BANGKITLAH PEMUDA-PEMUDI MAJAPAHIT


Pidato terakhir pendiri RI Bung Karno adalah “JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH” yang dikenal “JAS MERAH”. Kita bukannya ingin mundur ke masa lampau,tapi kita harus bisa bercermin pada sejarah. Sejarah kita sangat lah hebat, dimana Kejayaan Majapahit yang mendapat predikat “KERAJAAN NASIONAL PERTAMA DI DUNIA” dimana GAJAH MADA Mahapatih Majapahit dengan semboyan “BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DHARMA MANGRUWA” berhasil menyatukan nusantara.

Ramalan SABDHA PALON menyatakan Majapahit akan bangkit lagi setelah 500 tahun keruntuhannya 500 tahun yang lalu.

Maka dari itu, para pemuda dan pemudi Majapahit harus bisa menyambut RAMALAN ini dengan berjuang dan

WELCOME BACK LELUHUR MAJAPAHIT

. Contoh Bung Karno berjuang didukung rakyat yang mimpi Ramalan Jayabaya akan berwujud dan benar-benar terwujud.

Kebo bule kalah karo jago kate wiring kuning cebol kepalang” (Kebo bule/Belanda akan kalah aloh jago kate warna kuning, pendek sekali) ternyata benar sebuah ramalan NISKALA tanpa diperjuangkan secara SEKALA pasti tak terwujud, Ramalan Sabdo Palon pun sudah merakyat dan meraka mimpi akan segara terwujud, Lawan dan Kawan sudah sama tahu ramalan ini, dan tentunya berjuang menghambat atau berjuang mewujudkan.

Penutupan PURI SURYA MAJAPAHIT TROWULAN sebuah contoh dimana di dalam puri ada PURA MAJAPAHIT dan Purananya ditutup, dengan SKB Menteri Agama dan Mendagri No: 1/BERN/MDN/1969. Bahkan candi para Leluhur Majapahit mau dirobohkan serta sulinggih agama Hindu yang tangkil ke pura sempat diseret keluar oleh imam/takmir Karyono disaksikan Kapolsek Trowulan Mojokerto di depan Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain-lain. Hyang Suryo Ketua/Penglingsir Puri Surya Majapahit oleh Ketua Pemuda Ansor Koirul Huda dituduh; meng-Hindukan orang padahal, Pura Majapahit adalah Pura Kawitan/Leluhur dimana semua beragama bisa tangkil karena manusia berasal dari Kawitan (Lingga-Yoni). Akhirnya masa yang didukung imam/takmir Karyono, Ketua Ansor Koirul Huda, Ketua Fraksi PKB anggota DPRD Mojokerto: Nurhadi, menyerang Puri, umbul-umbul, penjor dan lain-lain diturunkan semua termasuk papan nama Pura Majapahit. Ancaman, intimidasi, serbuan mewarnai Pura Majapahit. Bahkan penduduk sekitar oleh imam/takmir Karyono disuruh mengungsi Karena Pura Majapahit mau di Bom.

Menghadapi semua ini terjadi keanehan mangku Pura keraohan RATU MAS/MEME GANGGA, beliau berkata: “Dhe enyeh, meme dini jani, di meru kengken iye nguwuke, meme kel munggel nyen sing demen meme ke nguwuke”. Keajaiban terjadi Camat Trowulan yang nempel surat penutupan strok (lumpuh) masuk rumah sakit kurang lebih 3 tahun dan tewas. Ketua Ansor Koirul Huda dikeroyok, digebuki orang dan sakit dioperasi ginjalnya, dia dulu tinggi besar sekarang tubuhnya kurus mengecil dan banyak kejadian, orang yang tidak senang juga jatuh melarat rumah terjual, sakit dan lain-lain.

Akhirnya karena Pura Majahit Trowulan ditutup, leluhur Majapahit pindah ke Bali Leluhur Wisnu-Budha di candikan di GWK Ungasan, Ganesha-Budha di Buleleng dan IBU MAJAPAHIT di candikan di Puri Gading Jimbaran Banjar Buana Gubug .

Demikian lawan menuduh meng-Hindukan orang, Kawan (pemuda Hindu) member penghargaan Hindu Muda Award 2006. Lawan dan Kawan Mengakui Hindu, sedangkan saya “Cri Wilatikta Brahmaraja XI” (Hyang Suryo) tidak berani mengaku Hindu karena masih BERJUANG.

KALIANLAH WAHAI PEMUDA DAN PEMUDI MAJAPAHIT, BERJUANGLAH!!! Mewujudkan RAMALAN LELUHUR MAJAPAHIT Yaitu 500 TAHUN KEMBALINYA MAJAPAHIT.

THE TEMPLE OF MAJAPAHIT KINGDOM

SELAMAT BERJUANG!!!(Narasumber pembicara rembug nasional; Prof. Dr. I Made Titib, Ida Bagus Agastya, Sri Wilatikta Brahmaraja XI)