MENUNGGU KEAJAIBAN MAHKOTA MAJAPAHIT
MahkotaRaja Majapahit yang tidak jelas juntrungnya selama ratusan tahun, tiba-tiba dikembalikan ke Indonesia. Hal ini konon merupakan pertanda kembalinya kejayaan Majapahit sesuai ramalan Sabdopalon. Tetapi beberapa pihak memprediksi lain. (Liberty Januari 2009)
Majapahit seperti ditelan bumi Hancurnya kerajaan besar ‘Nusantara tersebut seperti tak berbekas sama sekali. Hanya sejarah dan berbagai ramalan yang masih tersisa, sementara peninggalan bekas kerajaan yang pernah tersohor di dunia ini masih samar-samar. Jangankan harta benda, bekas keraton dan lokasi kerajaan juga belum
jelas, dimana letaknya. (sebenarnya letaknya sudah di ketahui tetapi
supaya peninggalan itu utuh dan tidak di hancurkan oleh oknum/kelompok
yang tidak menginginkan Majapahit berjaya kembali terutama bangsa Pedagang Gujarat Arab yang membawa perdagangan Islamnya, Red)
Setelah 500 tahun lenyap tak berbekas, belakangan ada upaya untuk merekonstruksi peninggalan kerajaan tersebut. Bukti-bukti sejarah dan peninggalan Majapahit dikumpulkan, dan pencarian lokasi kerajaan dilakukan, berharap kejayaan Majapahit kembali bersinar di Indonesia sebagai kerajaan yang disegani dunia.
Di tengah upaya pengumpulan bukti-bukti sejarah dan peninggalan Kerajaan Majapahit, terdengar khabar yang cukup menghebohkan. Pada tanggal 30 Mei 2008, mahkhota Raja Majapahit dikembalikan ke Nusantara. Makhota tersebut diberikan kepada yang berhak, sebagai keturunan langsung Raja Majapahit. Kini Makhota tersebut berada di tangan Hyang Bathara Agung Wilatikta Brahmaraja XI sebagai Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini. Makhota kerajaan Majapahit tersebut disimpan di Puri Surya Majapahit, di Perum Puri Gading, Banjar Bhuwana Gubuk, Jimbaran, Bali.
Menurut Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang juga pendiri Puri Majapahit, setelah berakhirnya kerajaan Demak, mahkhota tersebut dijual ke kolektor. Khabar terakhir mahkota tersebut dikoleksi salah seorang kolektor Singapura. Namun sebuah keanehan terjadi.
Museum tempat menyimpan mahkota tersebut di Singapura digoyang, dan silih berganti karyawan museum alami trans. Orang-orang yang kesurupan itu meminta makhota itu dikembalikan ke tempat asalnya yaitu kerajaan Majapahit. “Tolong kembalikan ke keturunan saya,” demikian dituturkan Sri Wilatikta Brahmaraja XI, yang mengaku sebagai garis keturunan raja Majapahit.(Ada bukti ilmiah secara tertulis dan ada ramalan ”pengangkatan tanpa surat sedawir”red). Way Ching Lee, salah seorang warga Singapura yang juga tercatat sebagai keturunan langsung Raja Tumasik, bekas wilayah kerajaan Majapahit. Way Ching Lee berinisiatif mencari pemilik yang sah. Didukung para dermawan dari Bangkok, Siam, Thailand, Singapura, Cina, dan Australia, mahkhota tersebut ditebus dari tangan kolektor untuk dikembalikan ke kerajaan Majapahit.
Lalu dimana Majapahit? Penerus Majapahit memang tidak jelas, tetapi salah satu daerah di wilayah nusantara yang masih bercirikan Majapahit baik dari adat, tradisi dan budayanya adalah Bali. Karena itu makhota tersebut diarahkan ke Bali.
Mahkhota dikirim ke Ubud, karena puri ini cukup dikenal di mancanegara
Yang dituju adalah salah seorang keluarga Puri Ubud bernama Cok Agung Kertiyasa alias Cok Ibah. Way Cing Lee beranggapan Puri Ubud adalah salah satu puri bekas Majapahit. Namun pihak Puri Ubud tidak berani melangkahi kewenangan, karena bukan keturunan langsung Raja Majapahit. Puri Ubud adalah salah satu keturunan pemegang kekuasaan Kerajaan Bali, sebagai bawahan Kerajaan Majapahit setingkat Gubemur Bali. Karena itu, keluarga Puri Ubud tidak berani menerima, kemudian ikut menelisik jejak orang yang berhak atas makhota tersebut.
Entah bagaimana ceritanya, mahkota tersebut diarahkan ke Puri Surya Majapahit, di Jimbaran, Bali yang baru dibangun atas prakarsa Hyang Suryo yang telah abhiseka raja sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI. Puri inilah sebagai tempat pemujaan leluhur Raja Majapahit dan para dewa Ciwa-Budha yang dipuja pada masa kerajaan Majapahit.
MEMBESAR MENGECIL
Makhota itu tidak serta merta diterima, karena khawatir bukan orang yang berhak. Termasuk Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang disebut-sebut sebagai keturunan langsung Raja Majapahit, tidak berani mengklaim sebagai orang yang pantas mengenakan makhota tersebut Seperti mendapat wangsit dari leluhur, sebuah solusi akhirnya tercetus. Makhota tersebut dicobakan ke beberapa orang yang bergelar bangsawan dan rohaniwan. Mereka yakin, makhota ini memiliki tuah gaib, jadi tidak sembarang bisa dikenakan kepada orang yang tidak berhak. Kalau tidak pas, pasti ada efek atau pertanda yang ditunjukkan secara gaib.
Pertama, makhota tersebut dikenakan kepada Dewa Agung Putranata,
Barangkali saja, para leluhur Majapahit berkehendak lain, sebagai keturunan Raja Bali Mula. Putranata memiliki postur tubuh sedang, seperti orang Indonesia kebanyakan sehingga diperkirakan pas dengan ukuran para raja zaman Majapahit.
Namun dugaan itu meleset, karena ternyata makhota tersebut kekecilan. Makhota tidak bisa masuk, dan terasa menjepit kepala. Buru-buru makhota itu dilepas dari kepalanya, karena Putranata merasa ada sebuah kekuatan yang menolak untuk dikenakan di kepalanya.
Belum mendapat kepala yang pas, akhirnya makhota itu dicobakan kepada Marchus dan Michael. Kendati dua rohaniwan asal Australia ini memiliki ukuran kepala lebih besar dari ukuran orang Indonesia, barangkali saja para leluhur Majapahit berkehendak lain. Namun ketika dikenakan, ternyata kedodoran. Makhota itu masuk hingga menutupi mata. Orang-orang yang menyaksikan hal itu, terperangah tidak percaya.
Secara logika, mana mungkin orang yang berpostur tubuh lebih besar memiliki ukuran kepala lebih kecil. 

Keturunan Raja Tumasik, Singapura memasang makhota Majapahit kepada Sri Wilatikta Brahmaraja XI. Terharu dan kesurupan setelah makhota dipasang (bawah).
Jika dibanding dengan Dewa Agung Putranata, ukuran kepala Marchus dan Michael lebih besar, yang berarti makhota tersebut seharusnya kekecilan. Namun malah sebaliknya kedodoran.
Semua orang yang menghadiri uji coba pewaris makhota yakin makhota tersebut bukan sembarangan, tetapi memiliki kekuatan gaib para leluhur.. Berawal dari sana, akhirnya perhatian beralih kepada Sri Wilatikta Brahmaraja XI yang disebut-sebut sebagai keturunan Raja Majapahit.
Orang yang dinobatkan sebagai Raja Majapahit IX ini pun diminta mencoba makhota tersebut.
Di hadapan para utusan negara donatur yang menebus makhota tersebut dari tangan kolektor, Hyang Bhatoro Agung Surya Wilatikta atau Raja Abhiseka Majapahit dengan gelar Brahmaraja XI mencoba makhota. Ternyata makhota tersebut pas di kepalanya.
Bersamaan dengan itu, terjadi sebuah keganjilan. Langit yang semula cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap. Hujan disertai kilat sambar-menyambar dan gemuruh angin seolah menjadi pertanda penobatan kepada pewaris sah makhota tersebut. Kejadian ini juga ditandai dengan munculnya sinar berwarna keemasan dari langit, mengarah ke Puri Surya Majapahit di bilangan perumahan Puri Gading, Jimbaran.
PERTANDA KEBANGKITAN!
Akankah kemunculan makhota ini akan membangkitkan kejayaan Majapahit yang pernah disegani kerajaan di seantero dunia? Lima ratus tahun sudah berlalu sejak jatuhnya Kerajaan Majapahit.
Sesuai ramalan Sabdopalon dan Noyogenggong, seperti dituturkan Sri Wilatikta Brahmaraja XI, sudah saatnya kejayaan Majapahit bangkit. Pertanda ke arah itu juga sudah mulai tampak. la menyitir ramalan Sabdopa-lon dan Noyogenggong yang berbunyi, “Wereng katah angdatengi, angin agung anggergisi. Alun munggah ring daratan.”
Ramalan itu, katanya, sudah menunjukkan buktinya. Para petani kehabisan akal karena hama dan penyakit menyerang tanaman mereka. Belum lagi kelangkaan pupuk yang berujung pada gagalnya musim tanam para petani.
Selain itu berbagai pertanda alam juga sudah tampak, seperti banjir bandang, gempa bumi, dan pageblug. Demikian juga air laut sudah menerjang daratan sebagai bukti kebangkitan Majapahit telah dimulai.
Abhiseka keparabon sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI bukan tanpa alasan yang jelas bahwa dirinya mendapat mandat untuk membangun kejayaan Majapahit. la melakukannya karena petunjuk gaib, di samping silsilah keluarga sebagai keturunan langsung dari Sri Brahmaraja I. “Semua berdasarkan bukti ilmiah, bukan rekayasa,” akunya.
Bukti-bukti itu didasarkan bebera-pa kenyataan. la mencontoh, saat KTT pemanasan Global yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Amerika tidak mau menandatangani kesepakatan. “Utusan
negara adidaya itu saya ajak melakukan ritual memuja Dewa Wisnu di.
GWK. Keesokan harinya, ia langsung tanda tangani kesepakatan. Kemudian setelah itu saya ditelepon para utusan dunia,” kenangnya.
“Saya juga masih berpegang pada. ajaran Siwa Budha sesuai kepercayaan yang dianut para leluhur Majapahit yang telah dilupakan orang lain. Selain itu, saya juga sudah mem-buktikan bahwa saya bisa menyatukan semua agama dalam tradisi Majapahit (ada dokumen otentik). Hingga saat ini saya berjuang terus untuk menyatukan dan menciptakan perdamaian dunia, termasuk membersihkan dunia dari kekotoran,” jelasnya memberi bukti bahwa dirinya merupakan utusan leluhur Majapahit
Bukti ilmiah lainnya adalah serat Sabdopalon dan Noyogenggong yang menyebutkan, jikalau suatu saat nanti ada orang Jawa yang memakai nama tua dengan senjata ilmu kaweruh, itulah yang dipilih (diemong) Sabdopalon.
Orang Jawa yang tidak mengerti Jawanya, akan diajari untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Menurutnya, bukti-bukti itu mengarah kepadanya karena selama ini banyak orang memanggilnya dengan sebutan Hyang tetapi lebih sering di singkat ”Eyang” yang berarti dituakan.
Dan yang paling otentik adalah makhota kerajaan Majapahit yang pas dikenakan di kepalanya sebagai pertanda bahwa dirinya adalah trah Majapahit yang ditugaskan membangun kejayaan Majapahit.
(Tidak ada tujuan lain selain membawa kawula Majapahit untuk lebih
mencintai Tanah Airnya serta Budaya dan adatnya serta ritualnya yang
akan di hapuskan secara perlahan oleh bangsa Arab supaya terus setor
kekayaan ke Negeri Padang pasir). Kasunyatan Lihat Televisi, koran dan
lainnya, Sadarlah !!.
la percaya, setelah dirinya dinobatkan sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI, Sabdopalon akan segera muncul untuk menjadi penasihatnya. Dan sekarang sudah jalan, “Setelah saya muncul sebagai raja Majapahit, Sabdopalon pasti bergerak karena abhiseka saya sebagai symbol. Mana mungkin ada penasihat kalau tidak ada rajanya,” akunya yakin.
la pun mengaku sering kontak dengan dunia leluhur, termasuk dengan Sabdopalon. “Bidang niskala (gaib), saya sudah 50 persen ada di dalamnya, saya juga kontak dengan Sabdopalon,” akunya.
YAKIN ASLI !
Berdasarkan teropong gaibnya dan bukti-bukti ilmiah yang ditunjukkan, ia yakin bahwa makhota tersebut asli milik Raja Majapahit. Makhota.terbuat dari emas bertatahkan permata yang nilainya mencapai milyaran rupiah.
Menurut hasil penelitian para ahli, makhota tersebut berumur ratusan tahun, bukan buatan baru karena bentuk, model tatanannya dan bahannya khas Majapahit. “Untuk apa para donatur luar negeri urunan dana mengembalikan makhota tersebut ke pemiliknya. Kalau hanya mencari sensasi, rasanya mustahil,” akunya. Namun tidak diketahui, pada zaman raja siapa makhota tersebut dibuat. Apakah prabu Hayam Wuruk, atau generasi sebelumnya.
Makhota juga menunjukkan bukti-bukti kegaiban. Di Singapura sempat menggemparkan museum karena karyawan museum silih berganti kesu-rupan. Makhota itu memilih kepala sendiri yang dianggap cocok sebagai tuannya. Selain itu juga ditandai dengan berbagai kejadian aneh seperti angin gemuruh, halilintar dan sinar keemasan pada saat makhota dike-nalan Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Dan setelah menerima makhota tersebut, Sri Wilatikta Brahmaraja XI mengaku pikirannya menjadi terang dan cemerlang. Berbagai konsep untuk kejayaan Nusantara dan perdamaian dunia tiba-tiba muncul, menjadi pemikirannya. Anehnya lagi, ia dipercaya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dunia, termasuk sering dihubungi para pembesar dunia. Seperti saat KTT pemanasan global, ia berhasil membujuk Amerika menandatangani kesepakatan. Padahal, juru lobi dunia tidak berhasil membujuknya.
TIGA PERMATA
Ada sebuah keganjilan yang terli-hat dari makhota tersebut. Tiga buah permata sebagai hiasan, hilang seperti sengaja dicongkel. Menurut Sri Wilatikta Brahmaraja XI, tiga permata tersebut dicongkel dan dijual para kolektor yang sempat memegangnya. Satu permata rubi konon berada di Amerika, satu buah permata blue diamond (safir) dibeli orang Inggris, sedangkan satu permata jambrud diboyong kolektor Hongkong. Pihak Singapura yang diwakili Way Ching Lee bersama para donatur mancanegara berjanji menebus permata tersebut
untuk dikembalikan. (Majapahit Nusantara akan Jaya kembali kalau tiga
permata kembali, tetapi bangsa penjajah termasuk Arab tidak
menginginkan Kejayaan Nusantara kembali supaya terus bisa bercokol di
Negeri yang makmur ini)
Sebagai sebuah makhota symbol kebesaran, ada pihak yang menilai peristiwa tersebut merupakan suatu yang cacat. Artinya, tidak sempurnanya makhota tersebut juga merupakan pertanda ketidaksempurnaan Majapahit. Mungkin saja, bila tiga permata itu dikembalikan dan dipasang kembali, kesempurnaan itu baru akan diraih.
Bukti tentang hal itu kerap dilihat dengan berbagai permasalahan social politik yang terjadi di salah satu bekas wilayah kekuasaan Majapahit ini. Indonesia masih terus berkutat dengan berbagai persoalan sosial politik.
Namun yang lebih mengkhawatirkan dengan munculnya makhota Kerajaan Majapahit di awal tahun 2009 ini, diprediksi sebagai pertanda rawannya permasalahan politik di Indonesia. Sebab, menurut pandangan beberapa waskita (peramal), Majapahit tidak pernah lepas dari persoalan politik hingga membuat kerajaan itu hancur berkeping-keping dan tenggelam bagai ditelan bumi.
Sejak kerajaan tersebut didirikan pasca Kerajaan Singosari, terjadi berbagai peristiwa politik. Pemberontakan Patih Nambi dan beberapa pembesar kerajaan lainnya, merupakan bukti ke-kacauan politik di kerajaan tersebut. Termasuk juga saat pengislaman Majapahit, tak terlepas dari perseteruan politik untuk merebut makhota kerajaan.
Tahun 2009 merupakan tahun perhelatan politik di Indonesia. Akhir 2008, tiba-tiba saja sebuah makhota yang disebut-sebut milik kerajaan Majapahit dibawa ke bekas wilayah kerajaan besar di Asia Tenggara ini. Ada yang memprediksi, hal ini merupakan sebuah pertanda bagi kerawanan peta perpolitikan di Indonesia karena akan digelar Pemilu. Persaingan untuk memperebutkan tahta negara tak ter-hindarkan, sehingga tak tertutup kemungkinan akan muncul pertikaian politik.
Namun prediksi tersebut dibantah Sri Wilatikta Brahmaraja XI. Menurutnya, ramalan atau prediksi tersebut tidak mendasar dan tanpa bukti. Yang jelas, menurutnya, dengan kembalinya makhota kerajaan Majapahit ke bekas wilayahny
a, sebagai bukti bahwa ramalan Sabdopalon dan Noyogenggong akan segera terwujud. Kedamaian dan kejayaan yang pernah ada pada zaman Majapahit akan kembali bersinar (kalau bangsa ini menginginkan). Negeri ini akan kembali menjadi mercusuar untuk menciptakan perdamaian dunia. Mana yang benar dari ramalan tersebut, kita tunggu kenyataannya. • Oleh Wartawan senior Liberty *Ana*

Anonymous 02:46 pada 22 Mei 2009 Permalink |
sing nawang unduk ne…pusing
Anonymous 07:11 pada 7 Juni 2009 Permalink |
OCREE YEN SING NAWANG METAKON
Luhtu 14:56 pada 30 Juli 2009 Permalink |
semangat metakon bagi ane sing nawang…..
Yan bagix 12:23 pada 18 Oktober 2009 Permalink |
Sajan to nah? Jeg ganyang bangsa arab penjajah to. Coba ado bencana ing taen nyumbang mai, tlah pis anggo naik haji
Mas boz 11:21 pada 31 Oktober 2009 Permalink |
Msak sih ? Koq kyak ngaku2 dech..
Lhat ja bntar lagi akan muncul raja majapahit yg sbnarnya…
Yayasan 01:45 pada 1 November 2009 Permalink |
@Mas boz;……Kalo ngaku-ngaku tidak…hanya wakil dunia mengakuinya…dan Beliau mengaku keturunan yang kesebelas…Ya gak mungkin ngaku keturunan Muhammad,Isa atau Abraham lincons…ada bukti GEN dan DNA serta tertulis aktanya…silahkan baca yang lain dan dicek di PURA/KERATON IBU MAJAPAHIT…karena Raja itu diplih “tanpo surat sedawir”..ngertikan artinya..Beliau sudah berabiseka sejak umur 6 tahun…itulah Tradisi di Keraton…kenapa dulu tidak ada…biarpun gak ada yang menulisnya serta mempublikasikan tapi tradisi itu terus berjalan…dan dikira Trah Majapahit itu musnah…jawabnya TIDAK…MASIH ADA…bisa ditelusuru dan dicek…kalo yang ngaku-ngaku memang banyak…makanya dianggap semua sama…dengan pemikiran…MENIPU..maklum sudah sekian lama memang sejarah bangsa ini di sunat…tahu apa disunat dipotong….??? semoga Anda paham !!
AremaJajagu 03:46 pada 8 Maret 2011 Permalink
Ya banyak trah majapahit, tapi trah jurusan mana, ada yg dari kertabumi, ada yang dari wirabumi, ada yang dari raden patah. Yang di blok ini trahnya gak jelas jangan2 trahnya Jaya Katwang kadiri. Yang sudah jelas trah dan kelanjutan majapahit ya yang memimpin Negeri ini Sukarano jelas ada darah majapahit, Gus Dur juga jelas masih ada keturunan majapahit, SBY juga serta Keraton Jogja dan Solo dari jalur K Ageng Pemanahan termasuk juga seluruh keturunan Ki Ageng Pengging turun ke Jakatingkir.
Yayasan 01:47 pada 1 November 2009 Permalink |
Dan semua orangnya disini masih ada belum mati bisa ditanya satu-persatu…silahkan dicek…
Yayasan 01:49 pada 1 November 2009 Permalink |
Mangkunegaran juga masih ada…Bali juga masih ada…PURA MAJAPAHIT TROWULAN masih ada KADHIRI MASIH ADA coba ditelusuri…ya
Yayasan 01:50 pada 1 November 2009 Permalink |
Kami maklum dan sadar anda pintar tapi kan gak tahu…
alvatarz 18:37 pada 8 November 2009 Permalink |
Mahkota itu hyn benda mati, ngak ajaib.
Dewi kwan im dan Sabda Palon, dewa wishnu kerauhan. Itu yg aneh bin ajaib.
Saya kasi tau ya.
Yg tertulis, ad.
Kebangkitan Sabda Palon Untuk Menghancurkan siapapun yg menentangnya.
Kan jelas tertulis begitu.
Yg buta huruf pasti gak bisa baca..
Ngak ada tertulis kata2 kebangkitan Majapahit.
raja majapahit, mahkota majapahit, kerauhan2.
Belajar membaca dulu baru memainkan akting.
Jelas banget bohongnya.
Ha…ha…tapi asyik juga sbg bahan penelitian.
wong sakti 21:32 pada 16 April 2011 Permalink |
alvatarz ga ngerti gaib dia seperti unta arb bego asuuuuu
PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT 10:16 pada 10 November 2009 Permalink |
O…o BERARTI ANDA INI TIDAK MEMAHAMI DAN MENGERTI ALVATAR AZ DARI USU…TAPI ITU HAK ASASI ANDA…SILAHKAN PAKAI PENELITIAN….SEMOGA SUKSES PENELITIAN ANDA…BIAR PENELITIANNYA JELAS … BERANI PASANG MUKA…JANGAN PASANG SILIT…HAK ASASI…KEMUKAKAN PENDAPAT…SEMOGA TIDAK ASAL NJEPLAK DAN NYABLAK…UNTUK ALVATAR AZ YANG SATU INI PEMUDA PALING BRILLIAN…HEBAT TAPI JANGAN HANYA KOAR-KOAR SAJA…TUNJUKKAN …. PERJUANGANMU UNTUK DUNIA SEBELUM KIYAMAT MENGHAMPIRI
We We 10:22 pada 10 November 2009 Permalink |
Kisah ini ada sudah sangat lama dan disaksikan ada saksi wakil dari dunia termasuk saya… Kamu baru PENELITIAN….ha…ha…hwa….hwa….tar ..tar…tarmin…
We We 10:26 pada 10 November 2009 Permalink |
Kamu dapat baca sudah untung Tar…Tar bolehlah pakai bahan penelitianmu…tapi kalau menelusuri Majapahit kamu ketinggalan bemo…ha…hwa…hwa….hwa…..
Haji Sodron 10:28 pada 10 November 2009 Permalink |
Matamu gak baca semua … congormu sudah…sudah nyablak…lebih bagus burung beo…la kamu ini tar…ngawur…
PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT 10:32 pada 10 November 2009 Permalink |
MASIH ADAKAH PAHLAWAN YANG SAKTI
Semua Orang sudah Tahu tentang Cerita Syeh SITI JENAR, Orang Sakti yang dikeroyok Wali Songo, Dan Rela meti demi Ambisi Sembilan Wali agar Tak Terkalahkan Agar membuktikan Ilmu Arab tetap Unggul.Siti Jenar atau lemah Abang terbukti Sakti Tak Terkalahkan Berkat Ilmu Majapahit nya, Dia tidak mengaku Allah, Maksud nya Orang harus Sejalan dengan Allah, Bila Orang di Jalan Allah tentu dalam dirinya ada Allah, Tapi Banyak Orang mengaku atas nama Allah tapi perbuatannya Nyimpang dari jalan Allah itu sendiri, dan Sampai Kapanpun kalau Islam Arab dialog dengan Ilmu Jawa pasti kalah, maka ditumpaslah Ilmu jawa sampai detik ini,
Dimana bila islam nyimpang dari arab pasti akan di tumpas. lihat TV selalu ada saja Aliran yang dituduh Sesat. Ini gara gara Orang harus Punya Agama, Lalu Orang terpaksa masuk Agama Islam sebagai Payung Hukum tidak tahunya ini hanya Jebakan untuk di Tumpas, sejak 1965-1966 Dimana Islam berhasil Mancing diair Keruh danya Peristiwa G 30 S PKI dengan Senjata menuduh Komunis Islam bisa menumpas Lawan Politiknya dengan sukses, dengan membrangus Semua Ajaran selain islam. Padahal sudah Ketahuan semua itu Kebohongan seperti Film G 30 S PKI sudah daanggap Kebohongan dan tidak diputar lagi, tapi hasil Kebohongan karena sudah mengakar, Dan memang Masyarakat sudah Bodoh pembodohan pun dilestarikan dan dibuat tidak mengerti,
bahkan makin dibuat terang terangan Kebohongan diatas bangkai kebodohan. Baiklah kita lihat di Jawa bahkan Golongan Keraton Ilmu Siti Jenar masih Eksis dianut Biarpun Ilmu Arab dengan dibantu MUI menyesatkan Aliran secara hebat tapi sulit membranras, karena biarpun kecil tapi Besar Ilmunya. ini contoh, Lalu dimana Tempat sebenarnya Siti Jenar atau Lemah Abang ini? Sampai sekarang masih Misteri, Adalah Hyang Suryo Orang aneh Bahkan ketika Meruwat Kadhiri Spanduk Penyambutan ditulis “SLAMAT DATANG HYANG BHATARA AGUNG SURYA WILATIKTA” bagi Arab hal ini tidak mendapat perhatian karena nama ini dianggap Kafir, tapi Bagi Orang Jawa dan Bali yang masih menganut Budaya Jawa yang artinya Baik dalam segala Hal kenapa? ambil contoh “KOK JOWOMEN LONDO IKU, KOK JOWOMWEN CHINO IKU” Orang baik dibilang Jawa, Sekarang ngaku Jawa tidak tahu adat dan masalah Jawa tapi Arab. Orang Jawa Barat pun tidak berani ngaku Jawa karena berat Kalau tidak bisa menunjukkan ke Jawa annya jadi cukup Sunda. Kembali kenapa “HYANG BHATARA atau HYANG BHATORO ditambah Agung lagi” ini nama Dewa. kalau dipikir mungkin Satu Satu nya diranah Jawa dan Agama Hindu se Dunia ada Orang namanya Hyang Bhatara, dan lebih aneh Lagi nama ini biasa lagi di Kadhiri, Solo, Jogja dan di DUNIA Hindu maupun Islam Kejawen bukan Arab. Jadi memang kalau dipikir cukup aneh juga.
Tapi ini justru Inilah kebanggaan Majapahit masih punya Bhatara Majapahit. Jaman dahulu atau Majapahit istilah Bhatara itu biasa seperti Bhtara Kadhiri, Bhatari Daha, Bhatara Kahuripan, Bhatara Jenggala dll dan istilah ini hilang setelah Islam berhasil menumpas Majapahit yang mengharamkan istilah Dewa yang dianggap setan / musrik sebab menyekutukan Setan dengan Allah itu sirik dan Neraka Jahanam ganjarannya itu kata kitab Arab Quran yang baru ada 1500 tahun yang lalulah kurang lebih nya,Dimana kitab ini Sukses berkat Bisa Menumpas lawan, Pertama Sukses Menumpas Kristen Jesus di wilayah Timur Tengah dimana Jesus dikenal. Di Nusantara hanya sukses Menumpas Majapahit Trowulan pusat simbol Pemerintahan Nusantara kemudian dihambat Kristen Belanda yang yang diasal pusat Kristen Porak Poranda oleh Islam semua Gereja sudah dijadikan Masjit islam. Dan Barulah 1965 Islam bisa menguasai Nusantara dengan berhasil menumpas Lawan lawan Politik nya dengan senjata tuduhan “KOMUNIS TIDAK BER TUHAN” siapaun yang di Cap Komunis barhak di Bunuh sampai Akar Akar nya. Inilah Kemenangan Telak Islam. Dengan menumpas adat Jawa dan China atau Siwa Budha, hingga di pedesaan benar benar dikuasai, dan tidak ada ruang gerak bagi Aliran / Agama Lain, mereka mengawasi dengan ketat dan Menumpasnya. Dan hanya satu yang lolos Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta atau yang berabiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI ini nyata, Tempat Leluhur Majapahit tetap utuh sampai sekarang, dan Hanya di Tutup. Karena Orang sudah mulai Pandai dan Mengerti perlu dibuka Rahasia leluhur Majapahit dan ilmu Ilmu nya yang memang dimusuhi Arab, karena kalau ilmu ini Lestari Arab tidak bisa menipu mangkanya Orang sakti Harus di Tumpas habis agar Kibulan jalan. Contoh 1965-1966 secara Terselubung disinilah juga Orang Sakti dihabiskan denga Tuduhan Komunis / PKI untuk bukti banyak cerita tercecer Orang sampai diseret mobil, dimasukkan Drum dan dilas, itu di Gemeh Denpasar ada Mangku dulu sulit dibunuh alkhirnya menyerah dan mau mati juga Mangku Gemeh punya anak Perempuan 1965 usianya 16 tahunan kurang lebih, Dahulu pasti Seorang mangku Sakti punya Andalan entah Lontar atau apapun Ilmu mudah mudah an Anak Mangku ini mewarisi dan bisa di Lestarikan. Kenapa kok Mangku yang tugasnya Spiritual dan yang Sakti harus di BUNUH ?
yang Ironis di Jawa Orang Kejawen / Pinisepuh yang jujur tidak pernah Usil sama Orang pun harus di TUMPAS kenapa ? sampai ada Orang masa kini yang melihat sendiri bahkan bertanya ke Hyang Suryo ini Orang sering main ke Pusat Informasi Hyang Suryo di Trowulan dan ini Orang Trowulan bercerita bahwa ada Orang Saptodarmo yang tidak pernah usil, bahkan Orang nya baik kenapa harus di bunuh? dari sini jelas bahwa Islam takut ajaran Jawa yang baik akan lestari menghambat penyebaran Islam. ini hari Pahlawan 10 November Pahlawan Sejati sudah pada habis satu persatu jadi generasi 45 tentunya ya ada tapi kan pikun dan dianggap kurang pendidikan, kini yang muncul Pahlawan Alvatarz yang tidak mengerti bahkan menghina adat sendiri, tapi tetap kita beri kesempatan Pemuda kita yang brilian ini untuk ikut menyebarkan adat Pujaannya, dan itu sebenarnya kecil tapi nama nya orang tertumpas juga kita harus kasihan, berilah harga diri kita ikutkan namanya disini, Karena ingin terlibat tapi dengan cara nya yang sok Jagoan ini bagus juga Pemuda yang ingin hebat kita harus bangga dengan semangatnya dengan trik menjatuhkan Orang terkenal agar dirinya dikenal juga.
Kembali ke Sakti Banyak cerita Siti Jenar jaman Majapahit akhir biarpun ditumpas tapi Ilmunya tetap Abadi bahkan tetap dipelajari diam diam, Dan tempat Padepok’an ternyata sudah ketemu dan Yang tahu justru Hyang Suryo, menurutnya sulit dicapai melalui 7 sungai jembatan sesek / gedek Motor bisa mencapai, dari Dialog dengan Beliau , Eyang Lemah Abang ini tidak mau tempat nya diketahui nanti akan dibuat Tambar / Leteh oleh Islam Arab, Memang masuk akal ternyata tempatnya tidak jauh dari Majapahit, dan Orang malah mencari di Jawa Tengah sampai Cirebon ini Keliru, Karena Eyang Siti Jenar ini memang di undang ke Demak tapi tidak mau datang dan tempat nya sangat jauh dari Demak. Hyang Bhatoro Agung ketemu Siti Jenar ketika di Candi daerah Malang dan memberitahu Padepok’annya Tanahnya memang merah padahal daerah Majapahit termasuk jarang / Langka Tanah Merah. Dahulu Hyang Suryo tidak tertarik dengan Polemik Siti Jenar berada, Tapi tidak sengaja bertemu karena hanya kesamaan Ilmu saja, sebetulnya Siti Jenar bukan Islam tapi karena Agama ini harus di anut yang terpaksa di anut juga demi Persahabatan dengan para Wali, Setelah Wali berkuasa lalu di Panggil agar bisa digunakan sarana menarik Umat tapi ditolak. Seperti sekarang pun banyak Karena tidak punya Payung jadi mengaku Islam, tapi menyimpang dari Arab ingin menggabungkan Jawa dengan Islam agar baik tapi arab tidak mau harus sesuai Quran dan Hadist, tidak bisa digabung Jawa yang musrik inilah persoalannya akhirnya ya itu tadi dianggap Sesat, untuk itu Kejawen harus berani sekali lagi Berani bikin Payung sendiri,
ambil Contoh Konghucu sudah diakui, karena punya Nabi dan Kitab, Sebaiknya kalau punya Panutan dan Buku Ajukan juga ke Pemerintah kumpulkan Aliran Aliran Kejawen itu dan bersatu mengadakan Pertemuan lepas Ambisi Pribadi dan merasa benar sendiri jangan mengadopsi Kitab Arab agar tidak disesatkan, Kitab Kuna kita banyak kalau mau cari di Gedung Lontar Kertiya Musium Buleleng bahkan kitab Sutasoma pun ada disana.Inilah Saran agar tidak DIPANGGIL dan DIBUBAR kan Pemanggilan ini sudah Sejak 500 tahun yang lalu Yang dipanggil Pertama Oleh Pemerintahan Islam ya Syeh Siti Jenar akhirnya harus rela di Bunuh, sampai detik ini pun ya terus DIPANGGIL Bubar apa tutup apa Hancur, Karena ilmu ini membahayakan Kitab Terakhir Quran. Menurut Siti Jenar Tuhan ada diurat Leher jadi Tuhan ada dalam diri Sendiri, ini diplesetkan ngaku dirinya Allah dan harus di Tumpas, Nanti Kyai bisa tidak laku kalau semua ngerti, contoh Malaikat menyalakan Dupa agar Permintaan Doa Orang Orang saleh naik bersama asap Dupa kehadirat Allah, inipun harus ditumpas dan tidak boleh disiarkan nanti Umat nya bisa Langsung ke Allah Pimpinan Islam tidak laku, Dia tidak mencontoh bahwa tiap Orang ada bakat dan tugas nya sendiri sebdiri, dianggap semua sama inilah kebodohan hanya keserakahan diri yang diutamakan tapi mereka menang di negri ini biarpun main kasar, Lihat Budha tidak menarik umat, bahkan parah ajarannya Tidak Boleh Makan Daging / Vegetarian mengajarkan Kasih, Toh Orang tetap tertarik untung China kuat tidak di Tumpas Islam, hingga tetap melestarikan itu VCD VCD Mantra Buda / Kwan Im / Konghucu kini banyak beredar, Dulu China dituduh Islam sebagai Komunis Tidak Ber Tuhan, kini terbukti Vihara / Klenteng di China Lestari Patung Patung Budha, Kwan Im dan dewa Dewi masih bisa dilihat dan utuh, disini? Patung Budha dan dewa Dewi pada hilang kepalanya.Ini berkat Ajaran Islam memang Berhala harus di Hancurkan. Baiklah kita buka Ilmu Jawa Dulur Papat Lima Pancer istilah ini tiap orang sudah tahu, yaitu Kakang Kawah, Adi Ari ari, Geteh dan Puser.ini mirip cerita koma. Kelahiran kita berbarengan Kakang kawah atau Air, Adik Ari Ari, Darah /Getih dan Pusar tempat saluran makan.
Inilah Saudara kita yang bareng dilahirkan, Contoh adat Jawa Ari Ari dimasukkan Kendil di beri Buku, Pulpen alat sekolah biar Pandai di larung di Sungai / Laut, dari penyelidikan 1980 an yang melakukan adat ini justru banyak Etnis China dan Jawa Ningrat sianak memang Pandai sekarang ini yang Orang Tuanya memakai adat ini, Mengenai Orang kecil yang memang sudah tidak mengerti Adat ya kita maklum sudah beberapa turunan Sengsara dan didoktrinasi adat Arab, jangankan adat, Tanah Air saja tidak ngerti, mati pun siap untuk Arab dan memang mereka digunakan untuk Pengantin Nge Bom, Pasukan numpas bangsa ini.Dan ini akan berjalan terus karena Ilmu Jawa sudah tidak mungkin diterima karena Doktrinasi tidak boleh Menyekutukan Setan dengan Allah. Dan apapun Ruang gerak Jawa sudah tertutup Mereka islam menguasai Media cetak dan TV, jangan mimpi bisa tampil kalau tidak Pakai acuan kitab import,
akhirnya dengan adanya Kebuntuan Muncul Alvatarz Alvatarz yang ingin tampil karena buntu cari jalan pintas menjelekkan Orang Terkenal biar ditanggapi. Sebenarnya ya kasihan Pemuda kita mereka ingin Jadi Orang Hebat dengan cara mempelajari Kehebatan Orang Luar, “Gajah didepan mata tidak kelihatan, Kuman sebrang Lautan Nampak jelas” Ilmu dalam Negri demikian Hebat nya Malah ilmu Luar yang hanya janji kosong utuk umum bukan pribadi dibilang Hebat malah di pribadikan untuk gebug Orang ini lucu, tapi biarlah memang tiap orang punya cara mencari Kehebatan diri dengan menjatuhkan Orang tanpa melihat siapa yang dijatuhkan, inilah Hebat nya Pemuda masa kini cukup bermodal Ilmiah dan lebel Mahasiswa, tanpa dibarengi Lelaku yang memadai jadi hanya pinter Ngomong. Contoh Jesus sampai dibarengi Bertapa 40 hari 40 malam bisa bertemu Iblis 3 X tidak ada yang berpikir makna ini, Akhirnya Mati di Kayu Salib butuh waktu Ratusan tahun baru Sukses Ajarannya, baru Sukses sudah di Tumpas Ajaran Baru Islam. Konghucu pun ketika Mati merasa penuh kegagalan baru 100 tahun kemudian baru berhasil diakui Ajarannya, ini untung tidak ada yang Numpas Lestari hingga kini dan bisa menerima adopsi Aliran lain. Putri ketiga Raja Miao Ciang yaitu Miao San sejak Mokswa usia 17 tahun sebagai Dewi Kwan Im karena bertapa digua Kwn Im Ajarannya Sukses hingga kini menghormati yang tua Budha dan bersatu jadi perantara Budha dan Manusia dan ini Sukses hingga kini, Islam malah numpas yang tua Jesus bahkan bermusuhan sampai detik ini lalu setelah adanya Agama kok untuk Perang, Muncul Islam Perang Salib dan Kristen di Tumpas Genosida. Gara gara Tumpas menumpas ini melahirkan generasi baru Alvatarz dengan yang besar jelas kalah dengan yang kecilpun di negri ini pun sulit diterima, akhirnya berpura pura memuji Kwan Im , Sabdopalon, Budha , Jesus untuk menggebuk Orang tanpa belajar sejarahnya cukup dengan Kitab injil, Runyam akhirnya berbalik Semua dianggap salah Argumen diri nya Paling benar ini niru Trik Islam tapi ngaku Kristen akhirnya kebingungan tidak punya pegangan. Dan Hebat nya tanpa pegangan pun berani mengeritik Orang yang pegangannya kuat seperti Hyang Suryo, cukup kita acungi jempol Pemuda yang masih Kuliah di USU ini, Mudah mudahan Ambisinya terkabul menjadi Pahlawan tapi tidak sakti. Yang dibutuhkan Bangsa ini sekarang adalah Pahlawan yang Sakti, bukan sekedar pinter ngomong, Pahlawan yang bisa menyadarkan bangsa ini dari kebodohan, Pahlawan yang bisa menunjukkan bahwa Ilmu dalam Negri masih bisa jadi Acuan, mengingat Gagal nya Ilmu Import. Islam itu import tapi kan Sukses Numpas Ilmu dalam negri dan membuat Bangsa jadi begini ini. Semoga hari Pahlawan ini bisa memunculkan Pahlawan baru yang ngerti dan sakti.[Ustad Noko Sadar]
alvatarz 18:16 pada 10 November 2009 Permalink |
ha…ha…
Yg pgn jadi terkenal dan merasa diri pahlawan itu hanya sekumpulan org tak bermoral. Apalagi pimpinannya.
Yg menghina Ajaran agama itu justru kalian yg sebenarnya tak bertuhan.
Yaitu Siapapun yg mengaku2 kesurupan roh kudus, dewa dewi, budha.
Ingatlah dosa terbesar ad.menghujat dewa dewi penyebar agama, yg berarti menghina Sang Pencipta Alam Semesta.
Pahlawan bukanlah seorg manusia pintar dan sakti.
Setinggi apapun kepintaran dan kesaktian manusia tak bisa menipu saya, apalagi Sang Pencipta.
Tak perlu sakti dan pintar, tapi pahami dan laksanakan ajaran agama dgn benar. Maka manusia sudah jadi pahlawan utk diri dan org2 yg dikasihinya.
Saya memang tak pyn kesaktian apapun, tak pintar. Tapi sy dpt membedakan yg benar dan salah. Dpt membedakan setan dan malaikat (dewa dewi, budha,roh kudus).
Dan sy tahu, bkn cm sy.
abis… Udah kebanyakan metode upacara agama dgn kesurupan2.
Bosan lihatnya.
Sy tak perlu dikenal olh dunia krn sy bukan penyebar agama, bkn raja, pejabat, pendeta, paranormal dsb.
Sy cm ingin menyadarkan siapapun yg membaca tulisan2 saya untuk kembali ke ajaran agamanya yg benar.
Hindu kembalilah, jalankan ajaran hindu dgn benar.
Budha, jalankan ajaran budha dgn benar.
Kristen, jalankan ajaran kristen dgn benar.
Semuanya terserah anda memilih.
Ketahuilah.. Gerbang sorga dan neraka telah terbuka.
wong sakti 21:28 pada 16 April 2011 Permalink |
alvatarz yg masuk neraka gendeng alvatarz
Poleng 09:19 pada 11 November 2009 Permalink |
Busssyet….sombong benar orang berinisial Alvatar Az ini…dari USU atau numpang nebeng biar terkenal…kalo gak ingin terkenal kenapa menghujat yang lain…jaman edan wis kebliger tar..tarmin ini….bussyet…
Poleng 09:20 pada 11 November 2009 Permalink |
Dia gak liat faktanya asal munyi bungutnya….
Godel 09:21 pada 11 November 2009 Permalink |
Seonngok pemuda pengecut alvatar ini…sok paling benar….juancuuk
Godel 09:24 pada 11 November 2009 Permalink |
Diman-mana tulisannya mengkritik tanpa melihat kejadiannya…dasar pemuda tai koen iku TAR
Godel 09:25 pada 11 November 2009 Permalink |
sEMUA AGAMA import kamu keritik dimanA mana tar…tar…apa maunya ketemu tak sobek-sobek mulutnya…
alvatarz 19:13 pada 12 November 2009 Permalink |
hm…
Bukankah kalian maha Sakti ??
Sabda Palon aja harus tunduk pada raja majapahit.
Mengapa hrs ketemu br bisa nyobek2 mulut saya.
Ha..ha..ha.. Its very2 funny man.
Sudah saatnya pemuda menasehati orang2 tua yg salah jalan.
Oh.. Ya for this web ini, sy udah puas memberi peringatan dan nasehat.
So, i must go. I think we will never meet, because you are never have a chance for thats.
All of you is nothing. Who wants to meet me, are meet the death.
Prepare your self for my words.
What you’v done its what youll get.
Godel 13:39 pada 14 November 2009 Permalink |
Siapa memangnya kamu memberi nashat….ya tunggu ya seperti yang kau mau robek mulutmu…dirobek orang…kamu itu punya pengikut dan Majapahit punya pendukung…jangan sok lah…
GRP Noko Prawiro 01:48 pada 16 November 2009 Permalink |
Minggu 15 November 2009 Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar Bertemu Raja majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI Dalam rangka Kerjasama Universitas Mahendradata dengan Kementrian Hukum dan Ham atas Prakarsa The Sukarno Center Untuk Melindungi Karya Intelektual Bangsa. di Patra Jasa Kuta Bali. Sang Mentri Kabinet Bersatu Masa Kini ini juga mendatangani Prasasti Kerjasama Menyelamatkan Hasil Karya Bangsa untuk di Lindungi dan di Akui agar tidak di caplok Negara lain Dengan Universitas Tertua di Nusa Tenggara dan Indonesia Timur ini yang diteruskan nantinya membuat MOU, Dalam Sambutannya Mentri yang sedang melaksanakan GM [Ganyang Mafia] segala bentuk Hukum di Daerah ini juga sangat Mengagumi Bung Karno Pendiri Bangsa, dan The Sukarno Center yang didirikan Putri Bung Karno sendiri Sukmawati, dimana Sangat bernilai jual Tinggi, Juga dalam program kerja 100 hari yang dicanangkan Presiden SBY yang membuka Post Box GM [Ganyang Mafia] Rektor Universitas Yang didirikan Bung Karno 1963 bernama Marhaen DR Sri Arya Wedakarna menjelaskan Bahwa Akibat G 30 S PKI 1965 dimana ketika itu Terjadi Penumpasan PKI, Soekarnoisme dan Pendukung nya dan Penjatuhan Presiden Sukarno, dan Apapun yang berbau Soekarno sedang di Tumpas maka Universitas ini berganti nama Mahendradata, dan untung berada di Bali dan bisa Lestari hingga kini, dan cukup diperhitungkan di Percaturan Dunia, Dimana nama Bung Karno yang cukup di kenal di Asia Afrika berkat kegigihan Bung Karno Menyatukan kawasan ini dan menyetarakan nama besar Gandhi dari India. Kini Universitas Mahendradata menjadi Ujung Tombak Melindungi Hasil Karya Intelektual Bangsa ini khususnya di Indonesia Timur agar mendapat Hak Patent agar tidak di caplok dan diakui Bangsa Lain hasil Karyanya, Ambil contoh BATIK sejak 1 Oktober 2009 sudah diakui UNASCO sebagai hasil Karya Bangsa Indonesia yang sebelumnya KERIS pun juga sudah di Akui Hasil Karya Para Empu Zaman Majapahit, Kadhiri dan sebelumnya. Memang Universitas Mahendradata adalah Satu Satu nya Hasil Karya Bung Karno yang bisa Bertahan dan Lestari menghadapi masa Orde Baru 1965-1998 biarpun Ajaran, Buku Buku nya dilarang terbit dimana kini akan membuat Gebrakan yang berguna bagi Bangsa dan Negara dari Bali yang menjadi Sinar Dunia, sedang yang di Jawa dan tempat lain mengalami nasib tragis, seperti Universitas, Sekolah China maupun Budaya nya juga adat Jawa atau adat yang bukan Arab Muhammad sempat mengalami Penumpasan baik ditutup di Hancurkan maupun dibekukan karena berbau Non Islam dan di fitnah Cap Komunis tidak ber Tuhan, Untunglah Bung Karno yang Ibunya Orang Bali masih mendapat tempat dan dicintai dihati Rakyat bali dan Dunia, biarpun dimata Bangsa sendiri pula yang berjiwa Anti Nasionalisme dan Tanah Air Beliau tidak disukai karena sangat Cinta nya Beliau pada bangsa yang Majemuk dan mengacukan Pancasila Majapahit sebagai dasar negara ini yang terbukti bisa Menyatukan, yang mana banyak ditentang Golongan Agama Islam yang tidak ingin Persatuan tapi menghendaki Negara Islam yang sejak dulu dan di Dunia ini mengalami kegagalan, contoh Timur tengah pun terpecah pecah Setelah Jesus Kristen berhasil di Tumpas Arab menjadi Negara Wahabi, Irak pun sekarang pecah jadi Siah, Kurdi, Iran Suni dan mereka tidak bisa bersatu, seperti Indonesia jaman Bung Karno yang terbukti bisa menyatukan Asia Afrika bahkan ide Brilian NASAKOM nya yang kini terbukti kita harus bersatu hugungan lagi dengan tetangga China, dimana dulu China pun difitnah Negara Komunis Tidak Ber Tuhan, Hingga dalam Negri Sekolah Adat dan Budaya China sempat di Larang dan para Pahhawan etnis China seperti Laksamana Jhon Lie [Meyro TV malam 15/11] tidak diakui Pahlawan Nasional 1967 Lie harus berhenti dari TNI AL karena etnis China padahal Jasa Beliau dalam Perjuangan Kemerdekaan 1945 tidak bisa diragukan lagi Beliau mendatangkan senjata dari Singapura, Siam, Kamboja dll yang gara gara Etnis China tidak disukai Manusia Otak Perusak Persatuan yang mengatas namakan Islam yang tidak senang China dijadikan Pahlawan, dimana Etnis China di Cap Komunis padahal Lie adalah seorang Pendeta Kristen yang saleh dimana dalam Pertempuran selalu membawa Alkitab / Bibel/ Injil inilah yang memicu kebencian Islam Perang Salib yang ingin menguasai Negri ini dengan cara Mengembalikan Kejayaan Perang Salib yang berhasil Menumpas Kristen di Timur Tengah dan merubah jadi Negara Islam terpecah pecah yang bisa dilihat sekarang, Indonesia pun dianggap Timur Tengah yang bisa di Tumpas dan dijadikan Islam semua dan dibagi bagi kan Kelompok mereka agar bisa Perang terus sepanjang masa seperti Palestina-Israel dan bangsa kita diseret ikut Berangkat Perang membela Palestina agar dianggap Dunia bukan Pemersatu lagi tapi Bangsa Gemar ber Perang, Padahhal Kita Bangsa Permersatu dengan Bung Karno Penggali Bhinneka Tunggal Ika kita Pernah Berjaya Zaman Majapahit Gemah Ripah Loh Jinawai Tata tentrem Kertararaharja Dengan Tanah Subur Makmur di Timur Tengah malah Kebiadaban sedang berlangsung Penumpasan Kristen Jesus dan semua Gereja di rubah Masjit dan Orang Kristen Berhadapan Pedang Alloh kalau tidak mau masuk Islam padahal Kristen juga muja Allah, setelah sukses di Timur Tengah Majapahit yang Jujur dan percaya Karma pun di Rambah, hingga bisa di Tumpas hingga rakyat nya tercerai berai lari ke Pegunungan dan Bali Untung Belanda datang mencegah Penumpasan dengan Melindungi Candi dan Peninggalan Purbakala dan Buku Buku Majapahit di terbitkan agar Orang tahu betapa Hebat nya Majapahit dibanding Arab dimana kini Seluruh Dunia Meniru Majapahit kalau Pemilu mencari Gajah Mada / Perdana Mentri dan Raja hanya Simbol saja, kini hanya bisa dilihat di Bali Sisa sisa Majapahit Lestari Bisa merayakan Adat dan Odalan selama 1000 tahun tanpa putus seperti di Pura Durga Mahendradata yang sempat 11/11 lalu Universitas Mahendradata mengadakan Peringatan Abhiseka Tri Bhuwabna Tungga Dewi bekerja sama dengan beberapa organisasi antara lain Puri Surya Majapahit, The Majapahit Center, The Sukarno Center, World Hindu Youth Organization dll. Memang Universitas Mahendradata Satu satu nya di Dunia yang menggabungkan Ilmiah dan Non Ilmiah atau Ilmiah dan Gaib atau Sekala dan Niskala, dimana REKTOR dan DOKTOR Termuda bahkan Pemuda Terpandai di Dunia yang menahkodai Universitas yang didirikan Bung Karno 1963 ini Sangat Percaya Dewi Durga Mahendradata yang Leluhur Bangsa Sendiri yang terbukti tertulis dalam Sejarah Bangsa Sendiri, dimana sebagian besar Orang malah memakai dasar Leluhur Timur Tengah dan malah tidak percaya Leluhur Sendiri hingga kita Terpuruk jadi Bangsa yang tidak Punya harga dan Jati diri. Jadi kini Universitas Mahendradata lah satu satu nya di Dunia yang benar benar berlindung dibawah Panji Panji dan Dewa Dewi Leluhur Bangsa Sendiri dan akhirnya di Kagumi Dunia, Bahkan bergandengan dengan Raja Majapahit Masa Kini yang satu satu nya di Dunia manusia mengerti Alam Kadewatan, dimana bisa Terkecil sampai dianggap Orang Terkecil Bodoh, Tolol dan Gila dimana Mafia anti Budaya [bakal kena GM] Dengan Rekayasa Hukum kelas Teri Terang Terangan Menutup Rumahnya / Pura / Puro /Puri /Griyo nya, Pada hal Sri Wilatikta Brahmaraja XI juga orang Terbesar dimana satu satu nya di Dunia bergelar HYANG BHATARA AGUNG ini membuat Manusia magak seperti Mahasiswa USU yang belum Drs mengatakan Raja Majapahit yang akrab dipanggil Hyang Suryo dikatakan Katak mimpi jadi Lembu, Justru si Mahasiswa ini sendiri katak[ belum Drs] sudah mimpi jadi Lembu {DOKTOR}jadi kena pepatah “Senjata makan tuan” untuk Mahasiswa yang memalukan USU ini. Ya Mahasiswa ini di ikutkan karena Ke tololannya menilai Orang. Jadi jelas nyata Hyang Barahmaraja XI bukan mimpi Beliau Orang Terbesar dan mau Terkecil atau istilahnya Manusia “TER” yang belum ada Tandingannya di Dunia saat ini. Baik kita kutip Sastra Majapahit Bhinneka Tunggal Ika “ANTA SAKANING UTAMA RASA MAKADI RAHASIA JAGAD” Orang yang mengerti Kitab Majapahit termasuk Bhinneka Tunggal Ika adalah Orang yang mengetahui Rahasia Dunia. Justru Brahmaraja XI lah satu satu nya di Dunia yang mengetahui itu Rahasia Yang menyandang nama Brahma Pencipta justru Orang yang menyandang nama Hyang Surya ini juga aneh bisa bersahabat dengan Orang Terkecil di bawah Jembatan sampai Hotel Mewah, dari lulusan SD sampai DOKTOR Beliau bisa bergurau jadi Bisa jadi Katak bisa jadi Lembu bukan mimpi bisa dilihat pergaulannya dari Kopral sampai Jendral, dari Kepala Dusun sampai Mentri bahkan Presiden, kok ada Mahsiswa USU belum tahu berkomentar Tolol, Padahal Hyang Suryo Sering pidato dihadapan Orang yang Dengan Titel Doktor, Rektor, Mahasiswa, Pakar Pakar [bukan Alvatarz USU] Fisika, Metafisika dll jadi Tulisan ini hanya untuk dibaca Semua Kalangan “TER” bukan magak seperti Alvatarz yang masih Mahasiswa SU , Bahkan kalau duduk di Seminar Brahmaraja XI selalu di apit Profesor Doktor , contoh Rembuk Nasional Para Mahasiswa menyongsong Kebangkitan Nasional Nusantara Hyang Suryo Brahmaraja XI diapait Prof Drs Subagiasta dan frof DR Titib duduk di mimbar memberikan makalah [Alvatarz ? masih Mahasiswa di USU], Juga ketika di Forum Majapahit di Bajra Sandhi Hyang Suryo Wilatikta didampingi Pfof DR Putra Agung [Ahli Sejarah Universitas Udayana] semoga Tulisan ini membawa Wawasan Kebesaran Bangsa ini biarpun Lagi Terpuruk karena calon Pemimpinnya masih berjiwa Alvatarz [istilah asing] Jadi untung kan Masih ada Bali Yang menjadi Sinar Dunia yang masih melestarikan Adat tanpa putus selama 1000 tahun dengan istilah Pura Leluhur Mahendradata dan memiliki Orang yang melestarikan Adat Budaya agar Bangsa mempunyai Harga, Jati Diri dimata Dunia seperti Hyang Suryo yang bukan Alvatarz [nama import] Mahasiswa USU yang malah mengagungkan Budaya Import untuk menghina Melecehkan Budaya, Jati Diri Bangsa sendiri yang sedang terpuruk contoh ada Orang tenggelam sama Alvatarz bukan ditolong malah dibenamkan biar mati ,Pikiran apa ini ? Rusak negri ini kalau Mahasiswa Calon Pemimpin Bangsa berotak seperti Alvatarz yang ngaku Kuliah di USU [Gusti Heker Pakar Telematika The Majapahit Center] Bali 16-11-2009
maz boz 07:54 pada 24 November 2009 Permalink |
wahahahahah……..
kalo memang dia raja majapahit asli mengapa koq mewarisi agama hindu . padahal jelas-jaelas diketahui dari zaman raja “brawijaya V” majapahit sudah berbau islam dan raja selanjutnya sudah memeluk islam. dari sejarah itu maka raja majaahit yang muncul dan di dapuk sebagai “Satrio Pinandito Sininsihin Wahyu” merupakan HAMBA ALLAH atau seorang muslim yang segala tindakannya berpegang pada petunjuk ALLAH termasuk AL-QURAN…
kalo memang anda asli ya seharusnya anda sekarang udah menjadi mualaf…. dan sebenarnya masih banyak warisan majapahit yang msih hilang atau tersembunyi,dan sebagai raja majapahit juga sebagai satrio piningit”Satrio Pinandito Sininsihin Wahyu” anda sudah mengembalikan harta2 itu untuk memakmurkan indonesia dan bahkan dunia.
cara mengembalikannya dengan ilmu yang dimiliki para raja terdahulu yang diturunkan pada raja yang terpilih.dan kelihatannya anda tidak memilikinya, yang hanya memiliki bukti keturunan padahal keturunan majapahit tersebar luas kalo dilht dari segi keturunan maka banyak dong yang menjadi raja… lucu donk
asal tau aja saat ini raja majaahit masih dipersiapkan dan disembunyikan(dipingit)…
detik2 menjelang kemunculan raja majapahit yang asli semakin dekat…
. terserah anda percaya atau tidak tapi inilah kenyataan….
yang akan memberi perubahan pada indonesia bahkan juga dunia
siapa aja 06:58 pada 25 November 2009 Permalink |
Ya jangan ribut-ribut mengenai siapa benar atau salah, sekarang semua itu ramalan.
yang pasti lihat diri sendiri dulu , apa kita uda benar, apa kita uda memberikan terbaik. baru lah kita bisa bicara. jangan mencap suatu kaum itu salah, yang salah adalah individu dan politik didalamnya, semua diciptakan ALLAH(untuk saya sebagai islam) untuk mengisi keragaman,
tiap makluk mempunyai keyakinan untuk hidup bahagia, asalkah keyakinan/ajaran tidak menggangu keyakinan/ajaran orang lain, Totokromonya mas harus dikuatin. anda yang A berkeyakinan A jangan menggangu kepada B yang berkeyakinan B (untukmu agamamu, untuku agamaku is islam) .
kalau uda waktunya, nanti yang ditungu2 bakal datang juga( apa tuh namanya satria piningit dan sebagainya lah). hal tersebut boleh di bahas tapi jangan sampai ribut, gak baik ribut kasian anak2 kan mau tidur. heeeeeee. peace, mending sama2 makmurkan masyarakatnya,daerahnya,negaranya, bisa2 menjaga juga kemakmuran dan kedamaian dunia. kan enak kalau hidup bahagia berdampingan tanpa ada keributan. PEACE IS
maz boz 07:22 pada 26 November 2009 Permalink |
“siapa saja”: memang urusan orang sendiri2 tapi postingan2 sebelumnya banyak yang menghina islam. saya sebenarnya tidak mau ikut campur toh memang pengetahuan org beda2 tentang kebenaran siapa raja majapahit yang asli,toh ntar terbukti siapa yang benar dan hanya waktu yang bisa menjawabnya. Tapi sebagai orang Islam saya tidak terima Islam di rendahkan dengan penalaran awam contoh” islam menjajah semua agama” toh adahal disebutkan dalam islam. kita berpegang teguh pada apa yang kita yakini toh klo ada perbedaan d dunia itu merupakan suatu berkah karena di dalamnya kita dapat mengambil suatu hikmah….
haduh mana koq g g ditanggapi dari pendukung wilatika bla bla bla……
apakah anda tidak dapat menjawab pertanyaan saya?
GRP Noko Prawiro 07:17 pada 28 November 2009 Permalink |
@ mas boz dan siapa saja..untuk sekarang yang melestarikan adat dan budaya kebetulan orang yang diklaim pemerintah (Hindu di beri label 1961)…Budaya Nusantara bisa dilestarikan bilamana yang nguri-nguri dan melestarikan budayanya…kalu ngambil agama harus sesuai dengan negara dari agama tersebut berasal….jangan tertawa ngakak dulu….becik ketitik olo ketoro…ndak tahu asal njeplak….sayang toh susu satu drum anda rusak dengan tinta setetes…Gajah didepan mata tak nampak kuman sebrang lautan tampak..yang anda ambil itu kan sejarah dari Prabu Brawijaya yang sudah di Islamkan dengan alasannya entah….memang keturunan Mjapahit hanya dari Prabu Brawijaya…silahkan dipahami….
TERSINGUNG..
Apakah anda pernah melakukan kekerasan atas nama Islam atau atas nama Alloh menyakiti sesamanya memaksakan kehendak kalian entah dengan alasan apapun….Kalau pernah kami maklum dengan semua itu…Tapi kalu tidak jangan sewot..resapi dulu tulisannya…ndak perlu anda sewot…langsung dibrendel tulisan ini…kan lagi berkuasa Islam Arabnya….paling benar dan memang benar apapun yang dilakukan yang lainnya pasti kafir…ya kan !!.Jadi liaht dulu kejadian dari Tulisan ini…jiwa perangnya dikendalikan dulu…ada artikel pasti ada penyebabnya…begitu saja silahkan juga dicek langsung berita liberty…atau cek langsung ditempat kejadianya…ini ada yang lebih heboh. http://purisuryamajapahit.blogspot.com
GRP Noko Prawiro 07:22 pada 28 November 2009 Permalink |
COBA DICEK TANYAKAN PADA DIRI ANDA SENDIRI APAKAH ANDA INI islam KTP…ISLAM aRAB..ATAU ISLAM-ISLAMAN….ataukah anda ini orang arab yang berotak limaratus tahun yang lalu yang senang dengan kesewotan dan kekerasan…itu berita dari liberty…kalau Anda menganggap berita Tahi…berita jancuk….memang anda orang paling benar dan memang benar….dimuka bumi dan langit
Ndoro Ayu 10:56 pada 29 November 2009 Permalink |
Sya setuju dg Mas b0z,kalo memang Sri Wilatikna itu Raja majapahit, seharusnya ilmu2 yg di miliki oleh para Raja terdahulu menitis pada nya untuk mewujudkan harta benda yg di miliki majapahit untuk mensejahtera kan indonesia..
Menurut sya,masyrakat hingga saat ini masih menunggu kemunculan “Satrio pinandhito sinisihing wahyu” yg merupakan trah Kerajaan Majapahit (entah itu Raja Majapahit atau apa pun) yg akan membawa indonesia ke jaman ke emas an…
Jadi saya rasa,kemunculan Raja Majapahit yg sebenarnya sudah sangat dekat…
Negeri ini sudah lumayan gonjang-ganjing dan yg bisa mengatasi adalah “Sang Ratu Adil” dari trah Kerajaan Majapahit bersama..
wong sakti 21:25 pada 16 April 2011 Permalink |
teruskan paduka sri wilatika wong sakti mendukung
GRP Noko Prawiro 16:33 pada 29 November 2009 Permalink |
Semua tergantung rakyatnya…Tapi sekarang rakyatnya siap mati dan membanggakan tanah padang pasir…arab karena kebanyakan memeluk keyakinan dari mekkah biarpun hanya KTP saja….ini cerita diawali PURO MOJOPAHIT TROWULAN DI larang ritual dan mecaru untuk Tanah Air justru oleh bangsa sendiri atas nama Islam….Saya kasih nama Dajjal Arab yang memaksakan kehendaknya hingga mengejar sampai ke Bali..(bawa bom) membantai orang yang mereka anggap kafir..tidak ikuti budaya Arab…di Trowulan Puro / keraton satu-satunya yang melestarikan adat dan budaya Majapahit dan berlandasan Pancasila malah dianggap PANCASILA THAGUT oleh Imam Karyono dan CS, Camat TROWULAN sudah tewas dan lainnya (2001)…hingga Majapahit di undanglah ke Bali hingga Singapura dan wakil Dunia lainnya menyerahkan Mahkota ini di Bali (dimuat liberty silahkan dibaca kembali)…ingin kejayaan…semua tergantung rakyatnya…La ini rakyatnya siap mati untuk Arab…unjuk rasa juga mebawa bendera Arab,…mana Indonesia……Coba dipikir kembali…artikel ini sesuai pepatah ada asap tentu ada apinya…..Nah ini du mulai pendiskriminasikan kepada sesamanya atas nama Arab,..atas nama Alloh…Pancasila THOGUT…MAKANYA Indonesia dapat julukan Indonesianya arab….Nusantara tidak akan bisa maju justru bencana terus karena tidak ada jati diri….Budaya kog dilarang Agama…jadi telusuri dulu jangan asal njeplak….
Heker Ngurah 16:34 pada 29 November 2009 Permalink |
Pepatah China : Bila kita melihat Orang lain melakukan sesuatu yang baik, Kita harus menghormatinya dan memujinya dari lubuk hati Biarpun Orang itu tidak mau dihormati karena memang demikian Kebaikan Sejati. Kita tidak boleh merasa iri, namun harus mawas diri dan bertanya pada diri sendiri, Apakah saya pun telah berbuat demikian ? Bila saya juga telah baik seperti dia, maka harus merasa terhibur, seandainya saya masih belum mampu berbuat sepertinya, maka harus belajar melihat Riwayat nya, Sejarahnya kenapa dia bisa baik apakah tidak Penipu ? setelah tahu memang benar dia Orang baik, ini adalah hati yang penuh dengan suka cita. Jaman sekarang memang Jarang Orang Baik, Jadi yang asli baik pun tanpa diselidiki sudah dikatakan tidak baik, Jadi masing masing dasar tidak baik lalu tidak perlu menyelidiki lagi dihantam seperti diri sendiri yang memang tidak baik ini sama dengan pepatah lokal “Jangan mengukur baju Orang dibadan sendiri” kalau ingin Pas Jahitkan dan ukur yang bener itu Baju agar enak dipakai, atau beli jadi sesuaikan nomor ukuran diri si Alvatarz. Ada lagi Petuah Kuna : Orang yang tidak memiliki keberuntungan, saat menghadapi sesuatu dia selalu berpikir kesisi yang buruk, Maka yang diperoleh penderitaan dan kegagalan, Orang yang memiliki keberuntungan, saat menghadapi sesuatu dia selalu memandang sisi baiknya, dengan sendirinya dalam perjalanan hidup ini dia sering menjumpai banyak keberuntungan yang sulit dimengerti, Sehingga kemalangan dapat berubah jadi keberuntungan, dan bahaya berubah menjadi aman, seperti yang dialami Hyang Surya Brahmaraja XI. bukan Alvatarz yang masih kuliah. Lagi sebuah kata bijak : Berbuatlah amal sesuai bidang mu yang Dr, SH, Drs, MBA, Raja, Pandita, Rektor, Doktor dll, yang penting tidak perlu dipamerkan nanti Orang yang tahu akan menceritakan dan datanglah Sang Wartawan mengorankan, Lakukan dengan tulus, wajar, iklas, dan selalu lupakan jangan di memori di Otak bisa Ngeheng nanti seperti HP kepenuhan Memori, Dengan demikian biarpun amalnya kecil, namun pahalanya amat besar, bila beramal dengan tujuan terselubung, dan berharap mendapatkan balas budi dan Popularitas, maka walau beramal seumur hidup, pahalanya terbatas, ini lalu menyebut “Ah, nasib ku kurang baik, mungkin Takdir Yang maha Kuasa / Tuhan / Allah” Orang harus tahu tentang makna, Tahu akan dirinya dan selalu puas atas apa yang diperoleh, menerima sesuatu yang tidak bisa dihindari, tidak memaksa diri untuk mencapai ambisinya, Juga tidak iri dan mau mengagumi mendukung orang lain agar Semangat dan dirinya rela hidup sederhana, jalan akan selalu terbuka Lebar Lebar. Justru orang ini akan dikagumi para Ambisius bahkan Lawan langsung Islam Arab Kuno bukan penonton pun mengagumi. karena memang benar yang dikatakan sebab Islam pun menganjurkan berkata benar biarpun bohong lha yang bohong saja dikatakan benar, kan yang berkata memang benar jadi Maha benar ? Karmapala : Bila ingin tahu kehidupan masa lalu lihatlah yang dialami masa kini, dan bila ingin tahu masa depan, maka perhatikan tingkah polah perbuatan sekarang ini. Renungkan di tempat Suci Ibu karena Ibu akan selalu membantu anaknya “Sangkan paraning Dumadi” nya Sang Ibu dan ditambah Ilmu Bapak yang ditulis dalam kitab Raja Dewata : Orang yang berjuang untuk Para leluhur demi kepentingan umum keturunannya inilah yang disebut BUDI BESAR , Roh nya yang suci Bersinar gemerlapan sepanjang masa, dan selalu hidup seumur angkasa dan sang Surya yang selalu bersinar. dimana Restu Ibu di Alam Budhaloka menyertainya selama ada Bulan dan Surya. Ini hanya sedikit kata kata tapi sulit mencari, kebanyakan Membantu Leluhur Arab yang tidak percaya Leuhur dan Habib turunan nya samahalnya “Membuang Garam ke Laut di sini, atau Membuang Pasir ke Padang Pasir di Arab” Lihatlah China yang di cap Islam disini Komunis tidak ber Tuhan malah bisa menyatukan Ajaran Budha , Tao dan Konghucu sedang Islam yang ngecap Komunis malah dengan saudaranya yang Kristen Alvatarz saling bermusuhan dan Alvatarz yang disini kalah sama Islam malah cari musuh sama Pelestari Budaya Tanah Air yang ditinggalinya kemana Otak Alvatarz ini apa Ngeheng kepenuhan memori ?, contoh nya kalau hanya bercerita tentang kebaikan Perampaok, Koruptor, Penipu dan Setan Dajjal, Alvatarz pun bisa berkata baik yang mengakibatkan kesengsaraan anak cucu hingga bisa dilihat sekarang anak cucu Orang Jawa yang ikut Islam Perang Salib Para Penumpas Majapahit 500 tahun [dan Numpas PKI 1965-1966 ] yang lalu jadi Budak di Arab dan pulang mati, makan nasi Jemur karena kemarahan Dewi Sri yang memberi Padi tapi dianggap Tahi tidak pernah dihormati dan di Upacarai, Alam yang dipijak pun tidak memberi kehidupan tapi bencana, Jadi tiap mulut bebas dan bisa menyuarakan Kebaikan Allah, tapi apakah Semu atau tipuan memang dibutuhkan Kepandaian, makanya Orang Islam Perang Salib yang pengalaman Numpas Kristen Jesus Alvatarz yang demikian Hebat nya lau merubah Gereja Gereja di Negara Timur Tengah menjadi Masjit, Jelas kalah Bangsa yang jujur ini, malah dibikin Goblok dan maha Goblok terus menerus, akhirnya tidak ada Kebaikan lagi Otak hanya berpikir Iri, Dengki, Ingin hidup sendiri dan kelompoknya dengan menyalahkan, menumpas Orang lain dan kelompok yang tidak sesuai Ajarannya yang suka Numpas dan jago Perang Salib yang terbukti sukses 500 tahun yang lalu, untungnya pikirannya tetap 500 tahun yang lalu jadi tidak ngerti Kemajuan sudah Era F 16 dan Computer, Jadi bahan tertawaan Dunia tapi tetap merasa Benar, Kuat dan Menang karena Punya Para Goblok yang juga mulai habis tergerus jaman sesuai kemajuan, Kiamat 2012 sampai Orang Islam mengharamkan atas nama MUI nya dan Santri pada Demo menolak Film, ini hal biasa saja lha wong Buku Buku lokal seperti Tan Khoen Swie, Sukarnoisme, Buku Buku Tulisa China dan Lontar Lontar Majapahit saja sejak 500 tahun yang lalu dibakar dan sampai kini pun dilarang dan mereka hanya mau membaca Quran dan Hadist saja yang Tertinggi mau diapakan ? Tapi melihat Bencana dan kemarahan Alam pun tidak bisa menangkap apalagi Pesan Kitab Leluhur ? ya silahkan saja ngumpul di Tanah Arab menunggu Takdir Allah sambil nunggu dibangkitkan Allah, jangan pulang ketanah Pertiwi yang di lindungi Ibu kita sendiri gitu saja kok repot mau enngak ? Memang lucu hidup enak di Negri ini Kayu ditancap jadi Tanaman, segala ada tapi anehnya malah tidak cinta tanahnya, di Arab Telat Catering saja teriak teriak, disini ? Nasi jemur, Telo, Umbi, Ganyong dll masih bisa untuk Tangsel perut agar tetap kembung ini mirip di Eropa 1000 tahun yang lau demi sepotong roti rela dihukum, Berita TV hanya ingin memperoleh segenggam daging qurban sampai berdesakan ada korban demikian marahnya Alam ini kok sampai Demikian, itu di Pasuruan juga hanya demi Uang dum duman 20.000 sampai rebutan penyet dan Tewas dan TV terus terusan Cerita, Aduuuh gimana ini katanya Tanah Surga dan Kolam susu ? yaaah karena cintanya sama tanah Arab Tanah Surga jadi Gersang penduduknya mirip Arab 1000 tahun yang lalu dimana demi kolam tampungan air banger rela perang Kelewang antar suku, Kita ? sedang yaa sedang bersimpuh dikaki Sakyamuni yang dirulis di Negarakertagama, kita dan China Jendral It Sing 1000 tahun yang lalu lagi bersimpuh di kaki Candi Budha Borobudur Keajaiban Dunia masa kini biarpun dicabut karena bangsa ini sudah membenci Borobudurnya ganti ke Arab Kaabah di Tanah Suci katanya, jangan heran kalau Bumi Pertiwi marah, Siapa mau di Madu kata seorang Istri masa kini itu di TV gara gara Selingkuh lalu ke KUA cerai tidak mau dimadu, Mungkin Ibu Pertiwi juga minta cerai ?, hwaduh tinggal dibawah Jembatan di Arab diusir Ibu karena cinta Arab, Pulang jadi Mayat kasihan nasib bangsa yang pintar Quran dan Hadist kalau susah Numpas, Jarah, Ngrampok harta si Kafir yang halal katanya[1965-1966 juga 1998] bahkan Sekarang [2009] Ngebom pun dijanjikan Bidadari karena melaratnya tidak bisa bayar Pelacur / Tuna Susila yang banyak di Jakarta dari kelas Hotel sampai dipinggir Rel KA, nasib nasib ah eh Nasib lagi. {Gusti Heker belajar Cinta Ibu nya anak anak agar tidak cerai seperi Selebriti di TV }
GRP Noko Prawiro 16:53 pada 29 November 2009 Permalink |
Untuk anda berdua semoga tidak masuk dalam kategori dajjal yang senagn lakukan kekerasan dan benci dengan budaya sendiri…Nah supaya tidak asal njeplak..silahkan di baca sebentar bila sempat….ini bukan promosi percuma kepada kalian….hanya memberitakan..untuk anda supaya melek….
http://purisuryamajapahit.blogspot.com/2009/11/hak-intelektual-bangsa-perlu-dilindungi.html
http://purisuryamajapahit.blogspot.com/2009/11/amerika-juara-festival-film-di-bali.html
Dan masih banyak lagi untuk disimak bila ingin mengetahui…jadi biar ndak asal njeplak….
dobol... 06:40 pada 30 November 2009 Permalink |
Itu Hak asasi…mereka..tapi memang arab…mendominasi entah dengan nama islam atau dajjal yang jelas selain Islam dianggap kafir….dan berhak dibunuh..kamu berdua masboz tahi dan siapa saja apa juga dajjal atas nama Islam paling kamu itu berdua Islam KTP saja…..tapi sok Islam…bangsat.
maz boz 14:41 pada 12 Desember 2009 Permalink |
taek taek ingat umur mbah……
maz boz 14:42 pada 12 Desember 2009 Permalink |
taek taek ingat umur mbah…… iiiiiiih gila smua……..
orang awam 08:50 pada 14 Desember 2009 Permalink |
Kalo melihat suatu ajaran/agama, jgn melihat penganutnya karena bisa jadi tidak sesuai dgn kitab suci, pelajari isi kitab sucinya karna akan terlihat mana yg benar dan mana yg salah, ini pengakuan Cat steven ketika menganut agama islam. Islam itu bukan utk bangsa arab. Islam itu diturunkan utk seluruh alam. Islam juga dianut tidak hanya oleh manusia tapi juga bagsa jin.
radite bhagaskara 12:02 pada 13 Februari 2011 Permalink |
yap setuju bgt dg beliau, bahwa ISLAM bkn untuk bangsa ARAB, bahwa saya asli jawa dan masih jg ada keturunan Majapahit (suku tengger) tp sy penganut agama ISLAM, saya tdk mau menjelek2an agama diluar agama saya, tp yg jelas di dlm agama saya dikenalkan prinsip2 dasar universal yg bisa diterima oleh semua bangsa, ISLAM tdk mengenal KASTA, GOLONGAN, SUKU BANGSA dan bahkan STATUS SOSIAL. Sudahlah ga perlu diperpanjang lg polemik kerajaan majapahit, seharusnya kan bisa dinalar, knapa kerajaan majaphit akhirnya runtuh??? knapa yg dulunya nusantara waktu di masa keemasan majapahit mayoritas penduduknya beragama seperti agama yg dianut oleh raja2nya, sekarang justru mayoritas beragama ISLAM?? sy yakin mayoritas tmn2 punya pendapat yg sm dgn saya, kami dpt hidayah dr ISLAM, kami diistimewakan oleh ISLAM, kami dpt jaminan kebahagiaan yg kekal dr ISLAM. Saya mencintai ke-jawa-an saya, sy mencintai dan sangat mengagumi raja2 majapahit, dan tentunya saya sangat mensyukuri atas aqidah yang saya pilih…..
kejora991 14:42 pada 28 Februari 2011 Permalink
runtuhnya maja pahit ada kaitanya dengan islam, dengan wali songo yang mengislamkan tanah jawa
tapi yg jelas setelah itu, islam langsung di pecah belah belanda dengan politik pecah belah nya…..dan sampei sekarangpun masih dapat di lihat masarakat islam mudah di pecah belah, sehingga indonesia tetep saja terbelakang…bung
Hayu 22:58 pada 14 Desember 2009 Permalink |
Apakah semua sudah tahu dengan Kitabnya….bila mana melihat kitabnya…tapi untuk kejadian sekarang hampir tidak berpacu pada kitabnya seperti….
Coba baca surat Al-A`raf 205….(ini baru satu ayat)
anda semua mungkin tahu nantinya…jangan dibaca bahasa arabnya tapi baca isi dan makna dari kitab Anda…maboz….yang taek itu kamu…
wong sakti 21:22 pada 16 April 2011 Permalink |
bahasa arabnya terorisssssssssssssssssss
Trie 14:57 pada 16 Desember 2009 Permalink |
walah walah… agama dan budaya kali nih yaa… agama lebih bagus di lihat dari sumbernya (Kitabnya).. penganutnya bisa aja fanatik, abangan atau KTP.. budaya tidak bisa di konfrontasikan dengan agama karena memang berbeda intinya berbeda formatnya. Dan saya tidak ingin mengatakan semua agama itu sama karena memang berbeda waktu dan sebab musabab turunnya.. saya seorang etnis jawa yang muslim dan juga senang memperhatikan budaya di seluruh Indonesia.. kadangkala saya bingung melihat percampuran budaya dan agama di suatu tempat, karena tipis sekali antara haq dan batil.. tetapi saya selalu kembali kepada kitab saya yaitu kitab Al Quran.
wong sakti 21:21 pada 16 April 2011 Permalink |
hag dan batil dan teroris gelo alias gendeng
gus bali 11:19 pada 9 Januari 2010 Permalink |
jangan terlalu banyak omong………mari kita buktikan sama2 ramalan itu
semoga orang2 jahat segera enyah dari nusantara….
TIADA TUHAN SELAIN TUHAN……
gus bali 11:21 pada 9 Januari 2010 Permalink |
daripada berdebad sok paling agamais, sok paling suci, sok paling paling
lebih baik kita berdoa bersama memohon kedamaian agar nusantara ini diberi kedamaian…
SALAM DAMAI……
anantajenar 08:25 pada 12 Januari 2010 Permalink |
Salam persatuan, saya apresiasi terhadap segala bentuk perjuangan Tokoh – tokoh Hindu khusus dan bila memungkinkan agar segera di informasikan secara meluas bukan hanya lewat media ini sehingga pribadi2/masyarakat yg tergugah dapat memberikan peran masing2 “yang positif tentunya”!
Semoga Semua Berbahagia…………..
Raden Kuswanto 09:28 pada 22 Januari 2010 Permalink |
Saya baru baca blok ini, salam buat Bathara Agung Wilatikta Brahmaraja XI sebagai Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini. Terus terang saya melihat mahkota tsb sepertinya sy pernah memakai mahkota tsb tapi entah kapan?
Saya juga mempunyai nama Jaka Surya hampir mirip dengan nama Hyang Suryo.
Katanya nama sy adalah Jaka Surya (nama ini sy tahu dari Sabdopalon wujud pusaka sepasang Semar pamor puser bumi, dgn ciri mata, mulut dan gelang di tangan ada emasnya, pusaka ini kiriman dari orang yg tidak aku kenal katanya dari kraton solo, dia selama 4 hari di Jakarta muter-muter mencari orang sesuai petunjuk harus diserahkan ke seseorang yg ada darah Medura dari keturunan P. Diponegoro, ahkhirnya pusaka tsb ke tangan sy, yg menarik, Eyang Kuncung bilang agar cangklongnya juga diambil, alhamdulillah cangklong sudah ditangan. Khadam pusaka tsb nama lengkapnya Eyang Kuncung Semar Bodronoyo Sekartiningrat dan Siti Nuragen),Jaka Surya adalah nama dalem saya sedangkan nama lahir sy Raden Bambang Kuswanto.
Biasanya nama keturunan raja majapahit itu memakai nama bambang? Simak serat Darmogandul ketika bingung memberi nama Raden Patah dengan sebutan Bambang tidak sesuai karena keturunan cina maka memakai nama babah.
Ini masih katanya, embahku almarhum SANMURJA desa Semanding Karangmaja itu, jika diurut silsilahnya trah keturunan pecahnya Solo – Jogja, Simbar BPA Buminata Mandiraja bin Amangkurat III dan sedangkan dari mbah almarhum Putri juga ada trah dari P. Diponegoro darah Sumenep-Madura.Cerita itu hanya katanya.
Menurut saya, jika ingin Indonesia menjadi negara mercusuar dunia, maka syaratnya ditata dulu akhlak masyarakat agar menjadi tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong (Kitab Musarar Jayabaya Bait 164). Sabdopalon Noyogenggong mengandung makna ucapan, pikiran, tindakan, perbuatan hendaklah suci benar, lurus, jujur. Tapi karena alam ini masih diliputi oleh kutukan bumi (sebagai penyebab jaman edan/jaman sengsara) maka memang harus dibersihkan dahulu oleh alam dengan istilah cerita wayang dinamakan “Goro-goro” penyaringan manusia/seleksi alam berupa bencana alam.
Setelah gogo-goro selesai dalam cerita wayang akan muncul Satria diiringi oleh panokawan, semua komunitas terlihat wajahnya ceria, tertawa dan bahagia, murah sandang pangan. Konon katanya untuk membangun kerusakan bumi dari kehancuran sudah tersedia luar biasa banyaknya diibaratkan hampir-hampir tidak habis tujuh turunan (tapi bukan hasil korupsi), asset tsb katanya berasal dari warisan Majapahit-Pajajaran yang kraton/istana dan isinya raib pada jaman itu akan muncul kembali?
Kuncinya ada di ringin telu/Segi tiga (kitab wangsit siliwangi dan Kitab Musarar Jayabaya), maknanya Ring yg atas/Utara/Gunung Lawu, Ring yang bawah kanan/Wetan/Timur/Banyuwangi (Dulu Blambangan, sbg tanda Sabdopalon kembali ke tanah Jawi diganti Banyuwangi (serat Darmogandul)sedangkan ring yang bawah/kiri/Mekah (bukan Mekah yg ada di Arab) tetapi disinilah letaknya asset peninggalan Majapahit-Pajajaran, yang artinya Mekah= menerima, menikmati berkah dari Allah …………….. itulah janjinya Sabdopalon yang telah menanggung malu.
Mohon maaf cerita ini belum tentu benar.
Raden Kuswanto 13:45 pada 22 Januari 2010 Permalink |
Stlh sy pelajari/renungkan, leluhur nusantara banyak meninggalkan warisan, baik berupa budaya, karya sastra, kesenian, kepercayaan thdp Tuhan YME, sangat mengagumkan yang perlu kita lestarikan, karena itu merupakan kekayaan bangsa Indonesia.
Tetapi, karena dangkalnya memahami warisan tsb, maka hampir punah, spt contoh :
1. Budaya sopan santun anak kpd org tua juga kpd yg lebih tua;
2. Budaya adat org Jawa berupa rasa syukur dengan membuat suguhan2 sebagai lambang2 yg mengandung arti filosofis melalui suguhan makanan yang dibagikan/dimakan bersama-sama. Di agama2 Hindu, Budha dan juga Islam juga ada, spt Hari A’idul Qurban dengan menyembelih kambing, dagingnya dibagi-bagikan kepada yg membutuhkan, kemudian kekahan dgn menyembelih Kambing dll. Bahkan bentuk pemberian uang untuk sodakoh/zakat juga bagian dari pada ini.
3. Kemudian budaya puasa, makna filosofisnya untuk melatih diri agar bhatin lebih tajam dan krn mempunyai cita2 yg dibarengi dgn puasa.
Di agama2 Hindu, Budha dan juga Islam juga ada spt : puasa pada bulan Ramadhan (manfaatnya untuk menghapus dosa selama satu tahun), puasa Senin-Kamis (dilakukan jika mempunyai cita2), puasa Nabi Daud yaitu sehari puasa-sehari tidak (bentuk cita-cita dibidang politik Nabi Daud ingin mengalahkan Goliat, kalau gak salah puasa ini pernah diterapkan oleh Bpk Amin Rais).
4. Kemudian menyepi atau yoga, di agama Hindu, Budha juga Islam, misalnya Nabi Muhammad SAW sebelum mencapai tingkat kenabian berkhalwat di Gua Hiro, atau Pangeran Diponegoro dalam mencari jati diri merenung juga berkhalwat di gua Selarong.
5. Kemudian warisan leluhur yg berupa budaya “KERIS”? ini di agama Hindu, Budha dan Islam juga ada pemahaman tentang ini. Keris mempunyai makna filosofis sbg manunggaling kawula lan gusti, sangkan paraning dumadi dan juga sangkan paraning dumadi. Betapa luhur dan tauhidnya leluhur kita? Coba kita simak Kitab Suci Al-Qur’at tentang ini pada Surah Al-Hadid 24 s/d 26.
Al-Hadid 24 : menceritakan agar manusia mengerjakan manusia jgnlah berbuat kikir, jika manusia menyadari Allah itu Maha Kaya dan Maha Bijaksana.
Jadi hendaknya berilah upah jika memperkerjakan “manusia”/hadid. Lalu upahnya apa?
Al-Hadid 25 :
Alloh mengutus rasul2nya, bersama rasul2nya diturunkan Al-kitab dan Neraca
“dan kami ciptakan BESI yang padanya terdapat :
kekuatan yang sangat
dan berbagai manfaat bagi manusia.
Dan hendak mengetahui Alloh dan siapa yang menolongnya
dan rasul-rasul-Nya biarpun tidak kelihatan
dan Allah maha kuat dan perkasa”.
Sangat luar biasa! leluhur kita tahu bentuk2 besi yg mempunyai kekuatan ghoib/tidak kelihatan. Maka dipilihlah besi-besi yang paling handal yang mempunyai daya kekuatan yg sangat, walaupun terkadang diambil dari bahan meteor.
Kemudian dikatan hendak mengatui Alloh? dan siapa penolongnya? karena mengandung filosofis manunggaling kawula lan gusti, sangkan paraning dumadi.
Di pusaka tsb Allah mengutus rasul-rasulnya. Kalimat Dewa berasal dari bahasa yunani Div yg artinya Cahaya/Nur, bukankah di dalam diri manusia intinya ada 4 (empat)cahaya/nur/nafsu yakni warna Merah, Hitam, Kuning dan Putih? atau nafsu Lumawah, Amarah, Sufiah dan Mutmainah. Kresna mengendari 4 kuda, Satria Janaka diiringi 4 panokawan? Atau pendetaa Budha mencari kitab Weda juga diiringi oleh 4 panokawan Sungokong dll.
Lalu seberapa dalam kah kita belajar agama kita masing2 shg mengklaim/ menghakimi sesama sdr kita se tanah air? sebagai kafir dsb. Renungkanlah.
Simak Nabi Muhammad SAW sewaktu menerima wahyu pertama kali : Iqro bacalah bissmirobik jagad raya (baik jagad kecil/besar) atas nama Alloh. Dengan memahami kebesaran-Nya atas ciptaannya kita semakin banyak bersyukur dan memujinya Hu-Allah (cara Arab) cara Jawa Hu-Urip. Bukankah semua makluk yg hidup juga menyebut demikan walaupun kita tdk menyadarinya.
Marilah kita bersatu membagi ilmu dan bertukar pendapat dengan bijak.
kepada Bathara Agung Wilatikta Brahmaraja XI yg mengaku sebagai Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini, ayu kita bersatu mewujudkan Majapahit ketiga Indonesia Jaya, sy membutuhkan anda untuk bersama2 menggali asset Majapahit-Pajajaran, assetnya berbentuk emas padi kapas seperti pusaka Oumyang Jembe buatan empu Gedeng Supa/Mpu Tantular/Mpu Angsokananta yg dilarung ke laut oleh beliau selepas eyang kita Hayam Wuruk wafat, dia rebut dari tangan adipati anom.
wong sakti 21:19 pada 16 April 2011 Permalink |
budaya arab berlakunya di arab tidak di bumi nusantara
Raden Kuswanto 05:34 pada 25 Januari 2010 Permalink |
Ajakan sy untuk bersatu untuk menggali asset yg hilang, belum ada tanggapan dari yg mengaku raja Abhiseka Majapahit?
Insyaallah jika memang takdir, tanpa Hyang Suryo juga sy bisa mewujudkan,hanya tinggal nunggu waktunya aja.
Menurut bait2 akhir ramalan Jayabaya, memang pilih2 dan tidak semua orang, hanya yg hatinya baik.
Simak&renungkan bentuk besi/braja yg dimaksud oleh eyangku Prabu Sri Aji Joyoboyo
161.
asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur
sebelah timurnya bengawan
berumah seperti Raden Gatotkaca
berupa rumah merpati susun tiga
seperti manusia yang menggoda
Prediksi sy, besi/braja berasal dari sebelah Timur Gng Lawu
Munculnya di sungai Banyuwangi th 2008 ditemukan oleh bocah angon.
Rumahnya spt Raden Gatotkaca yg dimaksud adalah warangka keris (simak cerita Raden Gatutkaca yg pusernya tidak mempan dipotong. Arjuna ke kahyangan bermaksud pinjam senjata Kunta tetapi hanya mendapatkan warangka-nya saja, karena bilah pusaka telah diambil terlebih dahulu oleh Adipati Karno. Maka terpaksa warangka keris dipakai untuk memotong puser tp naas warongkonya masuk ke puser).
Terdapat pamor timbul spt rumah susun tiga di bawah pamor timbul pohon beringin (pohon beringin melambangkan menanam pohon bersama akhirnya berpisah/bercerai siapa yg menanam/bercerai? sebelum Jaka Sesuruh/R. Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit sudah diwejang oleh kakeknya, kelak negaranya jadi negara besar & luas wilayahnya jgnlah sekali2 menyakiti hati org Sunda/Pajajaran, karena kamu berasal dari Sunda/Pajajaran (pewaris tahta sah kerajaan Sunda ke-27), tetapi takdir berbicara lain, terjadilah perang “Bubad”, bencana akhirnya menerpa nusantara sbg penyebab peralihan ke jaman edan/kutukan bumi).
163.
apeparap pangeraning prang
tan pokro anggoning nyandhang
ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang
sing padha nyembah reca ndhaplang,
cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang
bergelar pangeran perang
kelihatan berpakaian kurang pantas
namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak
yang menyembah arca terlentang
cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah, lalu melompat ketakutan
Prediksi sy, besi tsb adlah pusaka/pangeran perang.
tetapi dpt mengatasi keruwetan orang banyak
bisa menasehati org agar bertauhid spt yg nyembah arca terlentang …
164.
putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu
yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti
menguasai seluruh ajaran (ngelmu)
memotong tanah Jawa kedua kali
mengerahkan jin dan setan
seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu
membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda
tajamnya tritunggal nan suci
benar, lurus, jujur
didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
Prediksi sy, besi/braja tsb adlah kesayangan almarhum yg dikebumikan di Gng Lawu.
Didalam besi/braja tsb bermukim 3 nur/cahaya/guna/manfaat.
Jika ke-3 nur tsb kita satukan/diikat maka ia akan hidup spt manusia, ia menguasai ajaran ketauhitan/wedha, diberi Allah karomah mampu memotong tanah jawa mengerahkan jin dan setan, seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda.
Ciri2 besi/braja tsb : benar, lurus, jujur, didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
166.
ludahnya ludah api
sabdanya sakti (terbukti)
yang membantah pasti mati
orang tua, muda maupun bayi
orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi
garis sabdanya tidak akan lama
beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya
tidak mau dihormati orang se tanah Jawa
tetapi hanya memilih beberapa saja
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
167.
waskita pindha dewa
bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira
pindha lahir bareng sadina
ora bisa diapusi marga bisa maca ati
wasis, wegig, waskita,
ngerti sakdurunge winarah
bisa pirsa mbah-mbahira
angawuningani jantraning zaman Jawa
ngerti garise siji-sijining umat
Tan kewran sasuruping zaman
pandai meramal seperti dewa
dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda
seolah-olah lahir di waktu yang sama
tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati
bijak, cermat dan sakti
mengerti sebelum sesuatu terjadi
mengetahui leluhur anda
memahami putaran roda zaman Jawa
mengerti garis hidup setiap umat
tidak khawatir tertelan zaman
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
168.
mula den upadinen sinatriya iku
awus aputus weda Jawa
mung angandelake trisula
landheping trisula pucuk
gegawe pati utawa utang nyawa
sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan
sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda
oleh sebab itu carilah satria itu
yatim piatu, tak bersanak saudara
sudah lulus weda Jawa
hanya berpedoman trisula
ujung trisulanya sangat tajam
membawa maut atau utang nyawa
yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain
yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
169.
sirik den wenehi
ati malati bisa kesiku
senenge anggodha anjejaluk cara nistha
ngertiyo yen iku coba
aja kaino
ana beja-bejane sing den pundhuti
ateges jantrane kaemong sira sebrayat
pantang bila diberi
hati mati dapat terkena kutukan
senang menggoda dan minta secara nista
ketahuilah bahwa itu hanya ujian
jangan dihina
ada keuntungan bagi yang dimintai
artinya dilindungi anda sekeluarga
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
170.
ing ngarsa Begawan
dudu pandhita sinebut pandhita
dudu dewa sinebut dewa
kaya dene manungsa
dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh
gawang-gawang terang ndrandhang
di hadapan Begawan
bukan pendeta disebut pendeta
bukan dewa disebut dewa
namun manusia biasa
bukan kekuatan lain diterangkan jelas
bayang-bayang menjadi terang benderang
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
171.
jangan heran, jangan bingung
itulah putranya Batara Indra
yang sulung dan masih kuasa mengusir setan
turunnya air brajamusti pecah memercik
hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk
tentang arti dan makna ramalan saya
tidak bisa ditipu
karena dapat masuk ke dalam hati
ada manusia yang bisa bertemu
tapi ada manusia yang belum saatnya
jangan iri dan kecewa
itu bukan waktu anda
memakai lambang ratu tanpa mahkota
sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati,
jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh
keberuntungan ada di anak cucu
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
172.
iki dalan kanggo sing eling lan waspada
ing zaman kalabendu Jawa
aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa
cures ludhes saka braja jelma kumara
aja-aja kleru pandhita samusana
larinen pandhita asenjata trisula wedha
iku hiya pinaringaning dewa
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada
pada zaman kalabendu Jawa
jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa
yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga
jangan keliru mencari dewa
carilah dewa bersenjata trisula wedha
itulah pemberian dewa
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
173.
nglurug tanpa bala
yen menang tan ngasorake liyan
para kawula padha suka-suka
marga adiling pangeran wus teka
ratune nyembah kawula
angagem trisula wedha
para pandhita hiya padha muja
hiya iku momongane kaki Sabdopalon
sing wis adu wirang nanging kondhang
genaha kacetha kanthi njingglang
nora ana wong ngresula kurang
hiya iku tandane kalabendu wis minger
centi wektu jejering kalamukti
andayani indering jagad raya
padha asung bhekti
menyerang tanpa pasukan
bila menang tak menghina yang lain
rakyat bersuka ria
karena keadilan Yang Kuasa telah tiba
raja menyembah rakyat
bersenjatakan trisula wedha
para pendeta juga pada memuja
itulah asuhannya Sabdopalon
yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur
segalanya tampak terang benderang
tak ada yang mengeluh kekurangan
itulah tanda zaman kalabendu telah usai
berganti zaman penuh kemuliaan
memperkokoh tatanan jagad raya
semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi
Prediksi sy, …. Maksudnya sudah sangat jelas.
Prediksi sy tsb di atas, belum tentu bener, jadi jangan percaya dgn prediksi sy.
Simak majalah Misteri edisi bulan Januari (sekarang), mengenai ilafah sepeninggalan almarhum Gus Dur : Pedang yg rapuh, rumah sakit mendominasi, gelas dipegang dibanting spt pasir, hotel yg kumuh …. Surah Al-Hadid 25 dan Surah Mujadalah 7.
Minta do’anya teman2 di blok ini, semoga sy bisa mewujudkan, amiin Allah.
Raden Kuswanto 05:26 pada 27 Januari 2010 Permalink |
Nasib Majapahit memang sudah diramalkan pahit rasanya
Keturunan raja Majapahit akan selalu gontok2n berebut kekuasaan.
Dimulai antara keturunan Kraton Majapahit Barat dgn Kraton Majapahit Timur yaitu perang Paregreg (1403 M), perseteruan terus berjalan sampai kpd jaman Raja Majapahit Prabu Kertabumi yg juga dibabad oleh Giriswardana Dyah Ranawijaya yang juga dibabad oleh oleh Sultan Demak Trenggono.
Keturunan Prabu Kertabhumi/Brawijaya V yakni Bondan Kajawan melahirkan raja2 Jawa dan Raden Patah mendirikan kraton Demak Bintara.
Mungkin keturunan Sri Wilatikta Brahmaraja V yg dahulu diserang oleh Sultan Demak/Sultan Trenggono? Kraton Majapahit sisih Barat? ini pada era sekarang ini yg mengaku keturunannya baru muncul yaitu Hyang Suryo sbg Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Dalam penelusran sy, yg diemong oleh Sabdopalon dan Noyogenggong adalah Prabu Brawijaya V yg sudah masuk Islam atau bapaknya Jim Bun/Raden Patah.
Dalam cerita Ratu Kencana Wungu dan Minakjingga, menceritakan Wikramawardana (suami Kusumawardani) melawan Bhre Wirabhumi (perang Paregreg) memperebutkan jabatan Bhre Lasem.
Dalam cerita Kencana Wungu, Raja Minakjingga adalah raja kerajaan Blambangan terakhir dalam cerita tsb didampingi oleh abdi kinasihnya yg bernama Dayun (mungkin ini sama dgn Sabdopalon?). Karena kepentingan politik, tokoh ini riwayat digambarkan sbg sosok jelek. Tetapi sesungguhnya ia satria sejati yg berjuang menuntut haknya, ia dikalahkan karena siasat yg tidak kesatria dgn dicuri gada wesi kuningnya.
Menurut cerita kelak Sabdopalon akan muncul kembali?
Dalam penelitian ini, lalu siapa yg akan diemong, apakah Barat atau Timur?
Kalau menurut sy Matahari/sang Surya terbit dari Timur?
Admin 05:15 pada 28 Januari 2010 Permalink |
Ojo ngaji kitab ngger, ngajio kaweruh….apa yang sudah ditanggapi di sini adalah kasunyatan dan sudah terjadi….jadi silahkan direnungkan kembali…ini semua sudah terjadi (kenyataan) dan dunia sudah mengakuinya…terserah masyarakat sekarang karena maklum semua sudah ikut arab…jadi sejarah dan kata-kata berbau arab serta adat di arab yang dia pakai kebanggaan…. Kalaupun ada yang lainnya itu sangat bagus, berarti memang bangsa ini tidaklah kuuemmmpeell seperti yang dikatakan dengan berkoar-koar Islamnya sesatkan adat dan budaya Majapahit serta keturunannya dianggap kafir,.. tapi itu hak asasi…Anda mengaku juga silahkan dipublikasikan…
Admin 05:29 pada 28 Januari 2010 Permalink |
Ini berita dimuat di liberty…Adakah yang ketinggalan…!!!
Admin 05:30 pada 28 Januari 2010 Permalink |
Ora di woco kabeh wes…ngeraos…Mass…mas
Raden Kuswanto 06:32 pada 3 Februari 2010 Permalink |
Wis tak woco kabeh …
apik banget critane mas … aku ya melu seneng
Selamat untuk Hyang Suryo sbg Sri Wilatikta Brahmaraja XI,
semoga dgn keberadaannya sbg penerus Majapahit, dapat menjadi simbol pemersatu bangsa Indonesia yg bhineka tunggal ika kearah nagarakertagama ….
Apalagi Mahkota raja Majapahit wis mbalik ke tanah air, sekarang ono neng tangan Hyang Suryo sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI.
Kalau sy sendiri cuma megang beberapa pusaka yg mungkin palsu, spt gada dgn huruf jawa kuno (hanacaraka) bertulisan R… (huruf jawanya spt rusak apa mungkin raden atau rana …?) WIJAYA dgn keris komandonya, jasad eyg (BK), umyang jembe, payung mjphtnya msh ditaruh di gng lawu, dll dan gak ada cerita yg aneh2 dari pusaka tsb …
Alat duwekku iku rencanane nek asli arep tak nggo kerja, jadi alat iku bukan dikeloni atau nggo pamer gagah2an ben dihormati …. ra kober.
Karena aku agemane Islam (menurutku Islam bukan Arab bahasane dudu bahasa Arab tetapi bahasa Al-Qur’an karena akeh Wong Arab sing ora ngerti bahasa Alqur’an, makanya org islam do gontok2an ngartikan bahasanya Al-Qur’an kuwe maka timbul tafsir2, lan jangan kira ora ono hubungan antara jawa dng huruf hanacarakanya dgn agama islam? sama2 berisi kawe ruh), kunci untuk gunakan alat tsb berpedoman pada Al-Qur’an surah Al-Hadid (besi) 24&25.
Aku rumongso diwenehi warisan aset banyak bangeeet tp belum diambil karena masih belajar ngambil, makanya aku bisa cerita spt di atas ono kaittannya dgn karya sastra tinggalane leluhur nusantara spt ramalan jayabaya, wangsit siliwangi, darmogandul dll.
Keberadaan asset yg tersembunyi/ghaib dijaga oleh naga dan harimau putih, naga melambangkan kekuasaan dan harimau putih melambangkan asset. Sedangkan keberadaan asset tsb disimbolkan dengan ringin telu yaitu utara=gunung lawu, timur=banyuwangi (dulu blambangan) dan barat=mekah (bukan arab ttp menerima/menikmati/merasakan berkah dari Allah yaitu asset itu)… Walaupun aku gak yakin bisa tapi punya semangat dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk bangsa Indonesia dan juga untuk perdamaian dunia (he he … menghayal).
Aku njaluk ngapura marang mas Admin … lan juga marang Hyang Suryo sebagai Sri Wilatikta Brahmaraja XI … gak ada maksud apa2 sekaligus pamit undur diri arep nyangkul di Lebak Cewene di deket Gunung Perahu, yg ada ringin telu, sing ditumbuhi oleh pohon handeleum dan hanjuang.
Saran sy agar hati2 di pergantian/peralihan jaman, yaitu dari jaman bendu (jaman sengsara krn sifat manusia/jaman edan/jaman kutukan bumi) menuju jaman kali suba (jaman kemakmuran) …. terjadi goro-goro bukan hanya di bumi nusantara tetapi juga di seluruh dunia sbg mana disebutkan oleh prediksi/petungan/ramalan sesepuh nusantara …. bumi gonjang ganjing/gempa bumi, air meluap, manusia mudah kesurupan hilang sifat manusianya, penyakit datang silih berganti …
NAGA SOTRO 20:22 pada 20 Maret 2010 Permalink |
salam buat semua,
sy org baru d blok ini. harap dapat d teruskan komentarnya kerna sy bs buat pelajaran dr apa yg d tuliskan dan d ceritakan dgn apa adanya.
dotiklan 10:31 pada 24 Maret 2010 Permalink |
wah…komentatornya pada jago-jago semua ya…. yuuukkkk sarapan wae nggawe resepku yoo http://dot-recipe.blogspot.com/
pasti sampeyan wruh resep masakan bali… (lawar… sampe jukut buwangit)
ronggo jalu 07:52 pada 30 Maret 2010 Permalink |
Salam Sebangsa dan Setanah Air,
Marilah Kita menyanyikan dalam Hati Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Malantunkan Teks PANCASILA serta mengingat lagu Rayuan Pulau Kelapa.
Betapa anekaragam Kebudayaan yang kita miliki sehingga kita menyadari be-Bhineka tunggalika-an nedara kita, dan dapat mnyadari perbedaan Agama, Ras, dan lain-2.
Salut dengan kembalinya Mahkota Kerajaan Majapahit yang merupakan Cagar Budaya Kita, semoga yang mewarisinya dapat membuat INDONEIA TETAP JAYA, Aman Tototentrerm Kerto Raharjo – Gemah Limpah Loh Jinawi.
Mengomentari tentang Perbedaan Keyakinan Agama, MOHON TIDAK DIPERUNCING SEBAB ITU ADALAH HUBUNGAN DEBGAN TUHANNYA.
Setra Bangsa 21:29 pada 16 April 2010 Permalink |
Bagaimanapun tradisi kebudayaan leluhur takan sirna, karena itulah yang menjadikan jati diri Bangsa yang seutuhnya, dan tidak dapat diganti dengan lainnya, Islam adalah suatu prinsip konsep dan metode yang bisa ber infiltrasi ke semua arah baik hindu, budha, konghucu, kejawen, sundawiwitan dll.
Bila islam hanya difahami sebagai budaya arab saja maka inilah yang salah, merubah jatidiri sendiri yang telah ditetepkan oleh Tuhan, maka jadilah jiwa yang Fitrah Islam(suci selamat) baik dalam keyakinan hindu, budha, kejawen, sunda dll. Sebab Fitrah Islam bukan berarti agama islam yg sekarang banyak menumpahkan darah berbahasa arab, tapi konsep prilaku dalam “Kawruh Budhi”, mengetahui dan menyadari fitrah manusia dalam asal mula penciptaan dalam keadaan suci,baik,benar, lurus jujur, atau disebut Akhlaq(manusia diciptakan dalam keadaan suci, baik dan benar), dimana dalam mengisi fitrahnya sesuai dengan saat penciptaan berhati suci baik, berprilaku benar lurus dan jujur, itulah pedoman ilmu “Kawruh Budhi”, atau disebut “Trisula Wedha”.
Semua istilahnya berujung kepada kesucian, prilaku, dan keimanan (Fitrah, Akhlaq, Tauhid) semuanya disebut ISLAM(selamat,lurus,ajeg). Bila semua itu hanya diakui denga rasa egois sebagai pemeluk agama ISLAM ARAB maka prilaku kita tak ubahnya hanya seperti orang Arab,namun Islam itu adalah konsep Rahmnatil Lilálamin yaitu rahmat bagi seluruh alam dimanapun tempat negara dan bangsanya dalam tradisi budaya yang terdapat pada masing-masing ciptaan Tuhan, tidak harus seperti bangsa Arab, tapi jadilaj ISLAM dalam konsep hidup saja, baik dalam keyakinan apapun dalam MONOTHEISME(Tuhan Yang Tunggal), Yakni Tuhan yang maha hidup, yang sifat hidup nya telah berada pada setiap makhluq nya, DIA Tuhan tidak beranak dan ber istri, tidak dua dan tidak tiga tapi ESA.
Bisa dibuktikan dalam kehidupan bahawa ISLAM yang bukan dan tidak dijadikan dalam konsep hidup, maka hanya akan menjadikan pertengkaran dan perpecahan yang hanya memperebutkan benernya sendiri yang hanya sekedar KATANYA. Baik itu Kata Allah, kta Nabi, Kata Alqurán Kata hadits dll, semuanya serba katanya. Dengan katanya tsb orang islam hanya banyak bertengkar anarkis, merusak membunuh mengebom. Semua itu hanya ber modal katanya dengan harapan katanya akan dapat pahala, surga, bidadari, walapun dengan merusak, membunuh. Itulah hebatnya IBLIS membuat tipu daya kepada manusia. Sehingga walapun ISLAM sebuah agama besar yang terpecah belah, dan dijual dengan iming-iming pahala, banyak ngomong khotbah ceramah untuk cari angpau, dan dilain pihak berbuat anarkis, semua itu tak disadari bahwa islam sangat buruk kiprahnya dalam kehidupan, sehingga umat pemeluknya tetap saja tidak punya malu untuk slalu mengatakan bahwa Islam agama damai, agama sempurna dan bla..bla..bla, tapi kenyataan buktinya tak pernah membuat kdamaian,bahkan jauh dari kesempurnaan sebuah agama impor dari tiomur tengah.
Bahkan Islam hanya meng-kayakan bangasa arab saja melalui milyaran rupiah harta kekayaan indonesia berpindah ke Arab pada tiap tahunnya, hanya sekedar untuk naik haji menyembah Batu Hitam, meninggalkan dan membuang tradisi budaya bangsa nya sendiri yang telah diplupakan sehingga kehidupannya menjadi ke arab-araban, dan kehidupan yang tanggung tiak mencirikan jati diri bangsa yang sejati, Arab bukan Indonesia bukan, islam pun bukan.
Maka inilah contoh bangsa yang telah sesat kufur dan linglung, dimana hal tsb telah menjadikan murka alam, karena umat islam makan minum, berak, susah,senang, sakit, sehat di tanah air indonesia, tapi melupakan asal usul nya sendiri kacang lupa kulitnya, tak pernah bersyukur terhadap tanah air nya, kecuali hanya bersyukur kepada Tuhan Nya orang Arab saja, melupakan Tuhannya diri sendiri, yang telah Menuhani Mengurus Menghidupi dirinya sendiri di tnah air Indonesia.
Maka inilah contoh bangsa yang celaka, dan pantaslah bila Tuhan menghukum dengan berbagai kesulitan di Indonesia melalu berbagai bencana dan kesulitan ekonomi, karena kekayaan yang diberikan Tuhan di tanah airnya hanya dijadikan kebangaan menyembah-nyembah Tuhan nya orang Arab berhala batu Hitam.
Maka nikmatilah akibat Cakra Manggilingan yang sebenatar lagi akan menggilas orang-orang yang munafiq, sesat dan kufur Allah yang Menuhani dirinya. Inilah sebenarnya contoh bangsa yang sesat terbelenggu kufur syirik dan munafik terhadap kehidupannya sendiri. Dimana seharusnya dimana Kita berada Bui dipijak langit junjung tinngi, artinya dimana kita hidup harus hargai hormati bumi tanah air dimana kita berada menjunjung tinggi nilai martabat bangsa dan tanah air dalam tradisi budaya setempat melalui kearifan lokal yang bersahaja.
Bangsa iniulah yang kelak akan digilas oleh Sabdopalon Naya Genggong melalui pasukannya setan jin wrejit kutubusuk melalui berbagai bencana alam dan berbagai kesulitan. Dan hal ini telah dan sedang langsung melalui bencana Api dan Air. Tak percaya…?, lihat rasakan dan buktikan, apa yang kitra rasakan saat ini di Nusantara…?. Adakah peran Ribuan Ulama Ustadz dan jutaan Haji …….?.
Semuanya Non sen…., mereka hanya banyak ceramah omong sana sini mencari pamor dengan bekal qurán hadits yang tak pernah difahami untuk memperpanjang isi perut saja. Berjuang menegakan amar ma’ruf nahi munkar hanya sebagai LIPSTIK dumulut saja, tidak ada peran aktif di lapangan untuk membenahi rakyat miskin papa gelandangan kotoran dll. Jadi bukti apa yang bisa disangkal atas kenyataan yang ada, bahwa umat mayoritas hanya sebagai sampah belaka dan buih di lautan yang menjijikan bermandikan darah.
Cermati…cermati, rasakan…dan rasakan, apakah semua pembahasan ini salah…atau betul….?. Bla jawabanya salah berarti hati kita telah dibutakan oleh kenyataan. Apakah kita akan menjadi orang-orang yang munafik atas bukti kenyataan yang ada….?, sementara berbagai kesulitan membelengu kita……?
Maka janganlah jadi Umat Islam yang DUNGU, para pemimpin umat ternyata hanya pandai berbusa menghibur dalam menipu dengan pahala dan surga, agar sisi perutnya selalu ter isi dan pamor nya tetap terjaga melalui amplop-amplop, dan zakat infaq sodaqoh yang selamanya tak pernah membuat kemaslahatan umat sedikitpun, malah menjadikan umat banyak yang berada digaris kemiskinan.
Bukankah fungsi zakat infaq dan shodaqoh adalah untyk itu semua….?, lalu berbagai lembaga BAZIZ yang didirikan oleh tiap perorangan, kelompok, dan pemerintah itu uanga nya kemana….?, kecuali hanya memakmurkan pengurus nya saja, sementara yang miskin makin banyak dan bertambah miskin.
SIAPA yang mau bantah kenyataan ini….?, pastilah hanya orang sesat kufur munafiq
SIAPA yang mengakui kenyataan ini……?, pastilah hanya orang benar dan jujur sebagai islam yang penuh intropeksi dan kesadaran.
Mudah-mudahan Tuhan menyadarkan umat ISLAM yang hanya di level kulit dan kedok saja, sehingga kelak Tuhan akan mengganti suatu umat dengan umat lainnya yang taat dan berbuat kemaslahatan. (begitulah firman Nya dalam Alqurán).
Maka Janji Allah tak pernah meleset Tuhan akan ganti dan hancurkan seperti umat-umat terdahulu yang durhaka pada kehidupan melalui berbgai bencana dan kutukan, Semoga….semoga….semoga.
Aku berlindung keada Sabdo Palon Naya Genggong dan Satria Piningit Ratu Adil Imam Al Mahdi, yang menjadi utusan Bangsa ini, dari segala bencana Kalabendu.
satria alit 10:53 pada 12 Oktober 2010 Permalink |
SEMOGA ANDA TERMASUK GOLONGAN YG AKAN DISELAMATKAN DIANTARA 6 MILYARD DARI 13 MILYARD ORANG YG TIDAK BISA MENGIKUTI TATANAN KEHIDUPAN MANUSIA ….. AMIIIIN
pras 13:01 pada 28 April 2010 Permalink |
hanya orang-orang bodoh saja yang tidak masuk islam dan menjalankan syariatnya dengan benar
wong sakti 21:16 pada 16 April 2011 Permalink |
hanya orang bodoh saja yg ikut orang arab
imade lebih 13:04 pada 14 Juni 2012 Permalink
sejarah membuktikan paham ketuhanan monotheismelah yang membawa kehancuran di muka bumi ini, sudah saatnya kita mengikuti paham pantheisme jika ingin dunia ini aman dan damai selalu
jadigo 08:17 pada 29 April 2010 Permalink |
komentar dijawab dg komentar …anda2 semua ini nafsu duniawinya masih tinggi sekali…!!!!
semua agama itu sebagai “kulit” media anda untuk menuju padaNya. tergantung manusianya yang menjalankan,tidak ada agama yg mengajarkan umatnya utk saling menghina.
Raden Sisworo 11:13 pada 2 Mei 2010 Permalink |
Benar semoga dipahami untuk semuanya
soul 17:24 pada 9 Mei 2010 Permalink |
wah2 rame ya, ….
majapahit mo bangkit. kan dh da ngara indonesia.
menarik2…
Amir Kosim 16:42 pada 4 Agustus 2010 Permalink |
http://eddycorret.wordpress.com/2010/05/03/ciri-ciri-satrio-piningit/
agus ciptadinata 07:13 pada 19 Agustus 2010 Permalink |
aswrwb..sejarah tetaplah menjadi sejarah,nilai nilai luhur para nenek moyang kita yang telah gigih membangun bangsa dengan segenap jiwa dan raga menjadi tauladan untuk kita semua yang hidup di zaman sekarang,agama,kepercayaan,keyakinan adalah hak yang hakiki milik semua manusia.dengan tidak adanya tekanan dan paksaan.ketaatan masing masing individu yang akan menempatkan posisinya disisi tuhannya.bersukurlah bagi setiap individu2 yang masih mengingat tuhannya dan menjalankan segala perintahnya.karena dialah umat yang terjaga hatinya dari prasangka prasangka.semoga kita semua kembali kepada keyakinan masing masing dimana nilai nilai hidup yang tinggi menjadi pedoman hidup di dunia.wswrwb
ki supo 16:31 pada 23 Agustus 2010 Permalink |
wong luhur.. nora milih bandha donya…
hamung gusti kang murbeng dumadi
purbowaseso 19:28 pada 24 September 2010 Permalink |
tak kasih bocoran ya pada siap siap 2011…pasukan tanpa kepala sudah dilepas untuk balas dendam…
AremaJajagu 03:37 pada 8 Maret 2011 Permalink |
ojo ngeden ngdeni,
satria alit 10:37 pada 12 Oktober 2010 Permalink |
M E R D E K A ……. WES OJO RAME
ANDA2 SEMUA BENAR MENURUT PANDANGAN MASING2. YANG TERPENTING JANGAN MENJELEKAN ISLAM. DARI NABI ADAM SAMPAI NABI MUHAMMAD SUDAH ISLAM (ISLAM WIWITAN, ISLAM ANYAR SAMPAI ISLAM PAKEM) KLO MO MENJELEKAN ORANG ARAB SUE MONGGO ASAL JANGAN MENJELEKAN PARA WALI. SAAT INI YANG PERLU KITA RENUNGKAN MASYARAKAT UDAH KACAU PERLU PEMIMPIN YG DIRESTUI SELURUH IBU RATU, DIPERKENANKAN PARA WALI DAN DI RIDHOI ALLAH SWT. MARI BERDO’A JANGAN MENGEDEPANKAN EGO. MALU SAMA SELURUH SAUDARA BATHIN KITA, PARA SEPUH. MAO MAJAPAHIT, PAJAJARAN, ATAWA MATARAM KUNO SAAT INI KITA INDONESIA MARI BERSATU TIDAK AKAN ADA MAJAPAHIT, PAJAJARAN OR MATARAM KUNO KLO GA BERSATU ….. SEKALI LAGI … M E R D E K A
Kanjeng Romo Joko Suryo Wong Pangawitan (Kuswanto) 13:37 pada 21 Oktober 2010 Permalink |
Alhamdulillah, apa yg dulu hilang sekarang sudah ditemukan
Peralihan jaman kalabendu (kutukan bumi) atau jaman edan menuju jaman kalisuba (jaman kemakmuran) akan segera datang. Satria piningit akan menebarkan harta untuk kemakmuran nusantara. Ada 2 (dua) peran dari harta tsb? satu sisi sebuah anugrah dari Tuhan YME tapi di sisi lain bisa menjadi bencana jika disalahgunakan, karena harta ini adalah ratu adil.
Sehingga jaman waringin sungsang (jaman kebalik kepala di bawah) akan berubah tegak. Barang siapa tidak mau mengikuti kehendak alam yg menghendaki perubahan akhlak yg lebih baik maka akan ditelan bumi, ada kekuatan yg tidak kelihatan mata yg mempunyai daya kekuatan untuk menghukum manusia secara langsung/scr tiba2. Karena hanya dgn harta (ratu adil) itulah satu2nya alat yg mampu memakmurkan nusantara bahkan dunia.
Salah satu cara yg aman dari ratu adil ini adalah meminta binatang ternak (binatang kaki empat) kepada Satria Piningit, untuk dipelihara karena itu hanyalah simbol untuk komitmen untuk patuh dan tunduk untuk selalu berbuat jujur, jauhkan sifat dzolim dan munafik. Insyaallah pasti selamat.
Kelak pengikut satria piningit pada jaman peperangan (goro-goro tsb) akan membawa binatang ternak naik ke gunung thur. Gempuran ya-juj dari dalam tanah dan ma-juj dari langit akan ikut meramaikan peperangan dasyat! bau bangkai berserakan. Itulah gambaran menjelang akhir jaman. Setelah goro-goro selesai, berbondong2 ternak-ternak turun dari gunung, bumi telah dimurnikan, pepohonan ijo royo2, kawulo alit mesem, toto raharjo murah sandang pangan.
Oleh karena itu carilah Budak Angon yaitu yg akan angon ternak2 tsb.
Walahualam bishawab, ini hanya cerita hayalan.
indra 05:41 pada 24 Oktober 2010 Permalink |
smoga segala peristiwa yang terjadi dan akan terjadi di bumi Nusantara ini sesuai dengan kehendak Tuhan Yang Tunggal.
siva shangker 12:04 pada 2 November 2010 Permalink |
hahahaha…. org” yg tkut akan kejayaan majapahit tlah menggeliat sprti cacing kepanasan… aku MAHA SHIVA akn mmbantu kebangkitan MAJAPAHIT. spa yg menentang lewati AKU. NEY Aku ORANG LOMBOK… yg mnentang KEBANGKITAN MAJAPAHIT HABISI!! LOMBOK JAJAHAN ANAK AGUNG TETEP AKAN JADI BAWAH ANAK AGUNG…. PERANG AKAN KEMBALI DEMI BANGKITNYA MAJAPAHIT.
AremaJajagu 03:53 pada 8 Maret 2011 Permalink |
Yang menentang majapahit gak ada wong majapahit sudah gak ada. Yang habis!!!!!! yang menentang Indonesian Raya. Coba Berani gak menentang Indonesia Raya.
bigpet13 12:22 pada 18 November 2010 Permalink |
saya pernah main ke puri majapahit di jimbaran bali, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana di sana segala suku, ras dan agama bersatu tanpa melihat perbadaan apa2, yang dilihat hanya kita sebagai manusia ciptaan tuhan, dari pada saudara2 ku semua si sini bertengkar lewat website ini, lebih baik main2 dan sowan ke hyang suryo, saya yakin beliau akan menyambut semuanya dengan tangan terbuka, di sana kita akan lihat ke bhinneka tunggal ika an yang asli, tidak ada perbedaan manusia di sana,..salam …..
satria_nusa 19:55 pada 28 November 2010 Permalink |
Duh…pada rame rame ya….apa daridulu memang mesti rame2 sama saudara sendiri coba renungi kita hidup untuk apa dan mau apa:
mohon di renungi bila ada yang ingin membuka rahasia yang belum terkuak sampai saat ini:
http://misteri-us.blogspot.com/2009/12/rahasia-terbesar-tersembunyi-bani-jawi.html
jadi ga usah pada gontok2an gak bagus semua agama mengajarkan segala kebaikan….bugan begitu sedulur……………….
salam sejahtera buat nusantara
FIYAN 05:54 pada 10 Desember 2010 Permalink |
HONG WILAHENG JAGAT KINASIH WILUJENG RAHAYU TOTO TENTREM INGKANG WINAJI RATU SUCI AGGLAR SINAJI
Iswanto 01:32 pada 15 Desember 2010 Permalink |
Wah mantra wingit iki sayang dicap mantra musyrik oleh Islam arab lo…mantra setan karena yang benar hanya mantra arab…mantra alloh
wong sakti 21:13 pada 16 April 2011 Permalink
musyrik kalau seorang arab jadi teroris dan goblokk ga punya otak arab gendeng
Manumayasa 21:45 pada 26 Desember 2010 Permalink |
saya percaya dengan ada kebangkitan Majapahit…
saya orang lumajang yang sering berkunjung ke pura Mandara Giri Semeru Agung…
saya pernah diceritani oleh pemangku Pura tsb.
bawasannya kenapa para org2 majapahit waktu itu lari ke arah timur [bromo-tengger-semeru] Lumajang dan berakhir di Bali, itu semua karena gempuran para “islam mataram” yg sudah tidak lagi menginginkan adanya majapahit di bumi pertiwi…
saya sangat tertarik akan budaya bangsa… saya ingin tahu lebih ttg budaya bangsa ini… saya begitu mengagumi sosok Garuda Wisnu Kencana yg tidak lain juga berwujud Prabu Airlangga sbgai titisan dewa Wisnu…
NN 07:38 pada 12 Januari 2011 Permalink |
mbok yo ojo podho padu…..untuk mas iswanto kok benci banget sama arab??? tapi tidak bisa dong men-generalisir- semua orang islam itu arab atau berperilaku arab, tidak juga semua arab ga ada baiknya sama sekali. Agama jangan dilihat dari penganutnya, memang banyak orang yang mengaku islam tapi berbuat kejahatan tapi juga tidak sedikit yang beragama Hindu, Kristen, Budha berbuat sama. Semua tergantung masing-masing individu.
Kalo sampeyan protes dengan pikiran dan kata-kata seperti tulisan sampeyan trus apa bedanya sampeyan dengan Arab yang sampeyan benci??? SAMA mungkin cuma beda agama.
Dirmansu Sitompul 19:21 pada 12 Januari 2011 Permalink |
Terimakasih atas informasi/berita masih terpeliharanya Budaya Jawa kuno (majapahit), kpd teman2 sebangsa & setanah air ku yg tercinta. Mohon izin memeperkenalkan diri, nama saya DIRMANSU SITOMPUL, alamat TEBINGTINGGI-SUM.UTARA. Saya kebetulan mbaca Filsafat , dan kebetulan (sekali lagi kebetulan) membaca artikel tsb diatas dan jujur saya sangat tertarik dgn budaya lama kita yg ternyata betul-betul Indonesiawi. Dalam bukunya : 6000 thn Merah Putih, Mr. Muhammad Yamin mengatakan bahwa terdapat banyak kesamaan kultur di hampir seluruh suku-suku yg ada disepanjang garis kepulauan Astro-nesia, termasuk didalamnya pemaknaan bahasa,philosophy,sejarah, dan pemujaan thdp Tuhan / dewa-dewi yg mereka sembah. Namun sangat disayangkan, kolonialisme dan penjajahan telah mensirnakan situs2 dan kepustakaan
peninggalan nenek-buyut kita. Ketertarikan saya dgn artikel ttg Majapahit adalah dikarenakan tutur riwayat keturunan (silsilah) di suku Batak dimana sbg keturunan ke 20 dari Raja Batak,yang mana marga Sitompul dan marga Hasibuan diriwayatkan sbg anak dari Raja Sobu yang ibunya adalah seorang Putri dari Kerajaan Majapahit (bersuamikan TUAN SORBA DI BANUA). Yang menjadi pertanyaan saya adalah Bagaimana koq bisa nyasar sang Putri tersebut ke Tanah Batak ? Apakah ada keterkaitan kerajaan Tanah Batak dgn Majapahit ? Demikian pertanyaan saya.
AremaJajagu 03:48 pada 8 Maret 2011 Permalink |
Lay aku curiga jangan2 Gajahmada itu orang tapanuli= wajahnya kayak orang batak
Jero 02:53 pada 22 Februari 2011 Permalink |
Bisa saja bos, kekuasaan Majapahit waktu dulu wilayahnya kan luas. Brawijaya V saja permaisurinya dari Kamboja sana, lebih jauh lagi kan Bang?
Apalagi Batak dekat, kalau mau coba aja cari sumber-sumber tulisan yang lain .
Makasih
bagero 14:00 pada 5 Maret 2011 Permalink |
Sangat sayang saya membaca artikel sebagus ini, tapi diarahkan untuk membenci salah satu golongan. Ini sama sekali tidak mencerminkan semangat multi kultural dari Majapahit dulu.
Bagi saya ini jadinya cenderung seperti surat sakit hati, karena golongannya sekarang menjadi golongan minoritas dan sekarang sedang berusaha meyakinkan diri anda sendiri serta orang lain bahwa golongan anda (redaksi / penulis) nanti akan mampu bangkit dan berjaya melebihi golongan mayoritas yang ada sekarang ini.
Mana mungkin Majapahit bisa dibangkitkan dengan semangat untuk meruntuhkan golongan lain ???
Menurut saya Majapahit bisa dibangkitkan dengan merangkul semua golongan, dengan melihat bahwa semua golongan itu punya visi yang sama untuk kebangkitan Majapahit dan kesejahteraan rakyatnya.
Seperti inilah menurut saya visi seorang PENGAYOM.
Bagi saya, visi anda (penulis / redaksi artikel ini) hanya terlihat sebagai PENGHASUT. Sangat penuh kebencian dan dendam. Sungguh anda dan orang2 yang seperti anda bukanlah golongan yang berhati lembut dan bersih. Sungguh terlalu berani anda berbicara mengenai Majapahit dengan cara seperti ini. Saya yakin leluhur Majapahit sangat malu kepada anda2 sekalian.
Salam karahayon.
AremaJajagu 03:38 pada 8 Maret 2011 Permalink |
gak usah marah, anggap aja sekedar untuk dibaca dari pada ngalamun
Luthfiah sugihartono 21:15 pada 11 April 2011 Permalink |
SINGLETON
new world order
EXHIBIT AB
NEO THE UNITED KINGDOM OF GOD SKY EARTH
[NATIONS KINGDOM REPUBLIC OF INDONESIA]
NEO CONSORTIUM INTERNATIONALITY
SWISSINDO WORLD TRUST INTERNATIONAL ORBIT
[INDUK ARMY-INDUK BANK-INDUK NEGARA]
Maha Kuwasa Panata Baca Djagad Araya Dalang Anyatha
PERSATUAN KESATUAN INTERNASIONAL
BADAN INDUK LEMBAGA TINGGI TERTINGGI BANGSA [LTTB-AAE.A2] SEMESTA ALAM
BADAN INDUK LEMBAGA TINGGI TERTINGGI NEGARA [LTTN-AAE.A2] SEMESTA ALAM
ACCESS GLOBAL MILLENNIUM GOAL NEO INDONESIA MERCUSUAR DUNIA
SYSTEM KINGDOM CIVIL SOCIETY
DEWAN IKATAN DOCUMENT OF INTERNATIONAL
THE INTERNATIONAL COMMITTEE OF 300
THE INTERNATIONAL ORGANIC AGENCY
UNITED NATION ORGANIZATION
REG. ASBLP-0333902-2010
PATENT LICENSEE AGREEMENT
GARUDA INDONESIA NANGKUTI THE KING RADJAWALI SAKTI IS BORN-CODE OVERTAKE ORDER GENEVA & TAPAK SIRING BALI’63
THE INDONESIA MASTER KING OF KING’S
NEW WORLD ORDER CURRENCY ESTWO-N$2
GLOBAL IMMUNITY.FRN.0831934
TRANSMISSIONS CONSORTIUM INTERNATIONAL USA-SWISS & FINANCIERS CONSORTIUM INTERNATIONAL INA.
IDENTIC DATA CODE OWNERSHIP-ID HISTORY MICRO FILM
LETTER O-LETTER A-LETTER B.
12 ISTAINI AGUNG NGESTI TUNGGAL
TIGA PERPONDING DUNIA-AAE & A1
SUPER SEMMAR RAC CO2A16
TANAH AIR DIKANDUNG BADAN
P1.PKC-NKRI, INA: 117.113.112.ITJ
EXHIBIT AB, SRI MULIH MEDANG KAMULYAN, FORMAT SOCIAL FLOW CHART 3039-2060
RAHAYU NONE/NN/GG/NASA
Paramitha Ayu 01:05 pada 2 Mei 2011 Permalink |
Kebangkitan Majapahit sudah memberi inspirasi untuk memahami kebangkitan bangsa di nuswantoro, dan mengembalikan kejayaan java dvipa. Javadvipa ini dikenal sebagai daratan yang gemah ripah lohjinawi…bahkan menjadi pusat kebudayaan dunia yang maju jauh sebelum Hindustan, Arab, Indian, Ainu, Mesir, Babylon dan bangsa bangsa besar lain.
Hal ini diungkap lewat penelitian selama 30 tahun dari Prof Ariyo do Santos dari brazil. Jadi kira kira 11000 tahun yang lalu, berdiri kerajaan atlantis di benua yang terletak di Indonesia. Fakta sains mengungkapkan bahwa Orang Indonesia Purba mempunyai Teknologi dan Budi pekerti yang lebih tinggi dibandingkan ras moderen saat ini. Silahkan lihat di http://www.atlan.org.
Dan ras kitalah yang menurunkan ras arab, yahudi, khmer, ainu, indian, kreta, yunani, mongol romawi dan bangsa barbar eropa. Tapi tangan tangan orientalis barat khususnya penjajah VOC dengan politik Pecah Belah dan Adu Domba berusaha menutupi sejarah asli dari kebudayaan bangsa kita.
Namun Politik tetaplah politik, muncul ilmuwan dengan semangat luhur untuk mengabadikan bukti bukti budaya yang ada di tanah hindia belanda. Adalah Dr. N.J. Krom dan Prof. Husein Djayadiningrat (prof. HIndia Belanda yang pertama di Leiden University belanda tahun 1913) yang pertama kali menghimpun data dan fakta peninggalan wangsa sailendra di yogyakarta, yaitu candi borobudur.
Semangat ilmuwan-ilmuwan tanpa lalah untuk mengungkap kebenaran ini, dilandasi semangat universal. Tanpa menimbang unsur SARA.
Dari catatan yang saya pelajari dari beberapa teman di Universitas Leiden, Kitab, pararaton dan negarakertagama serta catatan beberapa laksamana tiongkok menunjukkan bahwa Majapahit mencapi kajayaan pada abad ke 14. Sementara pedagang islam pakistan sudah masuk sejak abad ke 8. Runtuhnya majapahit sebab utamanya adalah karena perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468.
Jadi bukti sejarah otentik yang mengatakan bahwa keruntuhan majapahit disebabkan oleh serangan demak adalah mitos (Romo Swantoro : Kajian JP Van Earp 1930). Dalam tulisan surat van earp, pejabat arkeologi setempat, kepada gubernur hindia belanda disebutkan “Perlu dilakukan pembelokan sejarah terhadap catatan-catatan sejarah majapahit, agar tidak menimbulkan perlawanan perlawanan terhadapa ekspedisi timur jauh”. Sejak saat itu muncul opini bahwa kerajaan hindu Majapahit dihancurkan oleh ekspedisi Pati Unus (1561 M), padahal faktanya telah disampaikan dalam candrasengkala bahwa Prabu Hudara (Prabu Brawijaya VII) telah bersabda “sirna ilang kertaning bumi”. Kemakmuran akan hilang ditelan bumi, karena angkara manusia yang memperbutkan tahta dan menimbulkan paregreg.
Jika penulis memang memiliki semangat Bhattara Saptaprabhu dan masih menjadi penganut budha sywa. Janganlah menebar angkara lewat supata. Bahkan prabu Kalagemet (Hyang Sri Jayanegara) sekalipun tidak pernah menaruh kebencian pada bangsa arab dan china, meskipun secara politik china pernah menjadi musuh yang berhasil diusirnya.
Saya adalah wanita penganut sywa budha, menikah dengan muslim dan anak kami 2 orang. Tidak pernah sekalipun kami menyinggung entitas keberagamaan kami. Karena negeri ini berdasar pancasila. Mohon dengan hormat penulis lebih memahami nilai budaya dharmma upapatti sebagai landasan penulisan yang benar.
Jangan hanya memandang ras lain lebih rendah seperti kaum zionis, nazi arya, kukulkan dan badui. Sebab kita adalah penduduk Nuswantoro…terima kasih
sinta 10:04 pada 7 Mei 2011 Permalink |
bhineka tunggal ika lebih baek mnggunakan prinsip tho ja utk saat nie,tak usahlah saling mnyalahkan baek bnrna siapa tp lbh baik qt introspeksi dri qt ndiri masing2 agar bangsa qt tdk terpecah belah sprti krg.bangsa Indonesia adalah bangsa yg ramah,santun,n tdk saling mencela.Dgn adanya kejadian d atas bknkah qt hrsnya merasa senang bahwa kebudayaan qt yg dulunya tdk pernah diketahui krg timbul kembali.Marilah qt sama2 merawat n menjaga kebudayaan qt,jgn lagi qt mengadu domba antar sesama d bumi tercinta qt nie..salam knl bwt kalian semua
raditya permadi parameswara 18:08 pada 12 Juni 2011 Permalink |
ingsun ya sira, sira ya ingsun, ya ingsun tajalining dzat kang maha suci, kang dadi wewayangane gusti
muhaji 03:04 pada 27 Juni 2011 Permalink |
saya yakin tidak lama lagi akan mucul kerajan majapahit yang diamana akan membawa kemamuaran bagi nusantara dan akan mencarai pemilik makotanya baik dibali maupun ditana jawa menurut pendapat saya ?
yuda . madiun 09:20 pada 13 Juli 2011 Permalink |
saya mendukung berdirinya kerajaan mojopahit … smoga ada orang yang seperti patih gajah mada . smoga bersatu tanah air yang kita cintai ini…..
Prabu Parikshit 01:04 pada 3 Agustus 2011 Permalink |
kita tak butuh islam.
deni 04:57 pada 23 September 2011 Permalink |
betul bos……….yang kita perlukan konsep ke imanan… dan islam yang paling sempurna dalam mengajarkan ke imanan…………….
Prabu Joedhistira 02:10 pada 28 Agustus 2011 Permalink |
arab dan islam itu berbeda. org arab belum tentu islam. hakikat agama (islam) adalah mengajarkan kebaikan bagi semesta alam, rahmatan lil ‘alamin. “islam” sbg agama haruslah dibedakan dg pemeluknya. karena pemeluk islam adl manusia, sbgmana kristen, hindhu, budha, kejawen,dll. setiap manusia tentu bermaksud hidup ‘bahagia’ dg carnya masing2. sehingga terkadang ada yg menyimpang dr ajaran keyakinan yg dianutnya. maka yg patut di’cela’ adalah pelaku/manusia ysb; bukan keyakinan/agamanya. tak perlu lah kita bertengkar saling klaim mana yg “PALING BENAR”. karena pandhita itu tidak butuh pujian, tidak takut celaan; inginya hanya melaksanakan titah Yang Kuasa dg sebaik2nya, serta membaikkan kehidupan semesta. “ajining diri gumantung soko lathi” –kemuliaan seseorang itu terlihat dari apa2 yang diucapkan– maknanya perkataan dan perbuatan seseorang mencerminkan apa yang ada di’hati’ dan ‘pikiran’ ysb. pribadi2 yang mulia tentu hanya bertutur serta berkata sesuatu yg menentramkan, penuh kemuliaan bagi sesamanya. dan begitu sebaliknya, semoga bisa menjadi rnungan kita bersama…
ki_mada 07:14 pada 19 September 2011 Permalink |
ikutan bahas =setiap ada keributan pasti ada kedamaian=renungkanlah karena sebab akibat terjadi dikarenakan banyaknya ketidak tahuan yang sebenarnya. cobalah belajar yang banyak memakan TAAAAAHU jangan lupa ama TEEEEMPE,
deni 04:44 pada 23 September 2011 Permalink |
ISLAM ITU RAHMATAN LIL ALAMIN…………………………….
deni 04:52 pada 23 September 2011 Permalink |
tu yang mulangin mahkota kokay kokay dari mana tug ya??? asli kelebihan duit apa ada MoU ya sama yg mau make mahkota??? WASPADALAH……..WASPADALAH……WASPADALAH……..
INGA…INGA… TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING……………………….
maharani 06:33 pada 26 September 2011 Permalink |
knp 4 kitab & agama besar di turunkan di timur tengah/tanah arab secara berurutan,oleh tuhan Y:M:E…..? Krn msyarakat arab/timur susah di atur tak bermoral,ingkar,pendusta,khianat,tak berbudaya..spy mrka beritikad baik & bermoral,berbudi pekerti luhur….tp ttp ingkar jg…. ?
cahyo saniskara suryo siwi 00:23 pada 8 Oktober 2011 Permalink |
kabeh kahanan kuwi nut jaman kelakone seng penting jas merah lan kita isi nusantara dengan seribu warna keadilan kemakmuran kemanusiaan ketuhanan lan roso welas asih lan tepo sliro jaya NKRI…………………..
Wong jowo 13:44 pada 10 Oktober 2011 Permalink |
Majapahit sungguh menarik….. tp sayangnya yang ini obrolan kelas majalah liberty….. wk wk wk mohon maaf… itu kelas rendahan…. wong mabuk, wong ngomel, wong kesurupan omongannya dianggap sebagai wahyu/pawisik….
Wawan 16:37 pada 10 Oktober 2011 Permalink |
Woiiiiiiiii aku juga masih trah………..majapait lho…….aku juga berhak jadi raja. Tapi berhubung aku dak suka sistem kerajaan…..ya dak kasi sama sampenyan semua gelarku. Surat kekancingan aku turun Brawijaya Pungkasan……udah aku jual kekolektor.biar senang dia. Orang ko ngaku-ngaku…..koyo wong edan ae.
r14n_ar135 03:54 pada 17 Oktober 2011 Permalink |
mohon maaf sebelumnya buat semua klo sampai ada yang tersinggung…
saya sebenarnya iba melihat sesama anak bangsa ini saling meributkan mana yang benar dan mana yang salah,kenapa kita tidak mencoba untuk membahas semuanya dengan kepala dingin dan tanpa emosi sedikitpun.
kita semua ingin yang terbaik untuk bangsa ini,jujur sayapun senang melihat thread seperti ini yang membahas masalah kemajuan negeri ini di masa depan,meskipun harus mengacu kepada masa lalu negeri.
PADA INTINYA semua agama itu sama,mengajarkan yang baik untuk umatnya,coba kalian pelajari 1 per 1 agama yang ada mulai dari islam,hindu,budha,kristen dan agama lainnya yang kalian anggap ada.untuk umat islam coba kalian pelajari al-quran dan tafsir (karna saya juga umat islam),tidak disebutkan satupun agama yang diturunkan oleh allah itu sesat,yang sesat adalah individual orang yang menjalaninya,mereka salah menafsirkan tentang agama yang mereka dapatkan.
untuk agama yang lain saya tidak berani menyebutkan karena itu diluar kemampuan saya sebagai manusia yang hanya memiliki 1 agama,tapi setidaknya kita sesama anak bangsa ini saling menghargai dan menghormati.
sebenarnya saya pun belum yakin klo si satria piningit itu Sri Wilatikta Brahmaraja XI,karena dari yang saya baca si satria piningit itu akan muncul dengan senjata seperti trisula dengan mata yang amat tajam.tapi disini yang saya yakini trisula yang dimaksud bukanlah senjata trisula yang sebenarnya,melainkan 3 sifat inti dari hidp manusia yaitu : benar; jujur, dan tulus.dan mungkin klo dicocokkan pada mahkota majapahit tersebut kan ada tiga permata yang hilang yang menunjukkan ketiga sifat tersebut,menurut saya mungkin si satria piningit itu akan datang dengan mengembalikan ketiga permata tersebut dan memiliki ketiga sifat yang saya sebut diatas….
maaf klo saya salah penafsiran saya hanya mengutarakan pendapat saya.,.,.,
siapa yang ingin negeri ini bercerai berai?jelas saya tidak ingin hal itu terjadi,….
marilah kita bersama sama mewujudkan indonesia yang damai dan sejahtera tanpa mempermasalahkan RAS di dalam hidup ini.,.,.,
pajri 05:56 pada 22 Oktober 2011 Permalink |
aku pajri,,keturunan kerajaan tulang bawang,,dalam benakku ada kesamaan sejarah antara hilangnya krjaan mjpahit dgn kerjaan tulang bawang
Deja Vu 10:56 pada 10 November 2011 Permalink |
Aku Yakin Islam Agamaku yang terbaik. Aku juga yakin Budaya sejarahku yang terbaik.
Sunan KaliJemblem 15:09 pada 7 September 2012 Permalink |
klo gue krAJAAN “TULANG PINGGUNG” raakyatku cuma istri dan anak gue!____________buat “yg punya blog dan yg komen menghina” kalian sangat menyedihkan
Dede Loo 05:00 pada 7 Desember 2011 Permalink |
Salam semua, mohon maaf ternyata sebagai pengagum Majapahit saya terlambat untuk “mengetahu” keberadaan tempat ini, saya berterima kasih sekali dengan page ini, ini memberikan begitu banyak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di hati saya selama ini. semua yang anda tulis di sini ternyata sama dengan apa yang saya pikirkan, sekedar cerita saja… saya masih ada keturunan hokkian, namun ibu saya orang jawa asli, saya lahir dari keluarga yang sudah islam, saya sejak kecil belajar mengaji mungkin karena rumah berdekatan dengan masjid, namun seiring tumbuh remaja saya mulai peduli dengan hal-hal yang jarang dipikirkan orang sekeliling saya dengan usia sebegitu. saya suka memperhatikan keluarga ku yang masih menganut adat jawa dengan kental (keluarga ibu lebih dominan), seperti bersesaji tiap kamis petang, membuat ruang tengah untuk menyimpan benda pusaka dan untuk kamar leluhur, namun kami tetap sholat sebagai muslim, lambat laun keluarga kami sering di tegur oleh orang-orang sekeliling mengenai kebiasaan itu atau setidaknya suka di “rumpi-rumpi” in kalau bahasa sekarang, umurku yang masih belum genap 10 tahun kala itu sudah merasa risih dan berani berdebat dengan para tentangga yang selalu nongkrong di masjid, ketika menjelang tamat SD aku memutuskan untuk tidak datang ke masjid lagi, bukan dapat pengaruh dari manapun, namun saya merasa jengkel hingga hari ini karena kelakuan orang-orang dimasjid yang selalu menganggap orang-orang seperti keluargaku dan orang yang masih “njawani” itu sebagai kafir.. terus terang saya merasa jijik dengan hal itu, akhirnya walau rumah orang tua saya bersebelahan dengan masjid, walau kedua ortu saya muslim sejati, dan semua adik saya juga sama, namun saya beda.. KTP masih islam, namun hatiku sudah lama sekali melupakan itu, dalam hatiku terus terang tidak boleh di sentuh dengan ajaran itu lagi, aku sungguh tidak suka dengan budaya arab dari kecil hingga sekarang, dari daratannya yang terkesan gersang sampai merasa jijik melihat ontanya dan juga ditambah lagi dengan kelakuan warga nya yang suka menyiksa.. sekarang siapa yang setan.? mungkin kata-kata saya terlalu kasar, namun sungguh bukan maksud aku untuk merendahkan umat lain, saya mohon untuk yang paling berkuasa di page ini… apakah anda tau mengenai saya… sebetulnya terkadang saya merasa aneh dengan sikap saya ini,…
Edo Edward T.R 08:08 pada 3 Januari 2012 Permalink |
BHINEKA TUNGGAL IKA SEMUA BERBEDE BEDA TETAPI TETAP SATU JUA . SEMUA PERBEDAAN AGAMA, SUKU , BUDAYA , KEPERCAYAAN DAN WARNA KULIT SEMUANYA ADALAH KELEBIHAN BANGSA KITA INDONESIA YANG DIPADUKAN DENGAN KEARIFAN BUDAYA ASLI LOKAL INDONESIA. JADI JANGANLAH KALIAN BERCERAI BERAI , BERMUSUHAN TETAPI BERSATU PADULAH KARENA DIBUMI INDONESIALAH ADA RAHASIA ALLAH SWT YANG AKAN MENJADI PUSAT PENENTU SEJARAH ALAM SEMESTA. JADI JANGANLAH KALIAN BERFIKIR BAGIAN PER BAGIAN KECIL SAJA TETAPI COBALAH UNTUK “IQRO” BAIK YANG TERLIHAT MAUPUN YANG TIDAK TERLIHAT KARENA SEMUANYA SUDAH ADA DIDALAM KITAB LAUFUL MAHFUDZ . JADI LAKU LAKULAH SESUAI RIDHO ALLAH SWT.
Edo Edward T.R 08:14 pada 3 Januari 2012 Permalink |
BHINEKA TUNGGAL IKA SEMUA BERBEDA BEDA TETAPI TETAP SATU JUA . SEMUA PERBEDAAN AGAMA, SUKU , BUDAYA , KEPERCAYAAN DAN WARNA KULIT SEMUANYA ADALAH KELEBIHAN BANGSA KITA INDONESIA YANG DIPADUKAN DENGAN KEARIFAN BUDAYA ASLI LOKAL INDONESIA. JADI JANGANLAH KALIAN BERCERAI BERAI , BERMUSUHAN TETAPI BERSATU PADULAH KARENA DIBUMI INDONESIALAH ADA RAHASIA ALLAH SWT YANG AKAN MENJADI PUSAT PENENTU SEJARAH ALAM SEMESTA. JADI JANGANLAH KALIAN BERFIKIR BAGIAN PER BAGIAN KECIL SAJA TETAPI COBALAH UNTUK “IQRO” BAIK YANG TERLIHAT MAUPUN YANG TIDAK TERLIHAT KARENA SEMUANYA SUDAH ADA DIDALAM KITAB LAUFUL MAHFUDZ . JADI LAKU LAKULAH SESUAI RIDHO ALLAH SWT.
warok tejo kusumo 11:00 pada 4 Januari 2012 Permalink |
ISLAM agaminsun ALQUR,AN kitabinsun kanjeng nabi MUHHAMAD nabisun njeng sunan KALIJOGO wali insun adat bodoyo jowo budi howo panuntunisun sri
wilatIkta brahma raja ROJO INSUN lek MOJOPAHIT SIDO ADEG ING BHUMI NUSWANTORO LAN ISO MEMAYU HAYUNING BAWONO SAK INDENGE NUSWANTORO WONG BALI SEDULUR ISUN LAN WONG SAK TANAH NUSWANTORO SEDULUR ISUN SEMBAH KULO MUGI KONJUK DUMATENG PUKULUN PRABU SRI WILATIKTA BRAHMA RAJA XI INGKANG AGUNG MUGI KARAHAYON LAN PANJANG YUSWO KALIYAN IDI HYANG MANON.WAKIL SAKING KADIPATEN ARYO BLITAR sembah sungkem.
arifin 11:12 pada 11 Februari 2012 Permalink |
mohon maaf apabila saya salah,…..kakek saya poniman, sedangkan nenek saya rebi, buyut saya gorima,…yang mau saya tanyakan siapakah keturunan eyang saya terdahulu matur nuwun
agung wijoyo 03:04 pada 26 Februari 2012 Permalink |
saya ingin mengetahui perkembangan informasi mahkota majapahit yang notabene sejak 2008 sudah kembali adakah perkembangan yang siknifikan dari keadaan yang sekarang matur suwun
Sang Saka Karta 19:10 pada 11 April 2012 Permalink |
untuk postingan & para komentator.. NKRI harga mati.. bhineka tunggal ika.. RA-HAYU
Bloger Kapuas 15:39 pada 15 Mei 2012 Permalink |
http://akigendengbanget.wordpress.com/
Monggo mampir
mada 02:37 pada 29 Juni 2012 Permalink |
ngaku-ngaku keturunan majopahin harus dibuktikan. saya orang trowulan,mojokerto. gak terima dengan orang yang ngaku-ngaku keturunan majapahit,sebab leluhurku juga orang majapahit.
imam 02:42 pada 29 Juni 2012 Permalink |
biasa kalo mau pemilu,pemilihan presiden , banyak yang ngaku keturunan majapahit.
Suryawan Surya Akasia 07:58 pada 20 Juli 2012 Permalink |
sudah sudah ah….jalanni hidup santai aja…kerja kerja…skolah2…kuliah2…….urusan dunia nanti jg akan terjawab. yang jelas indonesia punya sejarah, nenek moyang dan budaya. yang hidup sekarang berasal dari nenek moyang dan sejarah masa lalu indonesia. yang penting jangan lupa sama sejarah dan nenek moyang apa lagi mengingkarinya karena tidak akan mendapat kedamaian dimanapun berada. biarkan sejarah diputar balikan oleh mulut manusia…tetapi sejarah sudah terjadi dan tidak bisa diingkari. kebenaran akan tetap kebenaran. percayakan saja kepada Pencipta alam semestamu…….orang atau agama atau ajaran yang baik adalah orang, agama, ajaran yang mampu menciptakan kedamaian, bukan kerusuhan, permusuhan dan atau penyebar kebencian.
ingus meler 04:03 pada 18 September 2012 Permalink |
setuju om Surya, dukung komentarnya, yg sudah lalu biar berlalu, bagus jeleknya itu lah sejarah, jgn d ungkit2 kembali berbuat lah yg terbaik unutk negri ini
Cokro bhawono 13:05 pada 9 Desember 2012 Permalink |
Ass Wr WB.
Kepada dan untuk, Yth
Saudaraku sebangsa dan setanah air NUSANTARA.
Allah SWT telah memberikan ilmu kepada manusia bahwa dalam satu hari, satu kali 24 jam manusia berputar 360 derajat baik vertikal maupun horizontal dan setiap perubahan arah atu koordinat satu detik disiplin ilmu apa yang tidak ada semua terintegrasi menjadi satu, artinya melihat, mengkaji dan mengartikan sesuatu harus komprehensif dan universal jangan melihat dari satu arah sudah merasa benar.
Sesuai dengan kalimat Allah Rohman Rochim maka Allah SWT memberikan sifat Cinta Kasih Sayang kepada semua ciptaannya, khususnya manusia Allah SWT memberikan sifat Cinta Kasih Sayang kalau diartikan secara Ilmu dari Allah adalah manusia harus mencintai dan menyayangi semua ciptaan Allah jadi bukan hanya diartikan untuk lawan jenis.
Manusia hidup satu kali 24 jam berada diruangan yang luas lebih banyak dari ruangan yang sempit misalnya kamar mandi yang artinya manusia diharuskan mempunya wawasan yang luas agar semua kelestarian yang diciptakan Allah dapat terwujud.
Sebagai umat islam melakukan sholat dari gerakan sholat berdiri dengan mengucapkan Allah Huakbar artinya dalam bahasa manajemen adalah grand master atau planing jangka panjang, setelah itu sendakep atau tangan dilipat tujuannya adalah mengkaji sesuai ajaran Allah SWT, stelah itu berdiri lagi baru rukuk yang maksudnya planing jangka menengah, selanjutnya berdiri lagi untuk menilhat jauh dan reevaluasi baru dilanjutkan ke sujud dan seterusnya, maka sebenarnya sholat adalah merupakan ilmu dari Allah tentang manajemen bagaimana manusia mengelola kehidupannya sehari hari.
Disuatu negara hukum dasar adalah ada 3:
1. Hukum alam langsung kepada Allah SWT.
2. Hukum agama melalui orang orang yang dipercaya Allah SWT untuk melestarikan ciptaanya.
3. Hukum negara melalui manusia yang mengatur dalam satu negara.
Kesimpulan:
1. Amalkan ilmu Allah secara komprehensif dan universal.
2. Mengkaji sesuatu harus komprehensif dan universal.
3. Bagi generasi muda termasuk saya jangan lupakan sejarah khususnya yang berkaitan dengan diri kita.
4. Jangan memberi komentar atau statement kalau baru melihat satu arah.
5. Sebelum ada kita telah ada yang terdahulu yang perlu di junjung atas semua yang telah dilakukannya.
6. Jangan terjebak dalam suatu kepentingan karena dengan kepentingan yang salah menjadi benar, dan
yang benar menjadi salah.
7. Lihatlah jauh kedepan apa yang terjadi di NUSANTARA ini, kita semua tidak pernah merasa berdosa
yang tidak kita sadari telah merusak, mendzolimi, menghina dan mencaci maki ciptaan Allah SWT.
8. Bersyukurlah semua ciptaan Allah SWT yang di dzolimi karena semua dosanya akan berkurang
dan semaliknya dasanya akan dilimpahkan kepada yang men dzolimi.
9. Kehancuran alam di bumi pertiwi NUSANTARA telah mencapai titik kritis akibat dari makluk ciptaan
Allah yang telah merasa suci dan benar bahwa menelantarkan dan mendzolimi ciptaan Allah adalah
bukan perbuatan dosa.
10. Kalau belum tau tentang keberadaan NUSANTARA janganlah memberikan komentar dan
memberikan statement, jangan memvonis sebelum tahu secara komprehensif dan universal.
Yang perlu diketahui:
1. Nusantara bukan atas dasar penjajah melainkan pemilik hak waris NUSANTARA jadi jangan dibalik
untuk mempersatukan agar terwujudnya NUSANTARA diperlukan sistem dan strategi dan strategi
yang diterapkan oleh yang mewujudkan nusantara yang goalnya adalah perkawinan silang sehingga
terjadinya perapatan kekeluargaan, yang lepas dari konsep nusantara pada dasarnya semua
ciptaan Allah SWT adalah semua keluarga.
2. Beberapa peneliti internasional menulis dan menyatakan bahwa timbulya peradaban baru adalah
dari Jawa hal tersebut dibuktikan.
2.1 Jaman borobudur (era jaman batu) telah melakukan muhibah ka Afrika Barat, yang perlu dikaji
mengapa muhibahnya ke Afrika Barat dibuktikan di Ghana ada masyarakat keturunan Jawa
yang pada saat ini nama pemukimannya adalah Java Hill.
2.2 Jaman Majapahit yang merupakan era pembaharuan dari teknologi batu menjadi teknologi
terakota atau dari tanah yang hingga sekarang bangunnanya masih abadi, dan garis kebijakan
masih menindak lanjuti jaman borobudur dengan SUMPAH PALAPA, dibuktikan laskar
Majapahit telah sampai di Madagaskar, dan apabila kita artikan nama Madagaskar adalah
dari Mada (Gajah Mada) gaskar (Tugas Laskar) artinya adalah Laskar Gajahmada.
2.3 Jaman era peralihan dari penjajahan ditindak lanjuti oleh Bung Karno dengan membentuk
mempersatukan Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung melalui Konfrensi Asia Afrika
yang diwujudkan dengan suatu deklarasi yaitu yang berarti menindak lanjuti apa yang
telah dirintis pendahulunya yang secara langsung sudah terwujudnya Multirateral, dan
bagaimana dengan kondisi sekarang kita ini lebih maju atau mundur.
2.4 Di Jawa juga ada almanak jawa dengan tataran aksara yang apabila dikaji secara komprehensip
dan universal adalah merupakan huruf yang mempunyai filosofi suatu kehidupan, yang artinya
adalah ilmu dari Allah SWT, tatanan bahasa yang bertingkat dan sangat santun dimana bahasa
tersebut yang menyatakan yang muda menghargai yang tua, karena berdasarkan hukum alam
yang muda dilahirkan oleh yang tua.
2.5 Nusantara menghadapi suatu kehancuran apabila tidak ada perubahan mainset, dan
paradigma karena semuanya telah minggalkan ilmu dari Allah dan menyianyiakan ciptaan Allah
hal tersebut dibuktikan dengan mainset kita sekarang selalu berbicara secara parsial
dan pragmatis sebagai contoh kita selalnu berbicara ekonomi tapi tidak ada yang membahas
sumber ekonomi yaitu alam, dan apa yang kita lakukan selalu berorientasi pada luasan lahan dan
populasi tanaman bukan produktivitas dan kwalitas yang maksimal bagaimana untuk dapat
mewujudkan hal tersebut bagaimana konsep teknologi dan manajemennya, disatu sisi setiap
tahun terjadi peningkatan penduduk tidak kurang dari 230 000 orang pertahun (1%) dari jumlah
penduduk indonesia, disisi lain kerusakan multi dimensional pada alam semesta terus terjadi
dan apa yang bakal terjadi di masa mendatang.
2.5 Di nusantara ini telah terjadi kesalahan yang fatal karena meninggalkan ilmu dari Allah SWT
karena Allah SWT telah menentukan ilmu yang komprehensif dan universal adalah 5, contoh
Indera lima, Jari Lima, Lubang lima, logo kemimanan bintang lima, dan ilmu ketatanegaran
ya lima, Ibu jari (Legislatif), Telunjuk (Eksekutif), Jari tengah (Yudikatif), Jari Manis (Tokoh multi
Agama ), kelingking (Masyarakat) itulah suatu negara selama lima tidak sinergi maka kehancuran
yang akan terjadi, mengikuti era termoderen sebaiknya yang mengelola NUSANTARA ini ya
sebaiknya jangan lebih dari lima karana hal itu telah menyimpang dari ilmu yang diberikan
oleh Allah SWT.
HIMBAUAN.
1. Kita selaku mahluk yang diciptakan Allah SWT telah berbuat apa untuk Allah SWT.
2. Kita sebagai anak bangsa telah berbuat apa untuk bangsa dan negara.
3. Kita sebagai keluarga telah berbuat apa untuk keluarga, dalam arti kata secara komprehensif
dan universal.
4. Hancurnya NUSANTARA bukan dari luar melainkan dari kita sendiri sebagai mahluk yang diciptakan
oleh Allah untuk kawasan NUSANTARA ( Jadilah sapu dan jangan jadi lidi).
5. Semua kehidupan yang berhak menghakimi bukan manusia, karena yang menciptakan dan
menentukan adalah Allah SWT, benar menurut manusia bisa salah menurut Allah SWT, karena
kalau manusia salah bisa menjadi benar, dan benar menjadi salah.
6. Untuk itu mari kita bersatu padu mengamalkan ilmu dari Allah SWT secara benar, komprehensif
dan Universal untuk melestarikan ciptaan Allah khususnya alam dan makluknya yang berada
diwilayah NUSANTARA.
Terima kasih,
Wassalam,
Cokro Bhawono.
puteri biru 18:10 pada 31 Desember 2012 Permalink |
Salam.
putri tunggal ratu majapahit masih ada loh,beliau yg berhak naik tahta
Cokro Bhuwono 14:15 pada 1 Januari 2013 Permalink |
Mohon maaf dapatkah bertemu beliau, dimana dan kapan
Terima kasih
Demit kesurupan jin 14:20 pada 22 Maret 2013 Permalink |
test… 1,,2,,3