RUWATAN JAGATRAYA DI BALI


22 agustus 2009 Rektor Universitas Marhaen/Mahendrdata beserta para Mahasiswanya datang ke Puri Surya Majapahit memendak Pratima Ganesa Dwimuka untuk meruwat/membersihkan Dunia dari bencana. Gusti Arya Wedakarna Suyasaputra(rektor) di sambut oleh Hyang Bhatara Agung Brahmaraja Wilatikta XI Raja abiseka Majapahit yang mempersilahkan untuk melakukan Do’a pemendak’an Pratima dengan sesaji lengkap yang di bawanya. diteruskan Upacara penyerahan Pratima Ganesa untuk dijunjung diatas kepala sang Rektor, kemudian Brahmaraja XI ikut membawa Pratima Demi Uma/Parwati/Durga Ibu Sang Ganesa untuk dibawa ke Pura Jagatnata Denpasar. Dengan diiring Barongsai, masyarakat, umat Buda dari klenteng dengan membawa Patung Dewa Kwankong, beriringan menuju Pura Jagatnata. sesampai di Jagatnata disambut Panitia dibawah pimpinan Wakil Presiden Hindu Dunia Pandita Rames Sarty (india) , mahasiswa/siswi berpakaian adat. diteruskan acara NGALINGGIHAN di Altar Pura JAGATNATA. acara dibuka do’a dan AGNIHORTA diteruskan Sambutan Sri Brahmaraja XI yang menjelaskan bahwa Pratima Ganesa Dwimuka Majapahit adalah satu satu nya Ganesa di Dunia yang hanya untuk Ruwatan. Dari depan terlihat Ganesa dimana adat Bali yang melestarikan Majapahit digunakan untuk Caru/ruwat, Dari belakang terlihat Kala yang di jawa untuk ruwatan (murwat kolo). Juga dijelaskan bahwa Dewi Uma, Siwa Parwati dan Durga adalah satu orang yaitu Ibu Ganesa sendiri. selanjutnya Pandita Ramessarty menjelaskan kembali tentang Ganesa dalam bahasa Inggris hingga 1 jam. sambutan ditutup Rektor Marhaen dimana Manivestasi TUHAN yaitu Dewa Wisnu janganlah dibuat seram, ditakuti, dihormati berlebihan. karena Wisnu itu sangat bersahabat, bisa jadi orang tua, kawan dan bahkan sopir, waktu perang Bratayuda Wisnu jadi kusirnya Arjuna. sambil menoleh ke para mahasiswa sang Rektor berkata Para Leluhur Majapahit tidak butuh kamu untuk ikut memuja tapi kewajiban kamu menghargai para Leluhur. contoh leluhur bisa menciptakan hanya satu orang pandai yang bisa mengendalikan jutaan orang, contoh Gandi, Bung Karno dll. terlalu banyak orang pandai malah ribut saling adu kepandaian, jadi kalian ikutlah berjuang membela untuk kebaikan, persatuan, siapa tahu diantara kalian terpilih menjadi pemimpin. ikutlah dalam gerbong kebangkitan Majapahit yang berjalan diatas rel nya. mau nonton ya boleh, tapi ikut menjaga rel agar tidak disabot musuh. Acara tahun depan kita dapat sumbangan Kereta Kencana agar Brahmaraja pada kirap besok tidak naik Dokar. demikian sambutan sang Rektor. Acara dilanjutkan Do’a Pakemitan tepat jam 24’00 dipimpin Biku/Bikuni Budha, Mangku Hindu dll.
dalam acara ini terlihat tidak ada sekat agama, suku dan ras. sesuai Pancasila Majapahit yang digali Bung Karno dari kitab Sutasoma yang menjadi dasar negara Indonesia dan Universal serta di akui Dunia. Tgl. 2 3 akan diadakan Kirap Pratima ke Pantai Sanur, bahkan rombongan dari Thailan sudah hadir. ditulis: Wayan Swantika Panitia Kirap 22 Agustus 2009. {Ganesa akan ikut Odalan di Pura Ibu Majapahit Jimbaran 9-9-’09}