RUWATAN JAGATRAYA DI BALI


22 Agustus 2009, Rektor Universitas Marhaen/Mahendradata Gusti Arya Wedakarna datang ke Pura Majapahit Ibu Jimbaran, untuk mendak Pratima Ganesa Dwimuka untuk meruwat Jagatraya . dengan diiring Barongsai, umat Budha, Hindu, Konghucu dll. diberangkatkan menuju Pura Jagatnata Denpasar. di Pura Jagatnata Pratima disambut panitia Ruwatan Wakil Presiden Pemuda Hindu Dunia Pandita Ramessarthy (india) diteruskan acara Agnihorta dan do’a bersama. Sri Wilatikta Brahmaraja XI dalam sambutannya menjelaskan bahwa Ganesa Dwimuka adalah memang khusus untuk Ruwatan, tampak depan berbentuk Ganesa dimana adat Bali kalau meruwat/caru menggunakan Kober Ganesa. Tampak belakang berupa Kala dimana adat jawa kalau Ruwatan memakai K ala[murwat kolo]. Pratima ini peninggalan Majapahit dan didunia luar tidak ada. Ganesa dilinggihkan semalam dan tepat jam 24.00 diadakan do’a bersama yang dihadiri semua Agama bahkan hadir utusan dari Thailan, China, India, Austrai, Amerika dll. anehnya acara peninggalan jaman Majapahit ini dipercaya Dunia yang lagi mengalami bencana. 23 agust 2009 Ganesa diikuti Pratima Dewi Uma/Parwati/Durga, Patung Dewa Perang Kwan Kong dari Kwan Kong Bio, Ogoh Saraswati, Mahasiswa/siswi, masyarakat lintas Agama seluruh Dunia, dikirap menuju Pantai Matahari terbit Sanur. pengikut dari india juga melarung 9 patung Ganesa untuk buang sial kelaut lepas. Demikianlah acara Ruwatan ini untuk menghindarkan bencana bagi yang percaya, dan acara ini murni Budaya asli Majapahit yang pernah menorehkan sejarah berhasil menyatukan Nusantara, dan pencipta Negara Nasional pertama di Dunia. contoh: Gajahmada berhasil menyatukan, kini ditiru Dunia dimana kalau pemilu mencari Gajahmada/perdanamentri. Majapahit memakai 1 mata uang yaitu uang Kepeng/gobob China kini ditiru Eropa satu mata uang. juga Amerika (dolar). Bayangkan seluruh Dunia Kagum dengan Majapahit yang kini lestari di Bali yang menjadi pusat perhatian Dunia. Bagaimana dengan bangsa sendiri?