KETURUNAN MAJAPAHIT
Tersebar di seluruh Dunia !!!………, hanya yang masih melestarikan Adat dan Budayanya sampai sekarang hanya Bali biarpun para keturunannya / Wangsa Ksatriya, Brahmana, Waisya di sebut beragama Hindu yang konon berasal dari India tapi prakteknya tidak identik sama sekali dengan India. Ajaran Siwa Buda serta orang-orangnya sangat identik dengan masa Majapahit, lontarnya, gaya model bangunannya serta sistimnya. Sedangkan Hindu di canangkan di Indonesia tahun 1960 Masehi. Sedangkan Kasta atau status sosial sudah di hapus pada tahun 1971, karena itu bikinan bangsa asing yang ingin memecah belah keturunan Majapahit.
Dunia mencari dimana sebenarnya majapahit ?.
Bung Karno pernah berkata,” Jika ingin melihat Majapahit datanglah ke Bali !”. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.
Calon Generasi Penerus Majapahit
Untung tidak semua di tumpas oleh pasukan Islam Demak dibawah pimpinan Patah di dukung oleh sunan yang merasa sakit hati (cuplikan Dharmagandul yang sempat di larang). Mengapa cerita Dharmagandul di larang ?. Jelas ketakutan para Dajjal yang berkedok agama islam dari aliran keras untuk menguasai bumi Nusantara yang Gemah Ripah Loh Jinawi karena di Arab hanya Padang pasir dan terusir.
PUSAKA WARISAN NUSANTARA
Pameran Pusaka Budaya Nusantara–Upaya ”Mengakrabkan” Generasi Muda denganWarisan BudayaSelama dua minggu, dari 20 Juli hingga 2 Agustus 2003, berlangsung pameran benda-benda pusaka di Gedung Ksirarnawa Art Center, Taman Budaya Bali. Benda-benda pusaka yang diperlihatkan kepada publik itu berasal dari beberapa periode zaman Majapahit, Singosari, Pajajaran, Kasunanan, Kasultanan dan Kadipaten. Selain benda pusaka berupa tosan aji keris, tombak, cundrik dan lain-lain juga dipamerkan benda-benda keramat seperti pratima Pura Majapahit, pratima Raja Brawijaya di Candi Simping dan batu pusaka Pura Dalem Solo Bali. Pertanyaannya, apa sesungguhnya tujuan dipamerkan benda-benda itu? Kenapa yang keramat juga diperlihatkan kepada publik?Pameran yang dibuka Kadis Pendidikan Propinsi Bali Gusti Ngurah Oka, S.E. itu memiliki makna tersendiri. Selain, berupaya untuk ”mengakrabkan” generasi muda kepada benda-benda pusaka, pameran itu sesungguhnya memberi gambaran kepada masyarakat bahwa sejak lama para nenek moyang bangsa Indonesia memiliki keahlian menciptakan senjata. Tidak hanya tajam secara fisik, juga diyakini memiliki yoni kekuatan gaib.Ketua Panitia Pameran Dr. RM Heng Roos Gianto, M.Si. mengatakan, selama ini ada kesan bahwa generasi muda ”takut” terhadap benda-benda pusaka. Demikian juga benda-benda yang dikeramatkan. Bahkan, keberadaan benda-benda keramat seolah-olah ditutup-tutupi.Karena itu, selain senjata pusaka, dalam pameran kali ini sejumlah benda pusaka pada masa Kerajaan Majapahit ikut diperlihatkan kepada masyarakat, khususnya Bali. ”Kita berharap agar generasi muda akrab dengan budaya warisan nenek moyang bangsa ini, dan tidak silau pada budaya asing,” katanya.Benda-benda pusaka Pura Majapahit yang dipamerkan di antaranya satu paket leluhur Singalayapara. Benda yang dikeramatkan itu terbuat dari perunggu, kuningan dan emas berupa arca leluhur putri Majapahit yang dimanifestasikan Ratu Mas Magelung atau Dewi Kwan Im.Di samping itu, ada bedug Singa Ludaya, arca Dewi Suhita atau Ratu Galuh Kencana putri Majapahit topeng Gajahmada, lukisan keramik dan lain-lain. Pada zaman Majapahit, tiap ujung kiri tempat pemujaan leluhur diberi tambur atau bedug. Hal itu masih dilakukan sampai kini, kendati tidak ditabuh.Panditoratu Pura Majapahit Hyang Suryo Wilatikno mengatakan, benda-benda pusaka itu memang dikeramatkan di Pura Majapahit.Kenapa benda-benda tersebut diperlihatkan kepada masyarakat umum, Hyang Suryo memiliki alasan yang mendasar. Selama ini, katanya, Pura Majapahit ditutup atau disegel oleh pihak berwajib. Kegiatan ritual dan aktivitas lainnya dilarang. Bahkan, ada isu ingin dibom oleh pihak tertentu. Karena ditutup, tentu umat tidak sempat tangkil ke pura tersebut –yang mana di sana terdapat sejumlah benda pusaka pada masa Kerajaan Majapahit.”Itu makanya kami memamerkan benda-benda tersebut, dengan harapan masyarakat tahu bahwa inilah benda pusaka yang distanakan di Pura Majapahit Trowulan,” ujarnya didampingi Yanto (Islam) dan Ajun (Buddha) dua orang yang berbeda agama, tetapi memiliki garis luluhur yang sama, Majapahit. (orangnya masih hidup dan bisa di tanya)Sebelumnya, kata Hyang Suryo, benda-benda pusaka itu berada terpencar di sejumlah tempat. Bahkan, ada yang disimpan oleh beberapa keluarga. Setelah Pura Majapahit berdiri tahun 1997, benda-benda itu disimpan di pererepan Pura tersebut.Hyang Suryo yang mengaku keturunan ke-11 Kerajaan Majapahit hasil perkawinan Brahma Raja Wilatikno dengan putri Cina bernama Li Yu Lan itu mengatakan, benda-benda pusaka tersebut ”dipelihara” oleh mereka yang memiliki garis keturunan Majapahit. ”Kendati mereka berbeda agama, sampai saat ini tetap pada tradisi nenek moyangnya,” kata peraih bintang dharma dan bakti budaya tersebut.Pratima BrawijayaJika diamati, memang ada yang unik dalam kegiatan pameran pusaka budaya nusantara yang diselenggarakan Paguyuban Trah Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam bekerja sama dengan paguyuban penggemar keris Yogyakarta Sri Kanowo pimpinan Ir. RM Wibatsu itu.Dalam pameran kali ini panitia menghadirkan pratima Prabu Brawijaya — pendiri Kerajaan Majapahit — dan batu pusaka Pura Dalem Solo. Kedua benda keramat itu di-stana-kan di Taman Budaya selama pameran berlangsung. Batu pusaka itu selama ini di-sungsung di Pura Dalem Solo, Banjar Aseman, Sedang, Abiansemal, Badung. Sementara pratima Prabu Brawijaya di-stana-kan di Candi Simping, Jawa.Dihadirkannya benda tersebut, kata salah seorang panitia pameran Dr. KRHT Sumadi Kertonegoro dan Wakil Ketua Paguyuban Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam E Bambang Eko Priyono, B.Sc., sebagai ”pelindung” benda-benda tersebut dari pengaruh energi negatif. Sebelum pameran berlangsung, kata Kanjeng Sumadi, ada pawisik agar keduanya disandingkan dalam pameran. Karena itu, kedua benda keramat ini ditempatkan dalam suatu ruangan yang disucikan di Taman Budaya.Sekitar 600 benda pusaka dipamerkan dalam kegiatan itu. Selain keris, ada tombak, cundrik, patrem, pedang, golok, samuari, dan berbagai jenis senjata dari negara tetangga seperti Filipina, Tiongkok, Korea dan Thailand. Uniknya, ada pusaka Dewata Nawa Sanga, juga ada keris Tri Sula Majapahit, keris Mataram dan lain-lain.Dipamerkannya senjata dari beberapa negara tetangga, kata Penasihat Paguyuban Trah Hamengku Buwono dan Paku Alam Bali-Nusa Tenggara Dr. RM Heng Roos Gianto, sebagai perbandingan hasil karya para leluhur bangsa Indonesia dengan negara luar. Benda-benda pusaka dari negara luar seperti samurai, golok dan pisau belati, secara fisik memang tampak memiliki ketajaman. ”Tetapi tosan aji seperti keris, tombak dan cuntrik ciptaan para mpu kita dulu, selain tampak tajam secara fisik, juga memiliki yoni atau kekuatan gaib. Inilah kelebihan senjata ciptaan nenek moyang kita,” ujarnya. Hampir sebagian besar keris yang dipamerkan itu memiliki yoni atau tuah seperti senjata pusaka yang dipamerkan peserta dari Pejanggik, Lombok. Seperti keris Kebo Teki yang umumnya digunakan para raja.Ketua Peguyuban Sutresna dan Pelestarai Budaya Tosan Aji Bali Ir. Wayan Witasta sependapat dengan RM Heng Roos Gianto bahwa keris diyakini memiliki yoni atau tuah tersendiri. Bahkan, untuk mendapatkan wesi aji bahan baku keris para mpu dulu memperolehnya melalui pawisik lewat meditasi.• SubrataNB:• Nasib Pratima dan Pusaka Pura Majapahit bisa dilihat kasunyatannya nasibnya ngenes /terlunta jadi bagi yang tidak tahu perjalanannya di mohon jangan asal njeplak biar tidak tulah atau kuwalat. (disadur dan disalin tanpa mengurangi dari Bali post Sabtu Pon 26 Juli 2003).





GRP. 09:06 pada 22 Juni 2009 Permalink |
Untuk Anda yang menjunjung kedamaian… Salam Majapahit..Majapahit itu sangat mempercayai leluhur/orang tua sebelum diadili oleh-Nya..Keturunan Majapahit ada yang dianggap tidak beragama, supaya jauh dari leluhur mereka dilarang ke candi tempat leluhur/nyekar karena leluhurnya di candikan, Dajjal memaksakan kehendaknya, kita kenal tuhanpun dari leluhu dan orang tua, tapi mereka seakan-akan paling benar, ini yang menjadi pokok permasalahannya karena harus langsung kepada Alloh swt, menurut anda, Allah menurut saudara lainnya, Hyang widhi atau banyak sebutannya, tetapi satu kan???.Dan Tuhan terlalu suci untuk disebut, mereka para Dajjal sedikit-sedikit atas nama Alloh termasuk menghajar saudaranya yang menurut Dajjal arab kafir, Apakah anda pernah mengalami pendiskriminasi atau pernah di cap kafir oleh Dajjal Arab..banyak dari keturunan LELUHUR mungkin termasuk Anda…(Ma`af tidak tahu kalau anda datang dari Sorga) memeluk agama yang disahkan penguasa tapi juga melaksanakan adat dan budaya serta ritual yang tidak identik dengan bangsa Aarab..khususnya. Agama Islam itu bagus tapi memaksakan kehendaknya untuk meyakini apa yang diterapkan oleh saudagar dulu sekarang dajjal…sampai menghajar sesamanya…apakah itu bagus. untuk saudara wyd anda adalah orang Jawa/ngerti artinya jawa itu mengerti dulu sekarang kan jadi suku jawa tapi otak pikirannay gimana arab semua…ma`af kita juga bukan bangsa yang senang perang seperti disana. Ma`af bagi yang tidak melakukan dan pendiskriminasi sesama jangan sewot.. ini untuk Dajjal yang mengatas namakan Agama Islam yang merasa benar dan paling benar harus dari Arab..Paham semua. Majapahit pemersatu tapi diintimidasi oleh agama, padahal kalian semua berbudaya. Apakah dengan simbol pistol anda mau menembak saudaramu, (oo…tidak saya bercanda…) Ingat hanya hasutan Dajjal Arab yang mengatasnamakan Islam. Ingat Islam masuk abad 15 orang arabnya masuk mungkin sebelumnya. karena mereka berdagang kesini. setelah disini enak malah ingin menegakkan sariat, kalau sariat Islam sih tidak apa2 karena kalian mayoritas katanya (banyak juga yang islam KTP), TAPI JANGAN SARIAT aRAB, SEMUA HARUS IKUTI aRAB. APA KALIAN TAKUT DITOLAK ARAB GAK BISA BER HAJI. MEDIA INI HANYA MEMBERIKAN KESADARAN UNTUK CINTA DAN BANGGA DENGAN NUSANTARA. BAIK ADAT DAN BUDAYANYA SERTA ORANG-ORANGNYA. YAIT U SAUDARAMU TAPI DIARAB DIAJARKAN KALAU BUKAN SEIMAN DI CAP KAFIR DAN HALAL DIMUSANAHKAN PIYE…MBAK…MBAK. SILAHKAN DIULANG LAGI mbacanya…biar jelas, kalau tidak digebuk terus mungkin blog ini tidak akan pernah ada !!, apakah anda pernah mengalami peristiwa 14-15 MEI 98 ATAUKAH PERNAH JADI tkw DI ARAB yang pulang sengsara diperkosa bahkan tewas. Katakan benar bila benar, itu yang saya pegang, tetapi tidak semuanya kan orang yang mengaku Muslim itu biadab, tapi ada !!fakta liat TV dan koran, Salam kenal dan akan kami kunjungi blog anda. salam dari jauh. sukses untuk Ibu guru WYD.di Palembang, Sukses…
Blog ini sekali lagi tidak akan pernah ada jikalau, penguasa ini melaksanakan sila-2 dan ke-5, karena kebetulan mayoritas katanya, hingga menggebuk yang minoritas, satu contoh memalukan Front mengatas namakan Islam menggebuk aliran kepercayaan..tidak sama dengan sariat Arab, kalau keyakinannya digebuk sih tidak apa2 tapi orangnya, ada ibu-ibu, anak2 anehnya Keraton Majapahit yang ada diTrowulan disegel tanpa alasan yang jelas, ketakutan Dajjal seperti pepatah panas setahun disiram hujan sehari, itu bu wyd oke nanti disambung lagi, kalau ingin tidak terbaca secara umum bisa email di den_noko@windowslive.com, Trima kasih salam sukses untuk anda .
wyd 09:32 pada 22 Juni 2009 Permalink |
para keturunan majapahit tentu lebih beruntung karena paling ga mereka tahu leluhurnya. namun harap ga menjelek2kan agama lain, apalagi dengan tujuan mulia menumbuhkan semangat majapahit dan memperkenalkan keturunan majapahit.
saya dan mungkin banyak orang lain yang bukan ‘asli’ indonesia tapi hanya mencintai negeri ini sbg satu2nya tanah air, tentu ga ingin menemukan blog bagus tetapi diselingi kebencian pada bangsa sendiri.
Raden Blontang 09:44 pada 22 Juni 2009 Permalink |
Untuk Ibu WYD terima kasih sudah mampir ke blog sederhana ini, “Blog ini ada tidak saling membebci sesama, tapi waspada pada Dajjal yang mengatas namakan agama, suku dan ras untuk memecah belah kita, kalau ibu (asli atau tidak….) tidak jadi masalah. Yang penting satu nusa satu bangsa. masih banyak orang dicap keturunan,indo tetapi kenyataannya kita lahir disini, justru waspada dengan dajjal yang lahir disini tapi ingin merusak pancasila. Islam dipakai kedok sama mereka. tapi melakukan tindakan yang barbar seperti bangsa arab pada jaman jahilliyah…ibu tahu jaman jahilliyah…perbudakan???. terima kasih… semoga membuka hati kita semua untuk saling bergandengan tangan…demi kedamaian dibumi Nusantara, Alam marah ibu, ibu pertiwi murka, mengapa…???. Takdir..boleh tapi coba kita berfikir lagi. seperti orang mengidolakan orang…mereka akan mirip dengan org tersebut tapi tidak sama.. salam bahagia untuk ibu karena tidak mengalami kekerasan, fisik maupun mental…sukses tapi pikirkan masih ada saudara kita yang teraniaya karena mereka sebut sesat tidak ikut sariat arab….
Raden Blontang 09:51 pada 22 Juni 2009 Permalink |
Silahkan mampir di Bu wyd http://wydpress.wordpress.com/ Beliau adalah guru di Palembang.
Garda 06:55 pada 1 Juli 2009 Permalink |
Ada satu pusaka kerajaan mojopahit yang tidak pernah disinggung yaitu Tongkat Garuda Wiyata.
Tongkat ini berkepala burung Garuda, pegangannya dari kayu hitam dililit kawat emas spiral…
Dan pusaka ini benar tampak hidup…
Garda 06:55 pada 1 Juli 2009 Permalink |
Ada satu pusaka kerajaan mojopahit yang tidak pernah disinggung yaitu Tongkat Garuda Wiyata.
Tongkat ini berkepala burung Garuda, pegangannya dari kayu hitam dililit kawat emas spiral…
Dan pusaka ini benar2 tampak hidup…
Raden Blontang cs 21:10 pada 13 Juli 2009 Permalink |
Sugeng Rawuh mas Garda, Selamat Datang…Pusaka Majapahit itu buuanyyak mas !!. termasuk Tongkat Garuda Wiyata…mungkin bagian para Mpu dan pemerhati pusaka yang tahu serta keberadaanya….Majapahit ada bukan 1 atau 2 tahun tapi sekitar 1000 tahunan cuma nama berganti-ganti, Sama dengan Nusantara…ya Indonesia…ya…kepulauan katulistiwa. Orde Baru saja tak terhitung peninggalannya dan penghancurannya…Jadi itulah salah satu peninggalan leluhur kita yang nyata…Hebat kan kita punya sejarah dan peninggalan….termasuk pusaka TGW. sALAM RAHAYU SARENG SAMI, BERBAHAGIA SEMUANYA…nanti kan disambung lagi mas atau pak Garda
wyd 07:53 pada 3 Juli 2009 Permalink |
saya datang lagi ke sini setelah ada yang berkunjung ke blog saya dari sini. thx memasukkan link blog saya.
soal tanggapan anda: …seperti orang mengidolakan orang… mereka akan mirip dengan org tersebut tapi tidak sama.
saya mengagumi beberapa orang yang pernah atau masih hidup di muka bumi ini. rasullulah adalah satu yang paling saya kagumi dalam segala hal. mudah2an apa yang anda tulis benar.
dan soal ini: …tapi pikirkan masih ada saudara kita yang teraniaya karena mereka sebut sesat tidak ikut sariat arab….
beberapa boss saya adalah orang arab tulen dan masih menetap di tanah arab (di antaranya bahrain, mesir dan mecca). saya banyak bertanya soal kehidupan di sana. kesimpulannya buat saya dengan pengetahuan agama saya yang super minim, syariat islam ga sama dengan syariat arab. contohnya, adanya diskriminasi gender di beberapa negara arab tetapi islam justru sangat memuliakan wanita.
mudah2an apa yang anda perjuangkan akan memberikan hasil terbaik. setiap orang akan mendukung perjuangan yang dilandasi cinta dan nurani.
Raden Blontang cs 21:02 pada 13 Juli 2009 Permalink |
Nah JUSTRU sekarang orang Indonesia, tapi kan tidak semuanya, sudah sok kearab-araban (maksud saya orangnya jawa tapi kepribadiannya sudah import…). Jawanya dihilangkan…kasus TKW yang mengenaskan disana (tapi kan tidak semuanya, sama dengan di Bilang Indonesia sarang Teroris, kaum muslimin teroris kan tidak semuanya…ada yang islam tapi saya sarankan ikuti syarat dan rukunnya, malah gak bisa apa…bagi ibu dan boss mungkin bisa melaksanakan kewajibannya dengan sempurna….la ini lo ngaku Islam…Sholat tidak, puasa tidak, malah senang menganiaya yang lemah…Pancasila dasar negara kita Ibu, jadi tidak ada yang tersinggung kecuali pernah melakukan kekerasan kesesamanya…Saya sendiri tidak pernah mengaku orang beragama…tapi diaku sama yang lain boleh…kenapa ?. Karena majapahit hanya ingin mempersatukan tanpa melihat golongan…Ibu tahu sejarah majapahit yang menyatukan Nusantara ?. Terima kasih sudah saling berkunjung dan memperat silaturahmi kalau Dajjal tidak menghalangi baik dengan alasan apapun. Renungan…Kenapa anjing dinajiskan ?.. Apakah anjing bukan Ciptaan-Nya ?. Banyak sekali jawaban macam-macam…pastinya . Inggih Ibu Salam berbahagia selalu…Wassalaamu`alaaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh. Salam untuk semua.
Raden Blontang cs 21:17 pada 13 Juli 2009 Permalink |
Sesuai dengan nasehat leluhur Majapahit setelah dihancurkan Demak.dibantu para wali dan sunan serta syech…500 tahun kembalinya Majapahit….maksudnya banyak…tidak boleh salah mengartikan….cuma tanda-tandanya ada…yakni yang kita alami sekarang….Saya punya pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh siapapun…jadi pererat persaudaran setanah air dan cintailah tanah air ini….mengenai mati urusan…akibat…dan sebab
Raden Blontang cs 21:19 pada 13 Juli 2009 Permalink
Alam seakan-akan murka, …kenapa…?
filsafatindonesia1001 08:52 pada 8 Agustus 2009 Permalink |
karena kerjaan murka kali???
RADEN DEWA SA'ALAM TUNGGAL 07:52 pada 22 Mei 2010 Permalink |
Assalamualaikum semua, satu pepatah dari seorang guru mursyid, kenali lah diri mu terang dan nyata maka kenal lah engkau akan Tuhan mu maka nya diri yang mana hendak dikenal itu dan jawapan nya cari lah Guru yang mubin dan mursyid. Hanya keturunan RADEN dari salsilah Nabi s.a.w sahaja yang mengetahui nya
Mahendra 03:50 pada 18 November 2010 Permalink |
Boleh minta daftar nama2 pusaka Majapahit yang lengkap?Bila berkenan mungkin ditampilkan gambarnya pula, agar kita makin mengenal warisan lulhur dari para Pendahulu kita. Terimakasih, Salam.
satria_nusa 20:27 pada 28 November 2010 Permalink |
Oalah kok ono wong ngono kui to ….. PD abis lah maas Raden mbok yoo dikei kaweruh mring wong kuwi…
Sakjane dewe kui sejatine keturunan opo to..opo yo brojol terus mlayu, opo yo mbrojol ko watu opo wit2an,
nyoman suardi 23:09 pada 1 April 2011 Permalink |
masih byk rakyat bali yang fundamentalisme, seiring jaman yang makin berkembang jgn lg ada remaja kita yg kolot, spti contohnya terlalu percaya dengan hal2 gaib yg sebenarnya bisa diluruskan, contoh spti pohon yg slalu disembah2 pdhal bila dlihat secara logika itu tidak logis adanya mlainkan spti org yg bnr2 fundamental, baca berkali2 bila tak mengerti. saya tak peduli siapa keturunan majapahit tapi yg saya harap jgn buat generasi kita fundamental.
Kaktoan 08:31 pada 16 November 2011 Permalink |
Diskusi dengan pemilik dan pengagum blok ini gak akan nyambung, solanya sudah anti Isalm dan anti arab mendarah daging sampek sumsum. Karena sudah sangat yakin dengan kitab sucinya yaitu Darmogandul. Sementara darmogandul isinya menjelek2an Islam dan para penyebar agama Islam yaitu para wali songo
Satria jagad 09:40 pada 17 Januari 2012 Permalink |
nice share artcile…semoga menambah khazanah pengetahun
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak 02:12 pada 13 Februari 2012 Permalink |
Majapahit oh Majapahit.. betapa pahitnya nasibmu…..
gw bagong notosusanto. 13:36 pada 18 Februari 2012 Permalink |
uwong jawa sing becik kuwi mesti tansah eling karo sing gawe urip, sing ngurip urip lan sing nguripi. sarta tansa becik karo sapa wae lan karo apa wae. nuwun, mugi mugi tansah pinanggih sae sadayanipun awit samenika ngantos ing salami laminipun amin….
galih_ram 05:25 pada 12 Maret 2012 Permalink |
@ cuma menambahkan
Alasan Raden patah (penguasa demak saat itu) menyarang majapahit karena balas dendam atas kematian ayahnya (kertabhumi) yg trjadi saat pemberontakan oleh keluarga ghiriwardhana (prasasti jiyu dan petak yg berisi “Ranawijaya mengaku tlah mengalahkan kertabhumi”.
Serangan demak atas majapahit (yg saat itu beribu kota d Daha) menyebabkan pengungsian besar2 an para abdi istana,pendeta,seniman dan keluarga kerajaan majapahit ke bali.
Pengungsian ini demi menghindari pembalasan dan hukuman dari demak,karna tlah mendukung ranawijaya saat melawan kertabhumi
Sebnarnya trah majapahit masih d truskan oleh kesultanan mataram sampe skarang.
Coba baca naskah PARARATON, serat darmagandhul, kakawin nagarakertagama, prasasti jiyu dan petak,dll
hara 07:19 pada 24 Mei 2012 Permalink |
keturunan majapahit, pnya sertifikat dlm jawa kuno.. saya islam dan kami pnya sertifikat kerajaan, lantas ada yg salah dgn ke islaman?
islam adalah keyakinan, terserah masing2 pribadi untuk mempercayainya