PERCAYA ATAU TIDAKPUN RAMALAN SABDA PALON SUDAH BERJALAN DAN TERBUKTI


  • Mungkin Tulisan ini sudah terlambat, tulisan ini terlalu sinis tapi mudah-mudahan bisa memberi pengertian dan kesadaran untuk lebih mencintai Tanah Air, Bangsa dan Nusantara. Mencintai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa, budaya serta peninggalan-peninggalan leluhur seperti Candi-candi, Pura, Puri, Purana ataupun yang lainnya. Memahami bahwa Majapahit masih ada sampai sekarang salah satu contohnya Bali yang sudah di Hindukan karena tidak bisa di Islamkan atau diarabisasi tapi lambat laun akan menjadi Arab kalau tidak disadari. Majapahit adalah bukan kerajaan Hindu tapi penyatuan Siwa Buda. Pada tahun 1961 Hindu di sahkan oleh Pemerintah sedangkan praktek-praktek di Bali sudah ada Ratusan tahun. Hindu identik dengan India Tapi Majapahit Bali tidak identik dengan India. Majapahit Bali semua menghormati leluhur (Silahkan tanya orang Bali yang mengerti sejarah,” Siapa yang di Bali yang tidak punya Kawitan dan menjang Sluwang Majapahit atau Siapa yang tidak melaksanakan odalan dan mecaru serta Upacara Ngenteg linggih yang menghormati leluhurnya biarpun akhirnya ke Tuhan). Pure boleh dikatakan tempat ibadah Hindu Tapi Pura/Puro adalah Keraton Stana daripada leluhur. Silahkan dicek kebenarannya bukan minta yang paling benar ataupun kalau bertanya cari orang yang benar-benar.


(Semua orang tahu akan Ramalan ini, tapi bagi yang tidak tahu silahkan baca terjemahannya dan akan mendapatkan kasunyatan, Majapahit tidak perlu pengakuan tapi Dunia mengakui Majapahit sejarah dan budayanya hanya bangsa sendiri saja yang belum membanggakannya, contoh Candi Borobudur diakui Dunia tapi karena bangsa ini tidak bangga akhirnya ya..menjadi hilang jati dirinya, malah membanggakan Candi kotak di padang pasir. Lihatlah bagaimana setiap orang di negara lain membanggakan peninggalan leluhurnya yang terawat. Disni ada yang berjuang, yang memang kewajiban BELIAU untuk berjuang malah ditutup dan di sunat “seperti adat Arab” tidak boleh memberikan kasunyatan padahal Dunia mengakuinya)


TERJEMAHAN BEBAS RAMALAN SABDA PALON NAYA GENGGONG YANG DULU DILARANG TANPA ALASAN YANG JELAS, PARA DAJJAL ARAB KETAKUTAN DAN HABIS KONTRAKANNYA DIBUMI NUSANTARA TERCINTA

  1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis didalam buku babad tentang Negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Orang yang bergelar Sunan Kalijaga didampingi oleh punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong. > (Cuplikan Serat Babad Majapahit, Darmagandul yang sempat dilarang zaman ORBA ketakutan dan pendiskriminasian etnis yang tidak boleh mempelajari Budaya Cina oleh Penjajah Dajjal yang ingin terus bercokol di negeri ini).
  2. Prabu Brawijaya berkata lemah-lembut kepada punakawannya,”Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu lebih baik ikut Islam sekali, sebuah Agama suci dan baik”. > (Pada bait ini sebuah fakta kebohongan terjadi sejak 500 tahun yang lalu, Islam ajarannya baik tapi oknumnya memanfaatkan untuk menggempur yang lainnya dengan cara mudah sekali mengadu domba sesama, menyesatkan yang lain dan merasa paling benar dimuka bumi sampai detik ini. Tapi bagi yang tidak melakukan pemaksaan dan kekerasan serta pengrusakan apapun alasannya ya….jangan sewot atau mencak-mencak kebakaran jenggot).
  3. Sabda Palon berkata kasar, ”Hamba tidak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dah Hyang setanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para Raja di tanah Jawa. Sudah digaris kita harus berpisah”. > (Ini kekukuhan orang Jawa yang masih mempertahankan adat dan budayanya, jaman sekarang mengucapkan hal seperti ini seperti “tidak mau masuk Islam” pasti akan disingkirkan, disesatkan dan dieliminasi, sayang seribu sayang Nusantara yang begitu beragam baik adat, budaya serta keyakinan akan dijadikan satu yakni budaya Arab disetir Dajjal. Lihat berita Nusantara TV, Koran dan lain-lain.)
  4. Berpisah dengan sang Prabu kembali keasal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah lima ratus tahun saya akan menganti Agama Buda lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa. > (Ajaran Buda maksudnya ajaran Budi pekerti, tapi tidak ada salahnya memahami ajaran Siwa Buda atau istilahnya kejawen, apapun menurut orang yang tidak senang/aneh yang sampai detik ini banyak diterapkan termasuk di Bali karena Bali adalah Majapahit yang dikenal daripada Indonesia oleh dunia yakni percaya adanya leluhur, kita ada dengan perantara leluhur, sebelum semua menghadap kepada Tuhan YME/Alloh SWT melalui Muhammad SAW/Allah melalui Yesusnya/Ida Hyang Widi Wasa/ Thian atau apapun sebutannya. Kita mengenal Agama yang dibawa oleh penjajah karena Orang tua kita, ingat !!. Jadi tidak ada salahnya kita mengenal leluhur dulu, Nama Tuhan terlalu suci untuk kita sebut dengan mulut yang banyak busuknya ini, sedikit-sedikit membawa nama Tuhan seakan-akan Tuhan yang menyuruh, renungkan!!).
  5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan Jin, Setan Brakasaan dan lain-lainya. Belum legalah hati bila belum Saya hancur-leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata Saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya. > (Banyak orang jadi tumbal sia-sia, kecelakan dimana-mana dengan mengenaskan, saling bantai sesama saudara dengan pikiran emosi dan baru-baru ini Gunung Merapi bereaksi. Pintu langit dibuka dan pintu bumi dibiarkan terbuka untuk para roh-roh yang dianggap gentayangan, roh-roh yang dibantai dilepas untuk membalas, terbukti hampir setiap hari terjadi kebakaran hingga ada yang dipanggang hidup-hidup baik didarat, laut dan udara. Diaben yang lebih mengenaskan. Di Bali Upacara Ngaben masih ada upacaranya. Lha…ini langsung hidup-hidup. Pertanyaannya,”Mengapa terjadi setelah terhitung 500 tahun sejak Hyang Sabda Palon bersabda”).
  6. Lahar tersebut mengalir kebarat daya, baunya tidak sedap. Itulah Pratanda “ kalau saya akan datang. Sudah menyebarkan Agama Buda (Budi Pekerti yang luhur). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat dirubah lagi.
  7. Kelak waktunya paling sengsara di Tanah Jawa ini pada tahun, Lawon Sapta Ngesti Aji (ada yang mengatakan 1878 atau 1877 tapi kejadiannya kenapa empat sampai lima tahun yang lalu itulah tidak ada yang tahu tetapi Majapahit di hancurkan habis oleh Demak Islam sekitar tahun 1503, tetapi keturunannya tidak habis sama sekalikan?. Bahkan yang menyerang juga sama-sama keturunan masa Majapahit hanya di provokasi oleh sunan (dulu, cuplikan Babad Kadiri) dan juga masih terjadi provokasi untuk menghabisi sesamanya (sekarang). “Cuma bilang sesat” habislah mereka digebukin sama massa yang memang dibodohi dulu. 500 tahun kemudian pada tahun 2003 mulailah ada “goro-goro”, 2004 Serambinya Mekkah dihancurkan dulu dengan alam, sampai sekarang bisa dilihat sekeliling dan Koran serta TV. Itulah sejarah, semua berhak punya analisa karena dulu orang Jawa tidak boleh belajar sejarah biar bodoh dan goblok dan bisa terus dijajah, semua tulisan jawa dan cina berganti dengan tulisan arab, Tulisan Jawa dan Cina dianggap asing padahal Muhammad sendiri bersabda “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, makanya orang-orang Cina dilarang sekolah dan tulisan Cina dilarang fakta jangan ingkar. Uang kepeng/gobog banyak ditemukan berhuruf Cina. Silahkan datang ke Trowulan dan tanya pada orang yang membuat Batu bata merah ?. Adakah mereka menemukan uang gobog selain berhuruf Cina dan Jawa?. , Bali ornamen Bangunannya sama dengan Klenteng/tempat leluhur atau rumah Cina pada umumnya, orang pribumi dianggap asing, tulisan Cina dianggap asing, diskriminasi kepada bangsa leluhur Cina yang peninggalannya sebelum Gujarat masuk, padahal orang Arab disini itu yang lebih asing, “Apakah mereka asli, sejarah mengatakan kita adalah bangsa Indo-Cina” HADIST Nabi Muhammad pun yang diatas dimentahkan dengan sok berkuasa di negeri Nusantara yang beragam budaya, adat istiadatnya hingga berdasarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa malah mau diarabisasi piye to mas…masss . Ada ada apa sebenarnya dulu, kenapa sejarah yang sebenarnya dipasung lihat pada masa ORBA apalagi sejarah 500 tahun yang lalu. Kalau memang mau berfikir kawula Majapahit jangan mau jadi pelanduk dan mati ditengah-tengah. Jangan goblok lagi dimanfaatkan untuk menggebuk sesama dan untuk komandannya jangan korbankan saudara kami mereka memang bodoh dan goblok karena terlalu banyak dijajah tapi salut kawula Majapahit masih tegar melaksanakan Adat istiadat, Budaya serta unggah-ungguhnya. Untuk orang Cina yang sudah turun temurun lahir di Nusantara kalian bukanlah warga keturunan yang baru datang, (asing) tapi kaum yang membawa peradaban yang modren dan bagus dari abad pertama sejarah bangsa ini. Makanya tulisan Cina dilarang supaya tidak tahu lagi sejarahnya berganti dengan sejarah Arab. Untuk yang Arab lahir disini banggalah punya Nusantara. menghirup udara Nusantara, kawin disini patutlah menghargai peninggalan leluhur kami, bangga dengan Nusantara yang beragam, jangan kalian rusak. Ramalan ini dulu sudah beredar tapi dianggap lelucon/tahayul hingga Hyang Sabda Palon menumpas melalui alam, believe or not). Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang ditengah-tengah, tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia. > (Terbukti tiba-tiba banjir bandang, hujan sedikit longsor, rob dan lain sebagainya yang menurut pakar salah prediksi, mari direnungkan !!).
  8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa (Nusantara). Itu sudah kehendak Tuhan tidak bisa dipungkiri dan disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada di tangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. < (Percaya leluhur bukan berarti tidak percaya Tuhan yang menciptakan Alam dan isinya, hanya melalui perantara leluhurlah kita semua bisa sampai ke Tuhan).
  9. Bermacam-macam bahaya yang membuat Tanah Jawa rusak. Orang-orang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para Priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang dihutan. > (Berita Tv, Koran terjadi krisis Global, banyak pengusaha bangkrut, disebabkan yang merusak Nusantara dengan membawa misi Agama import adalah Saudagar-saudagar makanya para saudagar dikutuk “Saudagar Tuna Sadarum”. Memperjual-belikan seenaknya. Orang yang bertitel baik sarjana maupun ningrat banyak yang susah bahkan mempermalukan dirinya sendiri dengan, korupsi, membunuh ataupun bunuh diri, orang dulu bangga waktu membantai sesamanya sekarang dibantai oleh Alam, kecelakaan dengan kepala pecah di gorok dan lain sebagainya. Impas !!).
  10. Bumi sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan. Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tetapi siang hari banyak begal. > (Penjelasan ini bisa dilihat di sekeliling kita dan di media cetak maupun elektronik, KASUNYATAN).
  11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan Negara (Tapi sekarang Negara diatur Dajjal yang membawa kerusakan dengan menerapkan aturan yang menguntungkan kelompoknya atau pribadinya dan mengkebiri yang lainnya), sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut masih berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata ditanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia alias tewas. > (Flu burung, flu Babi cikungunya nanti menuysul apalagi penulis tidak tahu…..!!!).
  12. Bahaya penyakit luar biasa. Disana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang > (lihat berita TV, Koran).
  13. Seperti lautan meluap airnya naik kedaratan (Banjir Rob). Merusakkan kanan-kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup dipinggir sungai banyak yang hanyut terbawa sampai ketengah laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan bergemuruh suaranya.
  14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap kekanan serta kekiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali (lihat saja). Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun > ( sudah terbukti di Aceh yang menamakan serambi Mekkah di hancurkan dulu oleh alam, tanpa tersisa mengapa ??. tanyakan pada diri anda sendiri dan masih banyak kejadian diluar dugaan manusia).
  15. Gempa bumi 7 kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah “BREKASAKAN” yang menyeret manusia masuk kedalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia. < (banyak yang Bunuh Diri, tertimpa bangunan dan banyak lagi peristiwa tragis tapi miris).
  16. Demikianlah kata-kata Sabda palon yang segera menghilang sebentar, tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alam-Nya dengan Mokswa. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun Bagaimana lagi segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin dirobah lagi. > (Kata-kata terakhir daripada Prabu Brawijaya banyak diucapkan oleh orang sekarang, apabila terjadi musibah dalam hati menjawab ya…itu sudah takdir, kodrat mahluk hidup, tanpa memikirkan dengan otak yang Gratis ini yang diberikan Tuhan dibantu kasih sayang kedua Orang Tua. Hukum sebab-akibat tidak pernah diterapkan, karena sudah kita di bodohkan dengan Dajjal Arab. Bagi yang berharta, musibah ini ini tidak ada artinya tapi bagi orang miskin, kere, semua ini ada artinya, karena mereka memang memandang segala sesuatu dengan Uang, harta yang utama bukan Budi pekerti, budaya yang sudah diterapkan turun temurun sejak jaman Majapahit yang terbukti bisa menyatukan Nusantara dengan Rakyatnya adil makmur Gemah Ripah Loh Jinawi. Sekarang semua ramalan berjalan percaya ataupun tidak kenapa ??. Karena memang sudah ada yang diemong lagi oleh Hyang Sabda Palon. Yakni Raja Majapahit Masa kini yang mempertahankan Adat Budaya Nusantara tanpa mau tunduk oleh Dajjal Arab. Banyak yang mengaku keturunan Majapahit bahkan mengaku Raja Majapahit, tapi kehidupannya tidak identik sama sekali dengan sejarah Majapahit sebelum Islam (Abad 15 Islam Demak menghancurkan jaman Majapahit diseponsori Dajjal bermata satu merasa benar dan paling benar). Kalau dulu Jawa, Nusantara di Islamkan, di Kristenkan, Di Hindukan sekarang Islam, Kristen, Hindu di Jawakan artinya Jawa itu Ngerti, Contoh ada pengungkapan Oalah Cino iku kog Jowo tenan yo..yo ?. Itulah fakta yang akan merubah Nusantara andaikan semua orang mengerti dengan Sejarah dan Budayanya. Terkadang orang hafal sejarah dan budaya dari bangsa lain. Tapi Sejarah dan Budaya bangsa sendiri tidak mau. Adat-adat Nusantara di cap sesat, lontar-lontar atau Kitab-kitab majapahit kuno ajaran leluhur dianggap ajaran setan, leluhur dianggap setan, hantu. Padahal Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Darma Mangrwa serta semboyan untuk para prajurit di ambil dari kitab-kitab Majapahit inipun nantinya akan diganti dengan tulisan arab, Ironis !!. Sukses bangsa Arab menjajah negeri ini dan kami….(kalian) ketakutan kalau Bangsa Arab memutus hubungan kemana lagi berhaji itulah salah satu kemenangan mereka. Banyak orang Jawa memakai nama Arab biar mudah dihormati. Tidak peduli apa yang terjadi sesama bangsa sendiri saling membantai (lihat saudaranya digebukin gara-gara tidak sepaham dengan mereka), orang jawa yang sok kearab-araban lebih Arab daripada Bangsa Arab sendiri. Bangsa Arab masih punya hati Nurani menjalankan kehidupannya biarpun masih ada TKW kita yang dianggap Budak, toh memang sejarahnya begitu (Jahilliyah makanya sampai diutus Nabi untuk membetulkan tabiat mereka). Orang jawa yang kearab-araban lebih biadab dari pada orang arab sendiri, menggebuk yang lemah, membantai yang tidak tahu sekedar unjuk kekuatan. Sifat Dajjal memang seperti itu. lihat berita TV, KORAN (yang tidak merasa ya…jangan sewot) . Bangsa ini sudah punya Budaya sebelum Gujarat masuk membawa misi Agama, sudah punya Budaya. Ajining Bongso soko Budoyo !. Jangan terulang kembali peristiwa PKI yang langsung dibantai semua ataupun dicap untuk dimusnakan saudara kita, peristiwa 14-15 Mei 1998, Penggebukan aliran kepercayaan, dan Jangan mudah menamakan sesat bagi yang lainnya, hingga untuk memancing massa yang bodoh memang dibodohkan mudah menhancurkan sesamanya. Tidak semua massa tahu pokok pemasalahnya, mereka bodoh hingga dimanfaatkan oleh orang yang punya kepentingan dengan kepintarannya (pinter keblinger). Wahai kawula Majapahit jangan mau diadu domba lagi termasuk oleh bangsa sendiri, sadarlah !!. Dan pahamilah Sabda dari Hyang Sabda palon untuk mencintai Nusantara dan sadar akan terjadi dan sudah terjadi. Majapahit hancur oleh bangsa lain pasti maklum, tetapi Majapahit hancur oleh bangsa sendiri, wajahnya sama, bahasa sama dan satu Nusa satu Bangsa, Ironis !!. Penulis waktu mengungkapan hal ini sedikit bergetar dan ada sesuatu yang aneh tapi siap mempertanggung-jawabkan apa yang sudah di bagi melalui media ini). RAMALAN SUDAH BERJALAN MAU ATAU TIDAK MAU YANG DULU DILARANG BEREDAR, MENGAPA ?…… KETAKUTAN DAJJAL PULANG KEARAB. KARENA NUSANTARA SANGAT TERLALU KAYA RAYA BAGAIKAN SORGA TERMASUK ORANGNYA GANTENG DAN CANTIK. SEHINGGA MENJADI REBUTAN BANGSA LAIN. TAPI KARENA TIDAK BANGGA AKHIRNYA DIHANCURKAN OLEH DANYANG TANAH JAWA. NENEK MOYANG BANGSA KITA SUDAH SEJAHTERA MULAI ABAD PERTAMA, DIARAB MASIH PERANG SAUDARA DAN MASIH JAHILLIYAH. PATUT BANGGA, DIJAJAH SEKIAN LAMANYA BERARTI NUSANTARA MEMANG KAYA RAYA, KALAU TANDUS SIAPA YANG MAU MENJAJAH ?. (rahajeng dan rahayu untuk anda semua)