R.A KARTINI, PAHLAWAN ATAU YANG TERPASUNG ARAB


Hari ini kaum wanita merayakan hari Raden Ajeng Kartini sebagai Pahlawan dalam pergerakan kesetaraan dengan kaum laki-laki. IRONIS. Sebelum Islam masuk ke negeri tercinta Nusantara sekitar abad-15 tidak ada yang namanya diskriminasi contohnya pada masa Ratu Tri Buana Tungga Dewi, Ratu Sima, Ratu Suhita adalah contoh bagaimana kaum wanita sangat di hormati sebagai Ratu Majapahit, di Cina Ibu Suri sangat di hormati oleh Putra Raja dan kawulanya. Ini salah satu contoh, tapi semenjak bangsa Arab datang menjajah Negeri Ini dengan cara berdagang membawa juga misi agama, kaum wanita Nusantara hanya berada di sumur, di dapur dan di kasur. Terbukti Kartini menulis dalam buku habis gelap terbitlah terang, penindasan yang di alaminya membuktikan terpasungnya kaum wanita. Di dalam ajaran arab wanita di larang memimpin laki-laki. Megawatipun mencalonkan presiden dijegal macam-macam, IRONIS