mangkunegaran ada bangunan Meru tingkat 3 untuk Leluhur Ratu Mas.

jadi sangat aneh orang bikin tempat Leluhur dalam rumah sendiri dilarang, dan dituduh membuat tempat ibadah Hindu , inilah Indonesia yang konon dasar negara nya Pancasila ada HAM hukum dll. tapi malah mendiskriminasi warga yang dianggap lemah dan sangat minoritas. Untung Presiden SBY belakangan pidato di TV undang2 minoritas, mudah2 an ditonton orang yang anti Budaya Dalam Negri sisa2 Majapahit. dan jangan sok arogan Mayoritas, mudah2 an pula ditonton MUSPIKA yang suka nutup rumah orang dengan SKB Mentri AGAMA dan MENDAGRI. padahal sudah ada Mentri BUDPAR. suatu kenyataan pahit bagi Hyang Suryo tapi aneh malah Hyang Suryo berterimakasih pada yang nutup. kini berkat undangan ke Bali terbentuklah Pura Ibu Jimbaran dimana Leluhur Ibu bisa di ODAL li, tanpa menyusahkan keluarga Majapahit Bali dan jagatraya,yang bisa dengan tenang Odalan tanpa ancaman dan ketakutan. Odalan jatuh 9-9-’09 ,kepada para Semeton, penyungsung, pencinta, simpatisan dll Majapahit sesbelum dan sesudahnya Odalan kami ucapkan ber ribu2 terima kasih atas segala bantuannya baik moril maupun materl, hormat kami Komang Arta Negara panitia penyelenggara Odalan 9-9-’09. Semoga Para Leluhur Susuhunan Majapahit memberkan kita KERAHAYUAN dan KERAHAJENGAN. Omm Siwa Buda Namo Nama Swaha….. jimbaran 2-9-’09.